CINTA DALAM 3 BULAN

CINTA DALAM 3 BULAN
Suntikan


__ADS_3

11**1**


Amanda terus menggeliat dalam belitan jas.


"Ah,, tuan. Lepaskan aku. Aku kepanasan,, aku tidak bisa bernafas" rengek Amanda.


"Tubuhmu yang terbelit, bukan hidungmu. Kau masih bisa bernafas" balas Daniel.


"Ah.." Amanda berusaha melepaskan diri.


Amanda tak tahan dengan yang dia rasakan. Amanda kembali menggoda Daniel. Amanda menggoyangkan tubuhnya.


"Tuan,, apa kau tidak tergoda oleh ku. Lihatlah, tubuhku sangat montok" goda Amanda.


Daniel mengusap wajahnya kasar. Dia bisa gila jika terus berada dalam situasi ini.


"Diamlah. Aku berusaha menahan diriku" ujar Daniel.


"Tatap mataku" Amanda memajukan wajahnya ke depan Daniel.


Daniel menatap mata Amanda.


"Jika dilihat dari dekat, kau sangat tampan" ujar Amanda.


Amanda terus menatap wajah Daniel dengan lekat. Daniel tidak tahan dengan semua ini. Daniel menarik tengkuk Amanda dan menempelkan bibirnya. Daniel mel*mat bibir Amanda dengan lembut. Amanda menyambut hangat c*uman Daniel.


Awalnya sebuah l*m*tan lebut, namun makin ke sini l*m*tan itu berubah dengan tempo yang cepat. Keduanya bertukar slavina, saling membelit lidah. Dan kini jas yang membelit Amanda sudah terlepas karna pergerakan Amanda.


Amanda naik kepangkuan Daniel. Amanda memegang wajah Daniel. Sementara Daniel memegang pinggang Amanda. Tangan Amanda bergerak turun. Amanda membuka kancing baju Daniel satu persatu. Tangan Amanda tidak diam saja. Tangannya mulai meraba-raba dada bidang Daniel.


Daniel menyadari ini sudah terlalu jauh. Amanda sudah tidak bisa dikendalikan.


"Cukup" Daniel melepaskan c*uman mereka.


"Kenapa? Aku menginginkanmu" tanya Amanda.


Deg. Hati Daniel memanas mendengar keinginan Amanda. Andai Amanda tau, sebenarnya Daniel juga memginginkannya. Tapi Daniel tidak ingin melakukannya saat Amanda tidak sadar.


Tak lama, Adi pun datang. Adi mengetuk jendela kaca mobil Daniel. Adi masuk ke dalam mobil Daniel. Kini posisi Amanda ada di tengah antara Daniel dan Adi.


"Siapa kau? Aku hanya menginginkan Daniel, bukan pria lain. Kau pergi saja" tanya Amanda melihat Adi masuk dan duduk di sebelahnya.

__ADS_1


Adi cukup terkejut dengan perkataan Amanda.


"Aku adalah seorang dokter. Aku ke sini atas panggilan Daniel" jawab Adi.


"Apa! Tuan, apa kau mau menjualku? Kau jahat sekali.." Amanda mem*kul tangan Daniel.


"Ah,, tidak. Dia akan memyembuhkanmu" jawab Daniel.


Amanda menyandarkan kepalanya dan menutup matanya. Daniel dan Adi sama-sama melihat Amanda. Mereka aneh melihat Amanda.


"Apa yang terjadi padanya?" tanya Adi.


"Dia bilang, dia meminum minuman yang sudah diberi obat. Sepertinya obat p*r*ngsang. Hilangkan pengaruh obat itu" jawab Daniel.


"Owh.." Adi membuka tasnya. "Kenapa kau memanggilku? Padahal kau bisa menyelesaikan ini sendiri. Bukankah dia menginginkanmu? Seharusnya kau memenuhi keinginannya. Bahkan sepertinya kau sudah berniat melakukan itu" tatapan Adi tertuju pada baju Daniel yang tidak dikancing.


