CINTA DALAM 3 BULAN

CINTA DALAM 3 BULAN
Ancaman Amanda


__ADS_3

109


Gabby dan A sangat kaget. Mereka segera bangun dari posisi mereka. Gabby menutupi tubuhnya menggunakan selimut, sementara A segera memakai celananya.


"Nona Gabby, apa yang kau lakukan di sini? Dan siapa pria itu?" tanya salah seorang reporter.


"Ini memalukan. Seorang selebriti terkenal melakukan m*sum di hotel bersama seorang pria"


"Ini akan menjadi topik panas dengan ratting tertinggi"


"Kenapa kau melakukan ini nona Gabby?"


"Apa seperti ini cara kerja seorang selebriti dalam melakukan pekerjaannya?"


"Iya, aku dengar kau diputuskan kontrak oleh perusahaan tuan Daniel, apa karna ini?"


"Apa bayaranmu terlalu tinggi, sampai kau meminta kenikmatan dari pria asing?"


Banyak reporter yang memberi pertanyaan pada Gabby. Sementara Gabby membisu. Lidahnya terasa kelu untuk menjawab.


"I-ini tidak seperti yang kalian lihat" sangal Gabby.


"Lalu apa yang kami lihat ini nona Gabby?" tanya Amanda tersenyum sinis.


"Sungguh tidak tau malu. Kau sudah merusak nama selebriti" lanjut Amanda.


Gabby merasa marah. Dia bergerak menuju Amanda dan hendak mem*kulnya. Namun tindakan Gabby terhenti saat kedatangan Albert.


"GABBY!" teriak Albert.


Semua orang melihat pada Albert.


"Albert.." gumam Gabby.


"Apa yang terjadi?" tanya Albert dingin.


"Ini, tidak yang seperti kamu lihat sayang"


"Jangan panggil aku sayang. Tidak ada hubungan lagi diantara kita"


"Baiklah,, Albert, ini tidak yang seperti kamu lihat"


"Lalu seperti apa? Kau bilang kau ingin meminta maaf pada Amanda. Aku mengizinkanmu ke sini hanya karna kau mau meminta maaf pada Amanda. Tapi barusan apa yang aku lihat? Kau berusaha melukai Amanda?"


"Tidak, aku hanya terbawa emosi saja"


"Lalu kenapa kau berpenampilan seperti itu? Kau pikir hotelku tempat untuk berbuat m*sum!" sargah Albert.


"Tidak! Aku tidak tau siapa pria ini. Ini semua karna pria ini. Dia tiba-tiba masuk dan mem*saku melakukan itu"


A membulatkan matanya. Kenapa jadi dia yang disalahkan? Dia kan hanya dibayar untuk melakukannya. Karna sudah dibayar, A tidak mau terkena dalam masalah. Apalagi masalah dia telah berubuat m*sum. Ya,, meskipun menyataannya memang seperti itu.


"Apa yang kau katakam sayang? Kau tega mengatakan itu? Kita adalah sepasang kekasih. Kita melakukannya atas keinginan kita sendiri" ucap A.


A memeluk Gabby dengan erat.


"Tuan, kami adalah sepasang kekasih yang saling mencintai" jelas A pada Albert.


Gabby berusahe melepaskan A.


"Pergi kau, menjauh dariku" Gabby menghempaskan A.


Dia beralih menatap Amanda. Gabby kembali melayangkan tangannya hendak mem*kul Amanda.


"Ini semua karna kau" teriak Gabby.

__ADS_1


Albert menahan Gabby agar tidak mendekati Amanda.


"Jangan mendekati Amanda" tegas Albert.


Albert menjauhkan Gabby dari Amanda.


"Apa benar itu kekasihmu?" tanya Albert.


"Hiks,, tidak. Dia bukan kekasihku,, hiks,, hiks,, aku dijebak Albert. Amanda yang sudah menjebakku,, hiks,, hiks,, dia yang melakukan ini padaku. Dia yang mengirim pria ini" fitnah Gabby.


Semua orang kaget mendengar ucapan Gabby.


"Jangan sembarang kau. Calon istriku tidak mungkin melakukan itu" bantah Daniel.


"Ini kenyataannya! Di sini aku korbannya. Kesucianku direnggut oleh pria hidung belang itu. Dan pria itu adalah suruhan Amanda. Amanda sudah mengh*ncurkan kehidupanku" Gabby berteriak histeris.


"Jangan mengada-ngada. Aku mengenal Amanda. Dia tidak akan melakukan hal serendah itu" bantah Albert.


"Albert,, tapi itu yang terjadi. Dia adalah wanita k*jam, tak berperasaan" teriak Gabby.


Amanda sudah jengah dengan kebohongan Gabby. Amanda sudah cukup sabar selama ini menghadapi Gabby. Saat ini nasib Gabby akan sama seperti Mayang.


"Cukup" tegas Amanda. Amanda menatap Gabby.


