CINTA DALAM 3 BULAN

CINTA DALAM 3 BULAN
Jawaban Amanda


__ADS_3

115


"Tuan,, aku mau berenang" pinta Amanda.


"Nanti agak siangan. Ini masih pagi. Dingin" balas Daniel.


"Em,, maunya sekarang" rengek Amanda.


"Nanti.." Daniel menuntun Amanda masuk kembali ke dalam mobil.


Daniel membawa Amanda ke hotel.


"Kok kita ke hotel sih?" tanya Amanda.


"Kita istirahat dulu di hotel" jawab Daniel.


"Tapi aku mau berenang"


"Iya, nanti. Kalo mau berenang, harus makan dulu. Kau belum makan apa pun"


"Hm,, baiklah"


Daniel memesan satu kamar untuk mereka berdua.


"Kau mau menginap tidak?" tawar Daniel.


"Mau. Tapi besok aku harus pulang" balas Amanda.


"Kau benar juga"


"Aku mulai lapar tuan. Kita pesen makan sekarang ya"


Daniel menganggukkan kepalanya.


Daniel memesan makanan. Amanda dan Daniel makan dengan lahapnya. Terutama Amanda. Dia yang awalnya tidak mau lapar, kini malah dia yang terlihat sangat kelaparan.


Setelah makan, Daniel duduk sambil memainkan ponsel pintarnya. Dia sedang menunggu Amanda berganti baju.


"Tuan, ayo. Aku sudah siap" panggil Amanda.



Daniel tertegun melihat Amanda. Amanda terlihat sangat cantik dan s***. Dengan memakai baju yang seperti itu, ditambah rambut diikat kuda ke belakang, membuat paras cantik Amanda keluar.


"Apa yang kau pakai?" tanya Daniel.


"Baju renanglah tuan. Masa kostum hallowin? Kau tidak melihat aku sudah cantik seperti ini?" jawab Amanda.


"Ganti. Kau tidak boleh memakai pakaian seperti itu" titah Daniel.


"Kenapa?" protes Amanda.


"Kau tidak cocok memakai pakaian seperti itu. Kau bisa masuk angin. Lihatlah, perutmu tidak tertutup"


"Tuan, ini baju renang. Bukan kostum badut yang menutupi seluruh tubuh"


"Bagaimana kalo ada pria yang mendekatimu?"


"Aku akan menjauh"


"Kalo pria itu melirikmu?"


"Aku akan pelototi dia, agar dia takut"


"Bagaimana kalo pria itu menggodamu?"


"Tuan, kau kan bersamaku. Jika kau bersamaku, tidak akan ada pria yang berani melakukan itu padaku"


Amanda berusaha meyakinkan Daniel.


"Baiklah. Tapi ingat, jika ada pria yang melakukan itu padamu, jangan halangi aku untuk melakukan apa pun pada pria itu"


"Iya tuanku yang arogan"


Amanda berhasil meyakinkan Daniel. Meski Daniel sudah membolehkan Amanda memakai pakaian itu, tapi dia masih tidak rela. Daniel harus melakukan sesuatu agar orang lain tau kalo Amanda sudah menjadi miliknya.


"Ayo, tunggu apa lagi" ajak Amanda.


Dia sudah tidak sabar untuk bernang di pantai.


"Tunggu, aku rasa di luar hujan" cegah Daniel.


"Apa! Ah,, tidak mungkin. Tadi masih cerah kok" Amanda khawatir di luar hujan. Dia pergi ke balkon dan untuk melihat cuaca.


"Apanya yang hujan? Jelas-jelas ini sangat cerah" gumam Amanda. "Tuan,, kau bohong. Di pantai tidak hujan. Kau salah lihat" ucap Amanda.


Tiba-tiba Daniel memeluk Amanda dari belakang.


"Tuan, apa yang kau lakukan? Lepaskan aku. Bukankah kita mau berenang?"