"Ck,, lakukan saja tugasmu" balas Daniel dengan dingin. "Aku tidak ingin disebut mencari kesempatan pada kesempitan. Dia wanita berharga bagiku. Aku akan memperlakukannya dengan baik" lanjut Daniel.


"Justru jika kau tidak bergerak duluan, maka dia akan direbut oleh pria lain. Aku lihat banyak sekali yang menyukainya"


"Diam kau. Aku tidak akan membiarkan dia jatuh ketangan pria lain"


Adi mengeluarkan sebuah suntikan.


"Kau bilang ingin menghilangkan pengaruh obatnya"


"Oh,, ya sudah. Segera suntik dia"


"Kau tahan tubuhnya. Dia akan sedikit terkejut"


Daniel memeluk Amanda agar Adi bisa menyuntik Amanda.


Adi memberikan suntikan pada Amanda. Benar saja, Amanda terkejut oleh suntikan itu. Setelah selesai, Amanda mem*kul Adi.


"Apa kau g*la? Kau menyatiki tanganku" kesal Amanda.


Adi kaget saat mendapat p*kulan dari Amanda.


"Lihatlah,, tanganku berdarah. Tuan,, tanganku berdarah" rengek Amanda melihat tangannya yang sama sekali tidak berdarah.


Amanda memarahi Adi sepuasnya. Adi hanya mendengarkan dengan perasaan memggelitik. Baru kali ini dia dimari oleh seorang pasien. Sementara Daniel hanya diam. Dia membiarkan Amanda bicara sepuasnya pada Adi.

__ADS_1


Setelah puas memarahi Adi, Amanda tertidur. Sepertinya efek obat yang diberikan Adi mulai bekerja.


"Lihatlah,, tanganku berdarah. Tuan,, tanganku berdarah.." ejek Adi merirukan Amanda.


"jika dia tidak mau tangannya berdarah, maka berikan suntikan lain" lanjut Adi.


Daniel hanya menghela nafas panjang.


"Mulai sekarang, rumah sakit yang ada di daerah Y milikmu"


"Wah,, benarkah?" tanya Adi tak percaya.


"Ya"


"Terima kasih tuan Daniel yang dermawan"


"Hm.."


Adi pergi dengan keadaan puas. Dia sangat senang mendapat bayaran yang begitu wah,, dari Daniel.


Daniel menjalankan mobilnya menuju ke rumah. Daniel membiarkan Amanda di kursi belakang agar Amanda tidur dengan nyenyak. Sesampainya di rumah, Daniel menggendong Amanda dan membawanya ke kamarnya (kamar Daniel).


Daniel membaringkan Amanda di tempat tidur. Amanda terlihat sangat tenang setelah tidur. Berbeda dengan saat dia m*buk. Daniel memutuskan untuk membersihkan tubuhnya. Daniel merendam tubuhnya dengan air guna menghilangkan gejolak yang membara di dalam hatinya.


Keesokan harinya, Amanda bangun dari tidunya. Dia mendapati Daniel di sampingnya dan sedang menatapnya.


"Kau sudah bangun?" ucap Daniel.


"Eum.." Amanda mendudukkan tubuhnya.


Amanda mencoba mengingat apa yang dilakukannya semalam. Dia ingat kalo dia kepanasan dan dia mendekati Daniel. Tapi selain itu Amanda tidak mengingat apapun. Amanda menjadi was-was.


Daniel melihat kewas-wasan Amanda. Daniel mulai menggoda Amanda. Dia memikirkan ide jahil untuk Amanda.


"Apa tidurmu nyenyak?" tanya Daniel memegang wajah Amanda.


Amanda menjauhkan wajahnya.


"Kenapa kau menjauh? Bukankah semalam kau tidak mau jauh dariku? Kau ingin terus berada di sisiku" tanya Daniel.


Jangan lupa tinggalkan jejak

__ADS_1


Terus dukung Amanda dan Daniel


Salam hangat dari author ya


__ADS_2