CINTA DALAM 3 BULAN

CINTA DALAM 3 BULAN
Penikaman


__ADS_3

45


Setelah berbicara dengan Bagas, Daniel kembali ke perusahaan. Daniel tau kalau Amanda pasti masih ada di perusahaan.


Daniel menyetir mobil sambil berpikir tentang Amanda. Daniel menyadari kalo dirinya tertarik pada Amanda. Tapi Daniel menyangkal perasaannya sendiri.


Daniel menghentikan mobilnya ditepi jalan.


"Aku tidak mungkin menyukai Amanda. Aku tidak tertarik padanya. Aku hanya menyukai gadis kecil itu. Tidak ada hal seperti itu dalam diriku" Daniel menyangkal perasannya sendiri.


Setelah bersusah payah menyangkal perasaannya, Daniel kembali melanjutkan perjalanannya menuju perusahaan.


Malam semakin larut. Hanya Amanda yang tersisa di perusahaan. Daniel masuk ke dalam perusahaan. Dia melihat Amanda yang sedang fokus pada layar komputernya.


Amanda melihat kedatangan Daniel. Amanda heran untuk apa Daniel kembali ke perusahaan.


"Tuan Daniel, bukankah kau sudah pulang?" tanya Amanda.


"Ya, memang tadinya aku akan pulang. Tapi tidak jadi" jawab Daniel.


"Untuk apa kau kembali tuan?" tanya Amanda.


"Aku kembali untuk melihat laporan keuangan" jawab Daniel.


Amanda menganggukkan kepalanya.


Sebenarnya Daniel kembali hanya ingin melihat dan bertemu Amanda saja. Laporan keuangan hanya sebuah alasan. Daniel berjalan mendekati Amanda.


"Ini tuan, kau bisa lihat laporan keuangan yang sudah aku selesaikan" ucap Amanda bangkit dari duduknya.


Amanda mempersilahkan Daniel untuk melihat hasil laporan. Daniel mendekat ke arah Amanda. Amanda tidak mencurigai Daniel sama sekali.


Salah satu tangan Daniel menunjuk laporan yang ada di layar komputer. Dan tangan yang satunya lagi bertumpu di atas meja. Adegan itu seolah-olah Daniel sedang memeluk Amanda.


"Apa hanya ini laporannya? Apa tidak ada laporan lain?" tanya Daniel di samping teliga Amanda.


"Em,, ada tuan, laporan karyawan" jawab Amanda.


"Jelaskan" titah Daniel yang masih dengan posisi yang sama.


Amanda menjelaskan laporan karyawan pada Daniel. Dengan posisinya yanh seperti ini, membuat detak jantung Amanda berdegup kencang. Cara Daniel berbicara padanya membuat bulu kuduk Amanda berdidi.


Dengan cepat Amanda menghindar dari Daniel. Dan nia menstabilkan wajah gugupnya dihadapan Daniel.

__ADS_1


"Hanya itu tuan. Tidak ada lagi" ucap Amanda.


"Baiklah. Itu bagus" balas Daniel.


Daniel berjalan menjauhi Amanda dan beralih ke depan meja kerja Amanda yang di mana terdapat 2 buah kursi. Daniel duduk disalah satu kursi itu.


Amanda kembali duduk dan melanjutkan mengerjakan laporan yang lain. Amanda berusaha melupakan kejadian yang baru saja terjadi dengan mengerjakan laporan.


Daniel memandang Amanda yang sedang fokus bekerja.


"Cantik" ucap Daniel dalam hati. "Aku sangat ingin membuat mata indah itu terus menatapku seperti dia menatap layar komputernya. Aku ingin tangan yang lembut itu membel*i kepalaku terus menerus" tanpa Daniel sadari, dia berharap seperti itu dalam hatinya.