"Aku akan melepaskanmu setelah melakukan sesuatu"


Daniel menyingkirkan rambut yang menghalangi tengkuk Amanda. Daniel mengecup tengkuk belakang Amanda. Dia membuat tanda kemerahan ditengkuknya. Daniel membuat tanda kepemilikkan pada tengkuk Amanda. Ya,, meskipun Amanda belum sepenuhnya menjadi miliknya. Perbuatan yang dilakukan Daniel membuat Amanda meremang. Amanda kaget dengan tindakan Daniel.


"Tuan, apa yang kau lakukan?" tanya Amanda gugup.


"Aku meninggalkan tanda kepemilikanku" jawab Daniel.


"Hah! Kenapa kau melakukan itu?"


"Ini cara agar kau tidak diganggu oleh pria manapun"


"Ah,, kau ini. Kalo begini aku jadi malu"


"Kalo malu ya sudah, tidak usah berenang. Itu lebih baik"


"Ih,, baiklah. Tapi aku akan menutupinya dengan make up"

__ADS_1


"Untuk apa kau tutupi? Tanda itu dibuat untuk terlihat, bukan untuk ditutupi"


"Iya,, iya"


"Ya udah ayo. Bukankah kau sudah tidak sabar untuk bernang?"


"Hm.." Amanda mendengus sebal.


Daniel sangat senang dengan apa yang dia lakukan. Kini Daniel tidak khawatir lagi.


Saat sampai di lobi hotel, Amanda sangat malu. Dia takut orang-orang akan melihat tanda yang diberikan oleh Daniel. Dia berharap tidak akan ada orang yang menyadarinya.


Daniel menggenggam tangan Amanda. Dari hotel mereka berjalan menuju pantai, karna memang hotelnya berhadapan langsung dengan pantai.


Saat melihat pantai, seketika Amanda melupakan kekesalannya pada Daniel. Amanda melepaskan tangan Daniel dan berlari ke arah bibir pantai.


Cukup ramai orang di sana. Mereka memperhatikan Amanda. Tatapan kagum mereka berikan pada Amanda. Ada segerombolan pria melihat Amanda dengan tatapan terpesona.


"Gila bro, tu cewek cantik bener"


"Iya, bening banget"


"Gue harus dapetin tuh cewek"


"Eh, jangan asal lo. Hati-hati, kayaknya dia udah ada yang punya"


"Alah,, sotoy lo. Gue yakin dia masih single"


"Eh bocah, lo gak liat tanda di lehernya"


"Mana?"


"Itu, tuh. Dia udah ada yang punya"


"Ah,, gak percaya gue"


Pria-pria itu terus membicarakan Amanda. Dan Daniel mendengar semua itu. Dugaan Daniel benar kan? Usahanya tak sia-sia. Pria-pria yang melihat Amanda, mereka mengira Amanda sudah milik orang lain. Dan Daniel lah pemiliknya.


Daniel ingin membuat pria-pria itu panas. Dia mendekat pada Amanda yang sedang merentangkan tangannya menghadap pantai. Lagi-lagi Daniel memeluk Amanda dari bepalang.


"Kau senang?" tanya Daniel.


"Ya, aku sangat senang" jawab Amanda.


Daniel membalikkan tubuh Amanda.


"Kalo begitu kau harus berterima kasih padaku" ujar Daniel.


"Aku sangat berterima kasih, kau sudah mengajakku ke pantai" ucap Amanda.


"Bukan seperti itu"


"Lalu?"


Daniel memajukan wajahnya pada Amanda. Amanda langsung tau apa yang diinginkan Daniel.


Amanda mengecup bibir Daniel sekilas. Lalu tersenyum.


"Terima kasih" ucap Amanda.


Daniel tersenyum mendapat kecupan Dari Amanda.


"Anjir. Tu cewek ny*um ceweknya"


"Mana ganteng lagi cowoknya. Kita bukan saingannya"


"Pupus harapan gue. Tu cewek udah ada pawangnya"


pria-pria itu putus harapan melihat kemesraan Amanda dan Daniel.


Amanda mengajak Daniel masuk ke air dan bermain air bersama. Beribu tawa menghiasi wajah mereka. Amanda sangat senang bermain air di pantai. Sampai pukul 12 siang, Amanda mulai kedinginan.


"Kau kedinginan?" tanya Daniel.


