CINTA DALAM 3 BULAN

CINTA DALAM 3 BULAN
Tabrakan


__ADS_3

65


Amanda menatap Daniel dengan tatapan terkejut. Daniel mendengar semua keluhan tentang dirinya. Daniel tertunduk tak berdaya. Daniel tampak tak bersemangat dan terlihat murung.


Daniel tak mengucapkan apapun. Dia hanya mengajak Amanda dengan ringan.


"Ayo pulang" ajak Daniel dengan ringan.


"Tidak tuan. Masih ada pekerjaan yang harus diselaikan. Kau pulang duluan saja" tolak Amanda dengan sopan.


"Ayo pulang" ulang Daniel.


Kali ini ucapan Daniel tidak terdengar seperti ajakan. Tapi lebih terdengar seperti perintah. Amanda tidak mau membuat suasana hati Daniel tambah kacau.


"Ba-baik tuan" Amanda menuruti ucapan Daniel.


Daniel khawatir pada Amanda. Karna beberapa hari ke belakang Amanda sering bekerja lembur. dan juga mengalami gula darah rendah sampai dia jatuh pingsan.


Amanda duduk di dalam mobil di kursi sebelah pengemudi.


Hujan turun dengan derasnya mengguyur mobil Daniel. Amanda menghadap jendela melihat ke arah luar.


Amanda memikirkan sikap Daniel padanya. Amanda sangat bingung melihat sikap Daniel.


"Sebenarnya bagaimana perasaanmu padaku tuan?" tanya Amanda dalam hati. "Terkadang kau sangat mendominasi padaku. Kadang kau juga sangat peduli padaku. Aku tidak bisa memastikan perasaanmu. Jika kau terus begini, kau membuatku pusing" pikir Amanda.


Amanda kembali dalam pikiran kosongnya.


"Aku ingin kau menjukkan perasanmu dengan jelas padaku. Jangan membuat aku pusing. Aku tau, mungkin ucapanku membuat perasaanmu terluka. Tapi itulah kenyataannya" Amanda lanjut berpikir.


Tidak ada percakapan antara Amanda dan Daniel dalaam mobil. Keduanya hanya diam dan sibuk dengan pikirannya masing-masing.

__ADS_1


Amanda memutuskan untuk menutup matanya dan istirahat. Baru juga Amanda memejamkan matanya, tiba-tiba Daniel bertanya.


"Apakah aku sangat bur*k?" tanya Daniel.


Karna keluhan Amanda, membuat Daniel tidak oercaya pada dirinya sendiri.


Seketika Amanda membuka matanya kembali. Dia kaget karna Daniel tiba-tiba bertanya seperti itu. Amanda menjadi merasa bersalah pada Daniel. Tapi Amanda menjawab yang sebenarnya.


"Em,, tidak juga" jawab Amanda.


"Lantas?" tanya Daniel.


"Hanya saja kau itu memang pemarah, keras kepala dan dingin. Kau selalu menyimpulkan tanpa tau alasan. Kau juga tidak mau mendengar penjelasan orang lain" jelas Amanda.


Amanda tidak banyak menjawab, dia hanya mengatakan kebenarnya tentang Daniel.


Wajah Daniel menjadi gelap. Dia tidak menanggapi jawaban Amanda. Dia hanya diam.


Tiba-tiba, mobil yang dikendarai Daniel hilang kendali karna jalanan licin. Daniel segera menginjak pedal rem. Mobil pun berhenti dan menabrak pagar pembatas.


Sebelum mobil menabrak pagar pembatas, Daniel segera melindungi kepala Amanda dengan satu tangannya. Daniel melakukan itu karna dia melihat Amanda hendak tersungkur ke bagian depan mobil. Dengan begitu kepala Amanda tidak terluka. Daniel tidak mau Amanda kenapa-napa.


"Ahh.." teriak Amanda kaget.


Amanda mengatur nafasnya karna kaget.


"Kau tidak papa?" tanya Daniel khawatir.


"Tidak" jawab Amanda sambil menggelengkan kepalanya. "Tuan, tanganmu.." ucap Amanda melihat tangan Daniel.


"Tidak papa. Aku tidak terluka" balas Daniel.

__ADS_1


Amanda masih saja melihat tangan Daniel yang menahan kepalanya.


"Tunggu di sini. Aku akan memeriksa mobilnya" ucap Daniel.


Amanda menganggukkan kepalanya.


Amanda tau Daniel melindunginya dari benturan. Tapi Amanda tidak bisa melakukan apapun.


Daniel ke luar dari mobil untuk mengecek keadaan mobilnya. Hujan deras membuat tubuh Daniel menjadi basah.


Amanda khawatir dengan kondisi Daniel, oleh sebab itu Amanda memutuskan untuk turun dan memegang payung untuk Daniel. Amanda bersandar pada Daniel agar Daniel terlindungi dari air hujan.


Melihat Amanda, Daniel pun memeluk Amanda untuk lebih dekat dengannya. Tindakan Daniel membuat Amanda malu. Pasalnya Ini baru pertama kali Daniel bersikap seperti itu padanya. Karna malu, Amanda bergerak untuk melarikan diri.


Karna melihat reaksi Amanda, Daniel segera menahan Amanda agar tidak melarikan diri.


"Apa ini karna Farrel?" tanya Daniel dengan dingin.


Hallo,, hallo,, hallo,,🤗


Karna banyak yang minta double up, maka author kabulin nih,,😆


Dan,, kalo bab ini sampai pukul 8 malam likenya 50, author akan up lagi ☺


Author kasih target 50 like sebagai penyemangat author🤩


Terima kasih sudah mampir😊


Jangan lupa tinggalkan jejak😁


Terus dukung Amanda dan Daniel ya😉

__ADS_1


Salam hangat dari author😀


__ADS_2