
06
Amanda menatap Daniel dengan bingung. Amanda tidak mengerti apa yang dimaksud oleh Daniel.
"Apa yang dimaksud? Kenapa dia berkata seperti itu?" pikir Amanda.
Kini Amanda dan Daniel sudah di dalam mobil menuju ke rumah Daniel. Amanda masih memikirkan perkataan Daniel. Akhirnya Amanda menyadari sesuatu.
"Tunggu" ucap Amanda. "Jangan bilang, tuan mengira aku menyukai Gavin?" tebak Amanda.
"Memang itu kan kenyataannya?" Daniel balik bertanya.
"Tuan, bagaimana bisa kau berpikir seperti itu? Aku dan Gavin hanya sebatas teman saja. Tidak lebih" jelas Amanda.
"Heh,, teman konon. Aku tidak percaya" gumam Daniel namun bisa didengar oleh Amanda.
Daniel menatap lurus ke depan.
"Tuan, aku sudah memutuskan tidak akan jatuh cinta padamu. Apalagi pada pria lain" ucap Amanda.
"Heh, alasan" balas Daniel.
"Alasan apanya? Aku mengatakan dengan jujur padamu" ucap Amanda.
"A LA SAN" ucap Daniel dengan menekan kata-katanya.
"Tuan, sebenarnya apa yang kau inginkan? Kau ingin aku mengatakan kalau aku menyukai Gavin? Iya, itu? Sekali lagi aku tegaskan padamu, aku tidak menyukai Gavin" tegas Amanda.
"Bohong" ucap Daniel.
"Tidak" balas Amanda.
"Bohong" ucap Daniel lagi.
"Tidak" kekeh Amanda.
"Tapi dia menyukaimu" ujar Daniel.
__ADS_1
Amanda terdiam. Mana mungkin Gavin suka padanya. Jelas saja usianya berbeda dengan Gavin. Amanda lebih tua dari Gavin.
"Apa? Dia tidak mungkin suka padaku tuan" sangkal Amanda.
"Dia suka padamu. Dari tatapannya saja aku bisa melihat, dia sangat menyukaimu" jelas Daniel.
"Meskipun dia menyukaiku, tapi aku tidak menyukai dia. Aku tidak akan pernah mencintai dia ataupun kau tuan. Karna aku sudah memiliki pria yang aku cintai" tegas Amanda.
Daniel terdiam mendengar ucapan Amanda.
"Ah,, aku tau. Pasti kau sudah mulai menyukaiku. Itu benar kan?" tebak Amanda.
"Cih, mimpi saja kau. Di dunia ini masih banyak wanita yang lebih cantik dan lebih baik darimu. Untuk apa aku menyukaimu?" jawab Daniel. "Meskipun kau wanita terakhir di dunia ini, aku tidak akan sudi menikah denganmu. Perlu kau ketahui, aku juga sudah mempunyai wanita yang ku sukai. Yang jelas itu bukan kau" lanjut Daniel.
Amanda kesal pada Daniel karna berkata seperti itu padanya.
"Kau pikir aku sudi menikah denganmu? Aku juga tidak sudi" balas Amanda.
Amanda dan Daniel bertatapan dengan sengit.
"Tuan, apa kau merasa kau adalah pria tertampan di dunia ini? Huh, jika kau beranggapan seperti itu, maka kau salah. Bahkan kau tidak termasuk pria tampan tuan. Ada banyak pria tampan daripada kau. Apa yang akan kau banggakan? Ketampananmu? Atau kekayaanmu?" tanya Amanda mulai emosi. "Jika ada wanita yang mau denganmu, maka wanita itu tidak waras. Dia wanita buta, dia tidak punya akal" lanjut Amanda meluapkan emosinya.
"Hei,, apa kau pikir kau cantik? Tidak. Kau sama sekali tidak termasuk dalam kategori wanita cantik. Kau tidak anggun. Kau tidak mempunyai pesona sama sekali. Aku bahkan tidak tertarik padamu" balas Daniel tak kalah emosi. "Aku bersamamu hanya karna permintaan kakek saja. Sebenarnya aku tidak mau bersamamu. Bahkan aku tidak mau bernapas dengan udara yang sama" lanjut Daniel.
"Apa kau pikir untuk apa aku ke sini? Menurutmu aku ke sini untuk menaklukan pria berhati batu, sepertimu? Cih, mimpi saja kau tuan" balas Amanda.
Amanda dan Daniel berdebat hebat. Sopir yang membawa mobil Daniel pun takut mendengar pertengkaran mereka.
