CINTA DALAM 3 BULAN

CINTA DALAM 3 BULAN
Senjata Makan Tuan


__ADS_3

107


"Bagaimana minumannya, enak?" tanya Gabby.


"Ya, ini sangat segar dan enak" balas Amanda.


"Hahah,, tinggal menunggu beberapa saat lagi" batin Gabby.


Beberapa detik kemudian, Amanda mulai bereaksi.


"Emh.." Amanda memegang kepalanya.


"Eh,, Amanda, kau kenapa?" tanya Gabby panik.


"Entahlah. Kepalaku tiba-tiba sakit" balas Amanda.


Amanda mulai berdiri tidak bisa berdiri tegak. Gabby menaruh menumannya dan beralih memegang tubuh Amanda. Satu tangan Gabby dipakai untuk memegang gelas milik Amanda. Dan satu tangannya lagi digunakan untuk menahan tubuh Amanda.


"Amanda, bertahanlah. Kau akan baik-baik saja. Aku akan menolongmu" ujar Gabby.


Gabby memapah Amanda kesebuah kamar di lantai itu. Gabbya membaringkan Amanda di sofa. Sementara gelas yang dipegangnya diletakan di meja sebelah sofa itu. Amanda memejamkan matanya.


Gabby menatap Amanda.


"Heh,, cuma segitu kemampuanmu? Kau dengan mudahnya menerima permintaan maaf dari musuhmu. Kau terlalu polos untuk bersaing melawanku Amanda. Kau hanya gadis lugu dari kampung yang datang ke kota" ucap Gabby.


Gabby berbalik dan merogoh ponselnya. Gabby mengirimkan pesan pada seseorang. Lebih tepathya Gabby mengirimkan pesan pada Sonia.


Gabby: Aku sudah membawa Amanda ke kamar itu.


Itulah isi pesan Gabby.


Gabby kembali berbalik dan melihat Amanda masih pada posisi awalnya. Gabby tersenyum sinis pada Amanda.


"Selamat bersenang-senang" ujar Gabby.

__ADS_1


Gabby berbalik dan hendak pergi. Namun langkah Gabby terhenti saat mendengar suara Amanda.


"Eum,, selamat juga untukmu" ujar Amanda.


Gabby membalikkan badannya dan tercengah melihat Amanda yang sudah duduk dan dalam keadaan normal. Gabby masih belum sadar kalo Amanda hanya berpura-pura kesakitan.


"Sepertinya keahlian aktingmu menurun Gabby. Aku malah lebih jago berakting daripada dirimu. Kau tidak bisa membedakan mana akting dan mana kenyataan. Kau sangat payah" ejek Amanda.


"Ba-bagaimana bisa kau baik-baik saja? Bukankah, kau sudah meminum minuman itu?" tanya Gabby kaget.


"Bukankah kau seorang aktris? Kau pasti taulah bagaimana aku melakukannya" balas Amanda dengan sinis.


Gabby merasa kesal pada Amanda. Dia tidak terima Amanda baik-baik saja. Gabby hendak meluapkan amarahnya. Tapi dia kalah cepat dengan Amanda.


Amanda bangun dari duduknya dan meraih gelas yang diberikan Gabby padanya. Amanda berjalan cepat ke arah Gabby.


"Sini kau" Amanda menarik tangan Gabby.


Dia menempelkan tubuh Gabby pada dinding. Amanda maju ke depan Gabby. Dia me-megang mulut Gabby dengan satu tangannya. Tangan lain yang memegang gelas tak diam saja. Amanda mem*ksa Gabby meminum minuman yang diberikan padanya. Gabby memberontak, tapi Amanda lebih unggul dari Gabby. Minuman itu sudah habis diminum oleh Gabby.


"Bagaimana? enak? Segar?" tanya Amanda.


Amanda menatap Gabby dengan t*jam.


"Aku tau, ada sesuatu yang kau campurkan ke dalam minuman itu. Dan sekarang kau yang meminumnya sendiri. Ini seperti pepatah, senjata makan tuan. Benarkan?"


Gabby gelagapan. Bagaimana Amanda bisa tau rencananya?


Gabby hendak membantah. Jamun obat mulai bekerja. Gabby mulai merasakan perubahan pada tubuhnya.


"Ah.." Gabby memegang lehernya.


"Kenapa? Tubuhmu mulai panas? Kepalamu pusing? Kau ingin pelampiasan?" tanya Amanda.


"Hahah.." Amanda tertawa kecil melihat Gabby.

__ADS_1


Dengan susah payah Gabby menuju ke atas sofa. Gabby membaringakan tubuhnya. Dia tidak perduli pada tertawaan Amanda.


"Gabby, selamat bersenang-senang. Aku yakin ini akan menjadi malam yang panjang bagimu. Nikmatilah apa yang sudah kau sediakan" ujar Amanda.


Amanda tersenyum dingin dan membalikkan badannya pergi dari kamar itu.


Di lantai dansa, Daniel dan Sonia sedang berdansa. Detak jantung Sonia berpacu dengan cepat. Dia sangat senang bisa berdansa bersama Daniel.


Daniek merihat kesemua tempat, namun dia tidak melihat Amanda ada di sana. Daniel meninggalkan Sonia begitu saja. Daniel mencari keberadaan Amanda.


Sonia sangat marah saat Daniel meninggalkannya di tengah dansa. Namun perhatiannya teralihkan saat ada pesan masuk ke dalam ponselnya. Sonia membaca pesan itu. Ternyata pesan itu dari Gabby. Sonia menyunggingkan senyum. Suasana hatinya berubah menjadi senang setelah menerima pesan dari Gabby.


Daniel ke sana ke mari mencari Amanda. Namun usahanya gagal untuk menemukan Amanda. Daniel berhenti sejenak. Namun pandangannya masih terus menyusuri keberadaan Amanda.


Tiba-tiba Sonia datang menghampiri Daniel.


"Daniel" panggil Sonia.


"..." Daniel tak menjawab panggilan Sonia.


"Kau sedang apa? Apa kau sedang mencari Amanda?" tanya Sonia.


"..." Daniel masih menghiraukan Sonia.


Sonia merasa kesal karna Daniel terus mengabaikannya.


"Aku tau di mana Amanda" ujar Sonia.


Mendengar ucapan Sonia, Daniel baru mau mengalihkan pandangannya. Daniel menatap Sonia meminta jawaban darinya.


"Amanda sedang berada di sebuah kamar. Dia sedang bersama seorang laki-laki" ucap Sonia.


Daniel merubah raut wajahnya.


"Dia bersama laki-laki?" batin Daniel. "Apa mungkin itu Farrel? Apa Amanda sedang bersama Farrel? Untuk apa mereka berdua di kamar?"

__ADS_1


Banyak pertanyaan di benak Daniel. Daniel sanhat penasaran siapa laki-laki itu.


__ADS_2