
122
Oliv terus memb*ngkam mulut Amanda. Amanda memberontak dengan mengg*git jari Oliv.
"Akh.." teriak Oliv.
"Kenapa kau?" tanya Sonia.
"Gadis kampung ini mengg*gitku" jawab Oliv sambil memegang jarinya yang sakit.
"Kau pantas mendapatkan itu" balas Amanda.
"Kurang ajar kau. Kau berani padaku?" tantang Oliv.
"Ya, aku berani. Cepat lepaskan tanganku dan lihatlah aku akan mem*tahkan kedua tanganmu dengan tanganku sendiri" balas Amanda.
Oliv mendengus kesal. Bisa-bisanya Amanda membalas ucapannya.
"Diam kau" s*ntak Sonia.
"Cepat hentikan mobilnya" titah Amanda.
"Tidak akan. Aku akan membawamu ke tempat di mana tidak ada kehidupan" tolak Sonia.
Amanda terdiam. Mustahil Sonia mau menuruti ucapan Amanda. Amanda harus memikirkan sebuah cara agar Sonia menghentikan mobilnya. Hanya ada satu cara agar Sonia menghentikan mobilnya. Dan itu dengan cara membuat mobil yang ditumpanginya kecelakaan. Atau minimal menabrak pohon atau sejenisnya. Dengan begitu, mobil akan berhenti dan Amanda bisa melarikan diri.
Tapi cara itu sangat beresiko besar. Jika kecelakaannya parah, itu akan membuat mereka m*ti di tempat. Ya,, paling tidak, mereka akan luka-luka. Tapi apa pun resikonya, Amandan akan tetap melakukan rencananya.
Tapi Amanda juga berpikir, jika mereka selamat, Sonia bisa meminta bantuan teman-temannya. Jika hal itu terjadi, percuma Amanda melakukan itu. Untuk berjaga-jaga, Amanda harus bisa membuat Daniel bisa melacaknya.
Amanda berpikir, di mana dia bisa menemukan CCTV. Perempatan. Ya, tempat itu biasanya dipasang CCTV. Amanda akan menunggu waktu yang tepat, kemudian menjalankan rencananya.
"Rupanya kalian bersekongkol" ujar Amanda.
"Ya. Memangnya kenapa?" balas Sonia.
"Kenapa kalian melakukan ini padaku? Aku tidak punya masalah dengan kalian" tanya Amanda tak habis pikir.
"Kau yang mencari masalah dengan kami" balas Oliv.
"Kapan aku mencari masalah dengan kalian?"
"Dasar d*ngo. Kau sudah berani bertunangan dengan Daniel" geram Sonia.
"Ah,, sudah kuduga. Ternyata kalian sama-sama menyukai Daniel. Tapi maaf, Daniel tidak menyukai kalian. Daniel hanya menyukaiku" ucap Amanda.
"PD sekali kau"
"Jelas saja aku PD. Aku baru saja bertunangan"
Sonia dan Oliv tersulut emosi mendengar ucapan Amanda.
"Dengar. Sampai kapan pun, Daniel tidak akan pernah bisa menjadi milikmu" tekan Sonia.
"Terserah" balas Amanda.
Amanda diam sambil terus mengawasi area yang dia lewati. Dia masih tidak melihat tanda-tanda adanya perempatan.
Tiba-tiba Amanda termenung. Dia merasa dia pernah memgalami hal ini. Dia pernah ada dalam situasi ini. Sekelibat ingatan muncul di kepala Amanda.
"Lepaskan kami.."
"Kakek,, aku mau kakekku.."
"Siapa kalian? Kenapa kalian membawa kami?"
"Heh, bocah kecil! Diam lah, jangan berisik"
"Aku mau kakek.."
__ADS_1
"Kakek,, kakek,, setelah ini kau akan menemui kakekmu di neraka"
"Tapi kakekku belum meninggal.."
"Jika dia belum m*ti, maka kau yang akan m*ti duluan dan menunggu kakekmu di neraka"
"Huah,, kau jahat sekali,, hiks,, hik.."
"Paman, kau ini jahat sekali. Cepat lepaskan kami. Atau aku akan berteriak"
"Coba saja teriak. Tidak akan ada yang mendengar suara kecilmu itu"
"Tolong,, kakek.."
"Akh.." teriak Amanda memegang kepalanya yang terasa sakit.
"Hei, ada apa denganmu gadis kampung?" s*ntak Oliv yang kaget karena teriakan Amanda.
"Siapa mereka? Kenapa mereka meminta tolong?" gumam Amanda.
"Mereka siapa?" tanya Oliv.
Amanda menatap Oliv dengan tatapan sangat sulit diartikan. Oliv kembali menghadap ke depan. Sementara Sonia pokus mengemudi.
Dari ujung mata, Amanda melihat ada perempatan. Seketika Amanda melupakan ingatan yang baru saja dia ingat. Amanda bangkit dan mendekat pada Sonia.
"Hei,, apa yang kau lakukan?" tanya Sonia.
Amanda berebut setir dengan Sonia.
"Lepaskan tanganmu. Jika begini, kita akan kecelakaan"
Amanda tidak mendengarkan ucapan Sonia. Dia terus berusaha memegang setir. Sampai akhirnya, tepat di perempatan, mobil yang ditumpangi Amanda kecelakaan menabrak tiang lampu merah.
"Akh.." jerit ketiga orang itu.
Mereka bertiga sama-sama mengalami luka di kepala.
