CINTA DALAM 3 BULAN

CINTA DALAM 3 BULAN
Insiden Lampu Jatuh


__ADS_3

67


Setelah kepergian Sonia, syuting pun dimulai. Semua orang fokus pada syuting, termasuk juga Amanda dan Daniel.


Farrel dan Gabby melakukan adegan yang ada di skripsi. Farrel mencoba untuk menyetarakan aktingnya dengan Gabby. Tapi entah kenapa Gabby selalu berusaha lebih tinggi dari Farrel.


"Cut" teriak Amanda.


Semua orang berhenti dan menatap Amanda.


"Ulangi dari awal" ucap Amanda.


"Baik" balas semua orang.


Syuting diulangi lagi. Amanda tidak menemukan rasa dari akting Gabby. Oleh sebab itu Amanda menghentikan dan mengulangi syuting.


"Cut" teriak Amanda.


Semua orang menatap Amanda lagi.


"Ulang" titah Amanda.


Syuting diulang lagi.


"Cut" teriak Amanda untuk yang ketiga kalinya.


"Kenapa kau terus berkata cut? Aku sedang berakting" protes Gabby.


"Hah.." Amanda menghembuskan nafas panjang dan bangkit dari duduknya.


Semuaa perhatian tertuju pada Amanda.


"Aku tidak merasakan nyawa pada aktingmu nona Gabby. Aktingmu itu hambar. Kau tidak bisa mencurahkan tema dari syuting ini. Cobalah main dengan perasaam tulua dan rasa senang. Itu akan membantu kau dalam berakting" ucap Amanda.


Gabby tidak terima dikritik oleh Amanda. Dia menunjukkan posisinya sebagai aktris dan pacar Albert.


"Berani sekali kau mengkritikku. Jangan so tau kau. Aku sudah bertahun-tahun di dunia perakting, kau tidak perlu ikut campur" balas Gabby.


Gabby berjalan menuju Albert.

__ADS_1


"Baby,, liat, dia mengh*n* aktingku. Dia bilang aktingku jelek" adu Gabby pada Albert.


"Aku tidak bilang aktingmu jelek. Aku hanya ingin kau lebih menambah rasa dalam peranmu" jelas Amanda.


"Aku tau kau memang berniat jahat padaku. Kau tidak suka jika aku yang menjadi Brand ambasador proyek ini" ucap Gabby.


"Niatku baik. Aku tidak punya niatan lain nona Gabby" balas Amanda.


"Baby.." rengek Gabby pada Albert.


"Yang dikatakan Amanda benar. Kau tidak mendalami peranmu. Kau tidak memberikan emosi yang diharapkan pada syuting ini" ucap Albert.


Tak disangka Albert malah membela Amanda. Hal itu membuat Gabby sangat tidak suka.


"Kalo begitu, tunjukan bagaimana seharusnya aku berakting" ucap Gabby yang secara tidak langsung menantang Amanda.


"Baiklah, aku akan menunjukannya padamu" setuju Amanda.


Amanda maju ke depan dan naik ke atas panggung. Amanda memperagakan iklan dan berdiri di samping Farrel.


Daniel cemburu menyaksikan Amanda dan Farrel yang sedang berakting dengan mesra. Dia tidak suka melihat pemandangan di depannya.


Farrel menarik Amanda ke dalam dekapannya. Adegan itu tidak ada di dalam naskah skenario. Amanda melihat ke arah Farrel.


Prok,, prok,, prok,,


Semua ikut bertepuk tangan kecuali Daniel dan Gabby.


"Akting kalian sangat bagus, terlihat sangat natural. Kalian adalah pasangan yang sempurna. Kalian sangat cocok menjadi kekasih" puji fotografer itu.


"Bagus bagaimana? Adegan itu tidak ada dalam naskah" protes Daniel.


"Ya, memang benar adegan itu tidak ada dalam naskah. Tapi ini sangat luar biasa" balas fotografer itu.


"Ini namanya improvisasi Daniel. Hal ini sering terjadi dalam dunia akting. Jadi kau tidak perlu marah" timpal Farrel.


"Aku tau itu. Tapi kau tidak perlu melakukan improvisasi dengan Amanda. Dia bukan Brand ambasadornya. Gabby lah Brand ambasadornya. Lakukan improvisasi itu dengan Gabby, jangan dengan Amanda" tegas Daniel.


Amanda melihat ke arah Gabby dan Farrel secara bergantian. Kini wajah Gabby menghitam karena marah. Dia tidak suka saat ada seseorang yang mengguruinya dalam hal berakting.

__ADS_1


"Em,, semuanya bersiap untuk pengambilan gambar berikutnya" ucap Amanda.


Amanda berjalan turun dari panggung. Ketitak Amanda turun, tiba-tiba lampu jatuh dan akan menimpa Amanda.


"AWAS.." teriak Farrel dan Albert secara bersamaan.


Daniel dengan cepat berlari dan menyelamatkan Amanda dari timpaan lampu. Amanda dan Daniel jatuh di lantai. Daniel memeluk Amanda untuk menyelamatkannya.


"Ah.." rintih Amanda merasakan sakit dibagian kakiknya.


"Amanda" gumam Daniel.


Daniel melihat kaki Amanda terluka dan mengeluarkan d*rah akibat terkena serpihan kaca dari lampu. Semua orang mulai mengerumuni Amanda dan Daniel.


Semua orang panik melihat kaki Amanda yang terluka. Tapi Daniel jauh lebih panik dari mereka semua.


Tanpa pikir panjang, Daniel segera menggendong Amanda dan membawanya ke rumah sakit. Amanda mengalungkan tangannya di leher Daniel.


Amanda menangis karna menahan rasa sakit di kakinya.


"Tahanlah, kita akan ke rumah sakit" ucap Daniel pada Amanda.


Saat Amanda dan Daniel melewati gerbang studio, di sana ada Sonia. Sonia tampak senang melihat Amanda terluka. Namun, melihat Amanda digendong oleh Daniel, dia menjadi sangat marah.


"Kurang ajar" umpat Sonia. "Kenapa Daniel bisa menggendong Amanda?" tanya Sonia marah.


Sonia mengatur nafasnya yang panas.


"Awas saja kau Amanda, kau tidak akan bisa bertahan lama ada di samping Daniel. Aku akan meny*ngk*rkanmu dengan cara apa pun. Aku tidak akan memaafkanmu" Sonia terus menc*c* Amanda sesuka hatinya.


Daniel mempatkan Amanda dikursi mobil dengan sangat hati-hati.


"Ah.." rintih Amanda.


Daniel makin cemas saat Amanda merintih kesakitan. Daniel masuk ke mobilnya dan melajukan mobilnya menuju rumah sakit.


Terima kasih sudah mampir😊


Jangan lupa tinggalkan jejak😆

__ADS_1


Terus dukung Amanda dan Daniel ya😉


Salam hangat dari authod😄


__ADS_2