Semua orang beralih pada Amanda.


"Kau belum puas? Apa masih ada kebohongan yang ingin kau sampaikan pada di depan semua orang? Kau ini manusia terbuat dari apa? Kau itu tidak tau malu. Kau menyalahkan orang lain agar kau terbebas dari masalahmu. Apa kau lupa, apa yang kau lakukan kepadaku?"


Hening. Tak ada suara.


"Tuan, lihat ini" Amanda menunjukkan sebuah foto dan Video.


Pada foto itu terlihat Gabby sedang membeli obat p*rangsang disebuah apotek. Dan video itu menunjukkan Gabby yang sedang memasukan obat itu pada minuman Amanda. Foto dan Video itu dia dapatkan dari Tio. Tio mengambilnya dari CCTV.


"Tuan, dia berusaha menjebakku. Tapi aku berhasil melarikan diri. Dan dia malah meminum, minuman yang berisi obat itu. Tapi dia malah menyalahkanku"


Albert terlihat sangat marah. Sangat jelas di wajahnya Albert berusaha menahan amarah yang mulai membuncah.


Semua orang sangat kaget melihat bukti yang Amanda tunjukkan. Para reporter mulai menghujat Gabby lagi. Mereka tak menyangka kelakukan Gabby akan seperti itu.


Sementara Gabby hanya bisa diam mematunh. Tubuhnya kaku. Dia tidak bisa menyangkal lagi.


Amanda mendekat ke arah Gabby.


"Dengar, ingat ini baik-baik. Kau harus menjadikan ini sebagai pelajaran. Kali ini aku memaafkanmu sampai di sini. Tapi jika kau melakukan hal yang lebih jauh lagi, aku tidak akan segan untuk menghilangkan nyawamu. Camkan itu" bisik Amanda di telinga Gabby.


Setelah berbisik Amanda tersenyum pada Gabby. Sementara Gabby terdiam kaget mendengar ucapan Amanda. Sebenarnya itu sebuah *ncaman untuk Gabby.


Amanda berjalan meninggalkan kamar itu dan disusul oleh Daniel. Amanda menekan tombol lift. Dia sudah tidak berselera untuk melanjutkan perayaan ini.


"Kau tidak papa?" tanya Daniel.


Daniel sangat khawatir pada Amanda.


"Hm.." balas Amanda.


Daniel menyadari perubahan sikap Amanda.


Pintu lift terbuka. Daniel menarik Amanda untuk memasuki lift. Daniel merapatkan tubuhnya pada tubuh Amanda. Daniel menempelkan tubuh Amanda pada dinding lift.


"Kenapa kau bersikap seperti ini padaku?" tanya Daniel.


Amanda membuang wajahnya.


"Jawab aku"

__ADS_1


"Kenapa kau di sini? Kau lanjutkan saja menari bersama Sonia"


Amanda cemburu?


Hati Daniel berbunga-bunga saat mengetahui Amanda cemburu pada Sonia. Iti berarti Amanda mencintainya.


"Apa hubunganmu dengan Sonia? Apa jangan-jangan Sonia itu Tari?" tanya Amanda.


"Tidak. Sonia bukanlah Tari" sangkal Daniel.


"Jangan marah lagi. Maafkan aku" mohon Daniel.


Amanda masih merasa kesal atas apa yang terjadi.


Daniel semakin menempelkan tubuhnya pada Amanda. Suasana berubah menjadi romatis. Daniel menangkup wajah Amanda dengan tangan kekarnya.


"Tatap mataku" ucap Daniel.


Amanda menatap mata Daniel. tatapan t*jam namun terlihat sayu. Itu lah yang dilihat dari mata Daniel.


Daniel memajukan wajah mendekat pada wajah Amanda.


Ting..


Pintu lift terbuka. Amanda buru-buru melepaskan diri dari Daniel dan keluar terlebih dahulu.


"Ck.." Daniel berdecak sebal saat momen romantisnya gagal.


"Ayo kita pulang" ajak Daniel.


"Tidak. Aku akan pulang naik taxi" tolak Amanda.


"Kenapa harus naik taxi? Aku kan ada di sini? Kau harus pulang bersamaku"


"Tidak. Aku mau pulang naik taxi"


"Kau harus pulang bersamaku"


"Tidak"


"Harus"


"Tidak"


"Harus"


"Tid-ahk.." pekik Amanda.


Daniel menggendong Amanda menuju mobilnya.


"Turunkan aku.." Amanda memberontak.


Daniel tidak mendengarkan Amanda. Dia terus berjalan dan memasukan Amanda ke dalam mobil.


Amands merasa dongkol atas sikap Daniel yang pem*sa.


Hai Reader!


Maaf ya kemarin author ketiduran. Habis shalat tarawij author langsung tidur


Jangan lupa tinggalkan jejak


Terus dukung Amanda dan Daniel


Sampa jumpa di up selanjutnya

__ADS_1


__ADS_2