"Aku ingin membawa kalian m*ti bersamaku" balas Amanda sambil terkekeh. Dia senang karna rencananya berhasil.
Di sisi lain..
"Kau sudah menemukan keberadaan mobil itu?" tanya Daniel pada Tio yang pokus pada komputer di depannya.
"Sebentar lagi,, dan,, dapat" balas Tio menghembuskan nafas lega. "Lihat lah" ucap Tio.
"Di mana itu? kenapa titiknya bergerak?" tanya Darma.
"Akrtinya, mobil ini sedang bergerak menuju suatu tempat. Tapi aku tidak tau tujuannya ke mana" jawab Tio.
Mereka terkejut saat tiba-tiba saja mobil itu bergerak dengan tidak wajar, kemudian berhenti begitu saja.
"Apa yang terjadi?" tanya Bagas.
"Aku tidak tau kek. Kenapa mobil itu berhenti"
"Apa mungkin itu tempat tujuan mereka membawa Amanda?" tanya Daniel.
"Aku rasa tidak. Mobil ini berhenti diperempatan jalan. Kemungkinan akan banyak orang yang berlalu-lalang. Tidak mungkin seseorang menculik dan membawa sandranya ke tempat yang ramai orang" balas Tio.
"Benar juga" gumam Daniel.
Semua orang berpikir.
"Tunggu, bukankah itu diperempatan?" tanya Daniel.
"Iya" balas Tio.
"CCTV. Pasti di sana ada CCTV" ujar Daniel.
__ADS_1
"Hah,, kau benar. Aku akan meretas CCTV di jalan itu" ucap Tio yang tau jalan pikiran Daniel.
Tio terlihat sangat serius memainkan jarinya pada mause komputer. Dan semua orang juga sangat serius melihat Tio yang sedang bekerja.
Jika kalian bertanya, siapa saja yang ada di sana, maka jawabannya. Daniel, Darma, Bagas, Tio dan Rio. Mereka berlima berkumpul.
Sedari tadi Rio hanya memperhatikan. Dia siap melakukan apa pun atas perintah Daniel.
"Ini dia" ucap Tio.
Tio menunjukkan video CCTV saat mobil yang Amanda tumpangi kecelakaan menabrak tiang. Mereka juga masih belihat mobil itu ada di sana.
Amanda, Sonia dan Oliv keluar dari mobil. Tentunya Amanda dipegangi dan diawasi oleh Sonia dan Oliv.
"Sonia" ujar Daniel.
"Oliv" ujar Bagas.
"Aku yakin merekalah yang sudah menculik Amanda" ucap Tio.
"Kurang ajar. Berani sekali mereka melakukan itu" geram Daniel.
Tampak Amanda dan kedua wanita itu saling beradu mulut. Dan disaat keduanya beradu mulut, tiba-tiba datang 10 mobil berwarna hitam menghampiri mereka.
Seseorang membukakan pintu belakang salah satu mobil. Dan keluarlah pria bertubuh besar, berpakaian hitam berjalan menghampiri Amanda, Sonia dan yang lainnya.
Rio menyipitkan matanya saat melihat pria yang keluar dari mobil. Rio merasa tidak asing dengan pria itu.
Sonia dan pria itu tampak berbincang bincang. Dari gelagat mereka, sepertinya Sonia sedang memperkenalkan pria itu pada Amanda. Dan benar saja, Amanda dip*ksa maju kedepan dan berhadapan dengan pria itu.
Pria itu memperhatikan Amanda dari atas sampai bawah kemudian tersenyum. Pria itu memegang dagu Amanda dan berbicara sesuatu. Amanda tampak tersenyum licik kemudian dia meludahi wajah pria itu.
Pria itu tampak kesal. Dia langsung memegang kepala Amanda dan memb*nt*rkannya kebagian depan mobil.
Daniel dan yang lainnya sangat terkejut saat pria itu melakukan kekerasan pada Amanda.
"Amanda.." ucap semua orang secara bersamaan.
Oliv dan Sonia pun juga tampak kaget. Amanda terihat kesakitan, namun dia tetap tersenyum. Amanda terlihat menantang pria itu.
Pria itu langsung menyuruh anak buahnya untuk membawa Amanda ke dalam mobil. Tak lupa mata Amanda juga ditutup oleh sebuah kain hitam. Mobil itu pun melaju.
Tanpa disuruh, Tio segera melacak mobil yang baru saja membawa Amanda pergi.
Daniel mengepalkan tangannya dengan erat. Hatinya merasa sakit saat melihat Amanda diperlakukan k*sar oleh pria itu.
Daniel segera melangkahkan kakinya dengan cepat. Rio tau tujuan Daniel. Dia segera menghentikan Daniel. Darma dan yang lainnya menatap pada Daniel.
"Tuan tunggu" cegah Rio.
"Minggir, aku akan mengh*bisi para baj*ngan itu"
"Tuan tunggu dulu"
"Minggir! Kenapa kau menghalangiku?"
"Tuan, sabarlah sebentar"
"Kenapa kau menyuruhku bersabar? Sebenarnya kau ada dipihak siapa? Dia atau aku?"
Hm,, sebenernya Rio ada di pihak siapa ya?
Atau jangan-jangan Rio juga ikut dalam rencana Sonia?
Penasaran?
Terus pantengin ya up selanjutnya
Ayo dong,, kasih author semangat. Authof butuh penyemangat nih..
__ADS_1
Et,, jangan lupa tinggalkan jejak