
101
Seorang wanita masuk ke ruang konferensi pers yang sedamg berlangsunh. Tubuhnya yang tinggi, kulit putih, rambut merah pendek sebahu, body ala gitar Belanda melenggang menaiki panggung. Semua orang menatap wanita itu. Mereka melayangkan tatapan bingung.
Siapa wanita ini?
Dari mana dia berasal?
Kenapa dia ada di sini?
Masih banyak pertanyaan dari benak semua orang. Amanda juga heran siapa orang ini. Tapi dia yakin, wanita ini bukan orang biasa.
"Perkenalkan! Namaku Carline. Aku adalah desainer dari perusahaan yang proyeknya perhiasannya ditiru oleh orang lain" ucap wanita itu mendelik pada Amanda.
Ya, nama wanita itu adalah Carline. Dia adalah orang yang mengaku desain perhiasannya diplagiat oleh Amanda.
Semua orang menatap Amanda.
"Hah,, akhirnya dia muncul juga. Benar dugaanku. Si plagiat ini akan menunjukkan dirinya sendiri" pikir Amanda.
"Maaf, apa yang anda katakan?" tanya Amanda dengan sopan.
Sebelum membuat lawannya tak berdaya, Amanda akan membuat lawannya itu mendapatkan kehormatan dengan menjatuhkan Amanda terlebih dahulu. Setelah itu, Amanda akan dengan puas membuat lawannya terkapar.
"Yang aku katakan adalah kebenaran. Perhiasan yang kau tampilkan adalah desain perhiasan perusahaanku" balas Carline.
"Nona Carline, bisa anda lebih memperjelas apa yang anda katakan?" bingung Amanda.
"Kenapa? Apa IQ mu lemah? Kau tidak bisa menanggapi perkataanku dengan cepat" ejek Carline.
Carline melangkah maju mendekati Amanda. Dia membisikkan sesuatu ditelinga Amanda.
"Nona Amanda. Apa kau pikir aku yang melakukan plagiarisme? Kau itu terlalu bodoh nona Amanda" bisik Carline.
Amanda diam menatap Carline dengan dinging.
Semua orang bertanya-tanya apa yang Carline bisikkan pada Amanda. Sama halnya dengan yang lain, Daniel juga penasaran apa yang dibisikan oleh Carline.
"Dengar! Perusahaanku tidak melakukan palgiarisme. Kami selalu melakukan proyek dengan sehat tanpa menjiplak karya orang lain" ucap Carline yang terdengar tegas. Ucapan Carline juga terdengar seperti sindiran untuk Amanda.
__ADS_1
Semua orang mulai ricuh dengan berbagai pendapat mereka. Mereka semakin yakin Amanda lah yang melakukan plagiarisme.
"Plagiat? Heh, jadi maksudmu,, aku adalah plagiatnya?" tanya Amanda.
"Akhirnya kau mengerti juga" balas Carline.
Amanda membuang wajahnya. Dia mencoba menahan amarah yang mulai memuncak.
"Biarku pastikan sesuatu" ujar Carline.
Amanda kembali menatap Carline.
"Desain perhiasan yang kau akui sebagai buatanmu, bukankah selesai bulan lalu?" tanya Carline.
"Ya" jawab Amanda sekenanya.
"Sudah kuduga" pekik Carline.
Semua orang menatap Carline dengan bingung.
"Nona Amanda adalah seorang plagiarisme. Dia sudah menjiplak karyaku" teriak Carline.
"Bagaimana kau bisa seyakin itu?" tanya Amanda.
Pertanyaan Carline membuat rumor yang berdar semakin benar. Semua orang mulai menuduh dan melontarkan hujatan untuk Amanda.
