CINTA DALAM 3 BULAN

CINTA DALAM 3 BULAN
Dansa


__ADS_3

105


Daniel membungkukkan badannya.


"Maukah kau berdansa bersamaku?" Daniel mengundang Amanda berdansa bersamanya.


"Dengan senang hati" setuju Amanda menerima undangan Daniel.


Amanda menerima uluran tangan Daniel. Mereka berjalan ke tengah-tengah lantai dansa. Amanda menaruh tangannya dipundak Daniel. Sementara Daniel menempatkan tangannya pada pinggang Amanda. Mereka berdansa mengikuti alunan musik yang romantis.


Mereka terlihat sangat cocok dan romantis. Banyak orang memuji mereka. Semua orang suka pada mereka. Mereka bak raja dan ratu yang menjadi pusat perhatian.


Daniel menatap Amanda dan mulai bertanya.


"Amanda" ujar Daniel ragu.


"Ya, tuan" balas Amanda.


"Apakah kita bisa melanjutkan hubungan ini ke tahap selanjutnya?" tanya Daniel.


"..." Amanda terdiam.


"Menikahlah denganku" lanjut Daniel.


"Kau melamarku?"


"Anggap saja seperti itu"


"Jika kau mau melamarku, kau harus berbicara langsung pada kakekku"


"Jadi kau menerima lamaranku?"


"Kata siapa?"


"Barusan kau bilang kau ingin aku melamarmu pada kakekmu"


"Ya, itu benar. Tapi sebelum kau berbicara dengan kakekku, aku menolakmu"


"Apa! Kenapa?"


"Kenapa? Kau masih tanya kenapa?" Amanda tak habis pikir pada Daniel yang masih belum mengerti. "Tuan, aku tidak bisa menerimamu karna masih ada wanita lain" papar Amanda.


"Wanita lain?" gumam Daniel.


"Ya. Tari. Kau masih berharap pada Tari. Aku tidak bisa menerima itu" tukas Amanda.


Raut wajah Daniel menjadi murung. Amanda melihat perubahan pada wajah Daniel. Amanda jadi sedikit merasa bersalah pada Daniel.

__ADS_1


"Huh,, tuan. Logikanya gini. Di mana sih, ada wanita yang nerima lamaran laki-laki, tapi dia tau laki-laki itu menyukai dam berharap pada wanita lain? Bukankah wanita itu hanya sebatas pengganti saja?" jelas Amanda. "Tuan, aku tidak ingin menjadi pengganti Tari. Jika aku harus bersamamu, maka aku ingin menjadi wanita satu-satunya dihidup dan hatimu" lajut Amanda.


Daniel menatap lekat wajah Amanda. Amanda sudah terlanjut kesal karna Daniel membuatnya mengungkit Tari. Amanda berusaha melepaskan tangan Daniel. Dia ingin menyudahi sesi dansanya. Moodnya sudah hancur karna Daniel. Namun Daniel tak melepaskan Amanda. Daniel masih setia dengan posisinya.


"Maafkan aku. Tolong jangan pergi" tahan Daniel.


Amanda menundukkan kepalanya.


"Maafkan aku jika selama ini aku membuatmu kesal. Aku janji tidak akan melakukan itu lagi. Aku akan berusaha melupakan Tari. Tolong berikan aku kesempatan" mohon Daniel.


"..." Amanda tidak menjawab.


"Aku mohon. Aku mencintaimu. Aku sangat mencintaimu. Jangan lalukan ini padaku"


Amanda mendongkakkan wajahnya menatap Daniel.


"Kau mencintaiku?" tanya Amanda tidak percaya.


"Iya. Sangat" balas Daniel.


"Tapi dihatimu masih ada Tari" protes Amanda.


"Iya, aku tau. Aku akan berusaha melupakan Tari. Aku tidak akan mengingatnya demimu. Berikan aku kesempatan kedua"


Amanda berpikir.


"Apa! Rio? Dia asistenku"


"Memang kenapa? Dia sama tampannya dengamu"


"Baiklah, aku tidak akan membiarkan itu terjadi" Daniel tau Amanda hanya bercanda mengatakan itu.


"Em,, bukankah kau menantangku?"


"Kapan aku menantangamu?"