Daniel sangat suka melihat Amanda yang sedang fokus bekerja. Saat Amanda sedang fokus, dia terlihat lebih menawan. Tapi Daniel tau, mengerjakan pekerjaan sampai larut malam itu tidak baik bagi kesehatan. Apalagi untuk seorang wanita.


"Sekarang sudah larut. Sebaiknya besok saja kau lanjutkan" pinta Daniel.


Amanda melihat jam yang ada di tangannya. Jamnya menunjukkan pulul 22.55 WIB. Amanda juga tau kalau ini sudah larut.


"Tidak tuan, aku akan menyelesaikan laporan ini. Sebaiknya kau pulang duluan" tolak Amanda.


"Aku tidak akan pulang jika kau tidak ikut pulang bersamaku" ucap Daniel.


Daniel masih setia dengan duduknya.


Daniel memperhatikan tingkah Amanda dan tersenyum.


Amanda dan Daniel pergi menuju parkiran basement, di mana mobil Daniel terparkir. Kondisi parkiran itu sudah sangat sepi. Hanya ada mobil Daniel saja di sana.


Amanda dan Daniel berjalan ke arah mobil. Dari arah belakang, ada seseorang yang berteriak memanggil Amanda.


"Tuan Daniel!" teriak orang itu.


Daniel dan Amanda berbalik dan melihat siapa yang memanggilnya.


"Mayang" gumam Amanda dan Daniel bersamaan.


Ya, orang yang meneriaki Amanda adalah Mayang. Rupanya sedari tadi Mayang menguntit Daniel. Jadi dia tau Daniel sedang berada di mana.


Mayang berjalan mendekati Amanda dan Daniel.


"Tuan, jangan pergi dulu" pinta Mayang.


"Ada apa lagi Mayang?" tanya Daniel mulai sebal.

__ADS_1


"Tuan, tolong jangan pecat aku" ucap Mayang.


"Mayang, kau memang sudah sepantasnya dipecat" ucap Amanda.


"DIAM KAU J*L*NG!" bent*k Mayang.


"Mayang, jaga ucapanmu" ucap Daniel memberi peringatan.


"Tuan, aku tidak mau berpisah dengannu, aku tidak bisa bisa jauh darimu" ucap Mayang.


"Sebaiknya kau segera pergi dari sini" us*r Daniel secara baik-baik.


Meskipun Daniel sangat memb*nci Mayang, tapi dia masih berusaha bicara baik-baik padanya.


"Tuan, aku tidak mau pergi sebelum kau menerimaku kembali" tolak Mayang.


"Mayang, kau sudah taukan kau itu sudah dipecat. Jadi jangan harap kau bisa kembali lagi. Kau jangan khawatir, aku ada di sini untuk tuan Daniel" ucap Amanda.


"Sudahku bilang untuk diam. Kenapa kau tidak juga diam? Ini semua gara-gara kau j*l*ng. Gara-gara kau, aku jadi dipecat oleh tuan Daniel" Mayang menyalahkan Amanda.


"Mayang, bukankah sudahku bilang untuk menjaga ucapanmu?" ucap Daniel marah.


Mayang terdiam.


"Cepat pergi dari sini" titah Daniel.


Mayang tidak bisa semudah itu menuruti perintah Daniel. Dia sudah terlalu dibutakan oleh hawa n*fsu dan amarahnya.


Mayang membuka matanya yang merah. Dia sangat cemburu melihat Amanda berada di dekat Daniel. Dia tidak suka melihat Amanda bersama Daniel.


Mayang mengeluarkan pis*u dari dalam sakunya. Tanpa aba-aba, Mayang berlari ke arah Amanda dan men*k*mnya.


Hai semuanya🤗


Maaf kemarin tidak up🙏🏼😊


Duh masalah author kambuh lagi nih, jadi agak sulit ngatasinnya😞


Terus dukung author ya😆


Terima kasih sudah mampir😄


Jangan lupa tinggalkan jejak😉

__ADS_1


Salam hangat dari author😁


__ADS_2