"Rupanya rumor itu benar. Nona Amanda sudah melakukan plagiarisme"
"Aku tidak menyangka kau akan melakukan hal itu nona Amanda"
"Iya benar. Setelah beberapa hari lalu kau berhasil membuktikan kau tidak bersalah melawan nona Mayang, kini kau berulah lagi"
"Kau menunjukkan jati dirimu yang sebenarnya"
"Apa kau tidak malu? Setelah kau mendapat pujian, kau terbang sampai tak bisa turun lagi. Kau berbuat hal yang memalukan seperti ini"
"Awalnya aku yakin rumor itu bohong. Tapi tertanya itu benar"
Carline dan para reporter kompak menjatuhkan Amanda.
__ADS_1
"Hahah,, apa hanya ini kemampuanmu menjatuhkanku?" gumam Amanda dalam hati.
Sonia melihat dari kejauhan. Dia menyaksikan keributan yang terjadi dikonferensi pers Amanda. Dia sangat senang. Awalnya dia kira akan biasa saja. Tapu ternyata ini sangat luar biasa. Menyaksikan keributan dikonferensi pers adalah hal terbaik dan termenarik yang pernah ada.
"Tamatlah riwayatmu Amanda. Jika Mayang tidak bisa menjatuhkanmu, maka dia akan bisa menjatauhkanmu. Kau tidak akan bisa menghindar dari masalah ini.
"Aku minta bukti" ujar Amanda.
"Bukti? Baiklah aku akan memberimu bukti" balas Carline.
Carline mengeluarkan majalah fashion. Dia menunjukkan majalah itu pada semua orang.
"Lihat! Majalah ini sebagai bukti kalo Amanda sudah melakukan tindakan plagiarisme. Kalian bisa lihat sendiri. Model ini adalah Brand Ambasador perusahaanku. Ditangannya terdapat perhiasan yang aku desain sendiri. Desain ini sama persis dengan desain Amanda" jelas Carline.
Semua orang memotret majalah yang ada di tangan Carline.
"Biarku perjelas lagi. Aku menyelesaikan desain ini 2 bulan yang lalu. Sedangkan Amanda menyelesaikan desainnya bulan lalu. Di sini sudah terlihatkan siapa yang melakukan plagiat?" ujar Carline.
Amanda hanya menatap Carline dengan dingin.
"Lalu apa yang mau kau lakukan?" tanya Amanda.
"Aku ingin kau meminta maaf di hadapan semua orang dan membayar kompensasi pelanggaran hak sebanyak 500 juta" balas Carline.
Semua orang terkejut dengan nominal yang diajukan Carline. 500 juta itu bukanlah jumlah yang kecil. Itu jumpal yang besar.
Amanda dan Daniel saling bertatapan. Tatapan Daniel menujukkan keyakinan pada Amanda. Daniel mengizinkan Amanda beebuat apa pun untuk membuktikan dirinya tidak melakukan plagiat.
"Aku yakin kau akan bisa membalikkan keadaan Amanda" batin Daniel.
"Nona Carline yang terhormat" ujar Amanda menyunggingkan senyum misterius.
Carline menatap Amanda. Dia tidak tau apa arti senyuman Amanda.
"Aku akan memberimu 500 juta, bahkan 1 miliar. Tapi kau harus menjelaskan asal muasal majalah itu" lanjut Amanda.
Semua orang membelalakan matanya, mereka menganga mendengar kata 1 miliar dari Amanda. 500 juta saja sudah besar. Apalagi 1 miliar. Itu jumlah yang sangat besar. Rasanya tidak sebanding dengan apa yang dilakukan.
Carline menatap Amanda dengan bingung.
__ADS_1
"Dengar nona Carline. Pada majalah itu memang terdapat perhiasan yang kau sebut dengan desainmu. Tapi Dari mana asal majalah itu? Keluaran mana majalah itu? Aku bertanya seprti ini, karna aku tidak pernah melihat majalah itu. Apalagi majalah itu terbilang masih baru. Dan aku yakin, kalian semua juga belum pernah melihat majalan itu kan?" tanya Amanda.
Carline mematung di tempatnya