"Ya,, sangat dingin" jawab Amanda.


"Ayo kita mandi. Lagi pula sudah lama kita di air" ajak Daniel dan diangguki oleh Amanda.


Amanda dan Daniel berjalan menuju hotel. Semakin siang, semakin banyak orang yang ke pantai. Kini pantai sudah ramai. Dan banyak orang yang terpesona oleh penampilan Amanda. Apalagi dengan keadaan tubuhnya yang basah, membuat Amanda tambah cantik.


"Tunggu" Daniel menghentikan langkahnya.


"Kenapa?" tanya Amanda heran.


Daniel membuka kemeja pantainya dan memakaikannya pada Amanda.


"Untuk apa ini tuan?"


"Agar menutupi tubuhmu" jawab Daniel.


Amanda terharu dengan perilaku Daniel. Hari ini Amanda merasa diperlakukan bak ratu oleh Daniel.


"Uwh,, manisnya" gumam Amanda.


Amanda dan Daniel melanjutkan kembali perjalanan menuju hotel.


Setelah sampai, Amanda mandi duluan. Dan saat dia selesai mandi, Daniel juga sudah mandi. Daniel juga sudah memesan makanan untuk mereka berdua. Mereka berdua makan bersama.


Setelah makan, Amanda ketiduran di atas sofa. Daniel memindahkan Amanda ke atas tempat tidur. Tak lama dia pun ikut berbaring dan terlelap dalam mimpi.


Amanda terbangun pukul 16.50.


"Tuan bangun,, ini sudah sore" Amanda membanggunkan Daniel.


"Eum.." Daniel bangun dari tidurnya.


"Aku ingin melihat sunset di pantai" pinta Amanda.

__ADS_1


"Em,, ya. Ayo" setuju Daniel.


"Aku akan mengganti bajuku dulu"


Daniel menganggukkan kepalanya. Setelah selesai berganti baju dengan dress, Amanda keluar. Lagi-lagi Amanda melihat Daniel sudah siap dan berganti baju. Amanda tidak heran melihat Daniel.


Singkat cerita, Amanda dan Daniel sudah berada di pantai untuk menikmati sunset. Amanda sangat bahagia bisa melihat sunset. Amanda terharu melihat sunset yang begitu indah.


"Amanda" panggil Daniel.


Amanda menengokkan kepalanya pada Daniel. Amanda terkejut saat Daniel sudah berjongkok menghadapnya.


"Tuan, apa yang kau lakukan?" tanya Amanda sedikit panik.


"Amamda, aku sangat mencintai mencintaimu. Aku tidak bisa hidup tanpamu. Aku ingin kau menjadi bagian dari hidupku. Sekarang, besok dan selamanya" ungkap Daniel.


Amanda terpaku di tempatnya. Dia tidak menyangka Daniel akan mengungkapkan isi hatinya.


"Amanda Batari, will you marry me?" Daniel melamar Amanda.


Daniel mempersembahkan cincin permata berwarna biru laut pada Amanda.


Amanda menutup mulutnya tak percaya. Seorang Daniel Aiden melamarnya saat ini.


Amanda tidak mempunyai alasan untuk menolak Daniel. Daniel sudah bersikap sangat baik pada Amanda.


"Yes, I will" Amanda pun menganggukkan kepalanya dengan yakin.


Daniel sangat senang denan jawaban Amanda. Daniel memasangkan cincin permata itu dijari manis Amanda.


Daniel memeluk Amanda dengan bahagia. Dia tidak menyangka Amanda menerima lamarannya. Mereka berc*uman sebagai tanda kebahagiaan. Hari ini adalah hari terindah bagi mereka.


Dan mereka pun hidup bahagia selamanya.


End.


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


Et,, masih belum end. Masih ada kelanjutannya. Terus pantengin ya. Cinta Amanda dan Daniel baru akan diuji setelah keduanya bersatu. Jadi jangan senang dulu ya siapa tau akhirnya akan berbeda🤭


Terima kasijlh sudah mampir


Jangan lupa tinggalkan jejak


Terus dukung Amanda dan Daniel ya


Salam hangat dari author

__ADS_1


__ADS_2