"Kau menantangku menc*ummu dihadapan semua orang"


"Oh,, yang itu. Coba saja kalo bisa. Aku yakin kau tidak akan bisa menyelesaikan tantanganku"


"Kau meremehkanku?"


"Tidak. Hanya saja, aku tidak yakin padamu"


"Baiklah. Aku akan membuatmu yakin"


Amanda hanya menanggapi ucapan Daniel dengan senyuman. Amanda tau Daniel tidak akan melakukan itu. Dia masih punya malu untuk tidak melakukan itu.

__ADS_1


"1,, 2,, 3.."


Tiba-tiba lampu padam.


Amanda kaget dengan lampu padam. Karna dia dari kecil sudah takut kegelapan, dia mulai panik. Buka. hanya Amanda yang panik, semua orang juga ikut panik. Amanda mencoba memanggil Daniel.


Saat mulutnya terbuka untuk berucap, tiba-tiba mulutnya dibungkam oleh sebuah benda hangat nan kenyal. Amanda bisa merasakan kalo benda itu sebuah bibi yang menempel pada bibinya. Seketika Amanda teringat pada tantangan yang dia berikan pada Daniel. Apakah ini caranya menuntaskan tantangan yang diberikannya?


Daniel menarik tubuh Amanda merapat padanya. Amanda menempel pada tubuh Daniel. Daniel menutup mata Amanda dengan tangannya karna dia tau Amanda takut pada kegelapan.


Daniel mulai mel*mat bibir Amanda dengan lembut. Amanda diam tak melawan maupun membalas. Daniel terus memperdalam l*matannya berharap ada balasan. Awalnya Amanda tidak ingin membalas, namun karna Daniel berlaku lembut Amanda menjadi terbuai oleh Daniel. Amanda mulai membalas l*matan Daniel. Keduanya saling bertukar slavina selama beberapa saat. Setelah kehabisan nafas, mereka melepaskan tautan mereka. Mereka menstabilkan nafas mereka.


Lampu pun hidup kembali. Amanda menatap wajah Daniel meminta penjelasan.


"Aku sudah berhasil menyelesaikan tantanganmu"


"Hah!" beo Amanda.


"Aku yang merencanakan ini semua. Maaf sudah membuatmu takut"


Amanda tidak percaya dengan apa yang dilakukan Daniel. Amanda tak menyangka Daniel sangat nekad.


Suasana mulai kembali normal.


Sonia sangat cemburu pada Amanda dan Daniel. Dia tidak suka pada kedekatan Amanda dan Daniel. Sandra menasihati Sonia agar segera melakukan rencananya. Sonia mengikuti nasihat dari Sandra.


Setelah selesai berdansa, Daniel dikelilingi oleh orang-orang yang berprofesi sebagai kolega bisnis. Sementara Amanda memilih duduk di sudut. Dia mulai jenuh pada acara yang sedang berlangsung.


Farrel tiba-tiba datang dan ikut duduk bersama Amanda. Awalnya mereka berbicara hal ringan. Namun Farrel mulai bertanya masalah kontrak antara dirinya dan juga Daniel.


"Tidak ada kontrak seperti itu diantara kami" sangkal Amanda. "Aku hanya mengatakan itu karna kesal saja. Tidak ada alasan lain"


"Aku tidak suka pada tuan Daniel" ujar Amanda.


Farrel menatap manik Amanda.


"Aku tidak suka padanya saat dia mengambil keputusan tanpa mendengarkan penjelasan terlebih dahulu" lanjut Amanda.


Daniel melihat Amanda dan Farrel bersama. Dia bermaksud menghampiri mereka berdua. Namun langkahnya terhenti saat mendengar Amanda tidak menyukainya. Hal itu membuat Daniel sangat sedih. Daniel tidak mendengar kelanjutan dari kalimat yang Amanda katakan.


Saat iti juga, Sonia datang dan mengajak Daniel berdansa. Daniel menyetujuinya untuk membuat Amanda cemburu. Jika benar Amanda tidak menyukainya, dia tidak akan cemburu jika Daniel dekat dengan wanita lain. Daniel ingin menguji perasaam Amanda.


Ini up kedua😊


Silahkan tinggalkan jejak 😆


Terus dukung author ya😁

__ADS_1


__ADS_2