"Aduh,, udaranya sangat panas di sini. Kenapa perjalanan ini terasa sangat jauh?" ucap sopir dalam hati. "Aku tidak suka terperangkap dalam situasi seperti ini. Jika bisa, aku akan melompat dari mobil ini dan pergi sejauh mungkin agar tidak menyaksikan pertengkaran ini" lanjutnya dengan wajah yang sudah hampir pucat.
Sampai turun dari mobil, Amanda dan Daniel tidak saling berbicara.
Di malam hari, Daniel tidak bisa tidur dengan seperti biasanya. Sejak diculik dan dikurung di ruangan tertutup saat usia 13 tahun, sejak saat itu Daniel mengalami insomnia.
Entah kenapa, malam ini kepala Daniel terisi terus oleh Amanda. Daniel teringat kejadian kemarin malam. Di mana dirinya tertidur sambil memeluk Amanda. Daniel heran, kenapa dia bisa tidur dengan pulas. Jujur, tidurnya kemarin adalah tidur paling pulas setelah bertahun-tahun.
Beberapa hari kemudian.
__ADS_1
Perusahaan Daniel merayakan hari anniversary perusahaannya. Acaran dirayakan dengan sangat megah. Dekorasi yang digunakan bernuansa moder dengan sedikit sentuhan klasik, berlatar bekang warna hitam dengan dipadukan warna gold. Makanan dan mewah berjajar rapi. Tak lupa, minuman beralkohol yang sudah menjadi tradisi yang tidak bisa dipisahkan dari sebuah pesta.
Untuk pesta kali ini, Amanda memakai gaun berwarna gold. Amanda sangat cantik menggunakan gaun itu. Rambutnya yang di sanggul, membuat leher jenjangnya terekspos dengan cantik.
Saat Amanda di toilet, dia dihampiri seorang gadis. Gadis berpakaian mewah, memakai perhiasan mewah, serta wajahnya yang cantik. Gadis itu bernama Sonia. Dia adalah teman masa kecil Daniel.
Sonia mengeluarkan kartu bank yang didalamnya berisk 20 miliar. Sonia menyodorkan kartu itu pada Amanda.
"Apa ini?" tanya Amanda bingung.
"Kartu ini berisi 20 miliar. Kartu ini akan menjadi milik kamu, dengan satu syarat" ucap Sonia.
Amanda mengerutkan keningnya tidak mengerti.
"Syaratnya, kamu harus mengatakan pertunangan kamu dan Daniel telah dibatalkan" jawab Sonia dengan jelas.
"Maaf nona, saya tidak bisa melakukan itu" tolak Amanda sambil tersenyum dingin.
"Kenapa? Apakah kurang? Jika kurang, kamu bisa bilang. Kurang berapa? Saya akan tambahkan 30 miliar. Jadi totalnya 50 miliar. Bahkan artispun tidak akan mendapatkan bayaran semahal ini" ucap Sonia.
"Heheh,, ini bukan soal uang nona" balas Amanda.
Amanda mengambil kartu dari Sonia. Dia berjalan menuju pintu ke luar. Sonia tersenyum. Dia pikir Amanda akan menerima uang itu. Tapi ternyata salah.
Di dekat pintu, terdapat tempat sampah kecil. Amanda membuang kartu itu ke dalam tempat sampah.
"Hei, apa yang kau lakukan?" tanya Sonia dengan marah saat melihat kartunya dibuang begitu saja oleh Amanda.
Sonia mengambil kartu itu tanpa ingat kalau itu adalah tempat sampah.
"Apa kau sangat membutuhkan uang nona? Sampai kau mengambilnya dari tempat sampah" tanya Amanda.
Sonia membulatkan matanya. Dia baru sadar kalau itu adalah tempat sampah.
"Sepertinya, kau yang lebih membutuhkan itu daripada aku. Dalam kartu itu ada uang 20 miliar. Sekarang kartu itu milikmu dengan tanpa syarat apapun. Jika masih kurang, aku bisa mentranspermu lagi" ucap Amanda membalikkan ucapan Sonia. "Kau tau, bahkan artispun tidak akan mendapatkan itu nona" lanjut Amanda sambil tersenyum.
Setelah mengatakan itu, Amanda pergi meninggalkan toilellt.
__ADS_1
Sonia sangat marah pada perlakuan Amanda padanya. Sonia tau, kalau Amanda tidak mau melakukan apa yang dia suruh. Sonia akan membuat Amanda mengakhiri pertunangannya sendiri.