CINTA DALAM 3 BULAN

CINTA DALAM 3 BULAN
Berita 2


__ADS_3

87


Amanda berusaha melepaskan diri dari pelukan Daniel. Daniel sangat senang melihat Amanda berusaha melepaskan diri. Amanda sudah lelah. Dia menyerah.


"Aku menyerah" ujar Amanda pasrah.


"Hm,, baguslah. Karna seberapa keras kau berusaha, aku tidak akan melepaskanmu. Baik dalam pelukan mau pun dalam kontrak dan batasan. Jika aku menginginkanmu, maka kontrak pun tidak akan bisa menghentikanku" ucap Daniel dengan yakin.


"Hm,, baiklah tuan, aku mengerti" balas Amanda.


"Jadi?" tanya Daniel.


"Jadi apa? Aku tidak mengerti" Amanda balik bertanya.


"Jadi kau harus meminta maaf"


"Hah? Minta maaf? Aku salah apa? Aku rasa aku tidak melakukan kesalahan apa pun"


"Dengar, mulai sekarang kau tidak boleh mengungkit kontrak dan batasan lagi. Jika kau melanggar laranganku, mulai sekarang aku tidak akan menahan diriku"


"Ya, baiklah. Kalo begitu lepaskan aku"


"Tidak mau"


"Ah,, tuan lepaskan aku. Masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan"


"Berusahalah sendiri"


Untuk kedua kalinya Amanda mencoba melepaskan diri. Namun hasilnya masih sama. Daniel tersenyum senang melihat Amanda yang kesusahan.


"Ha,, tuan,, lepaskan" rengek Amanda.


"Lakukan sesuatu untukku. Baru aku akan melepaskanmu"


"Lalukan apa? Minta maaf? Kan tadi sudah"


"C*um aku"


"Apa! Kenapa aku harus menc*umu?"


"Cepat c*um aku. Kau bilang ingin lepas"


"Tapi kenapa harus c*um?"


"Sebagai penebus kesalahnmu. Ayo cepat"


"Tidak mau"


"Ya sudah, kau akan tetap seperti ini. Menempel bersamaku. Kau tau, posisi ini sangat nyaman. Jika sampai malam aku harus begini, aku tidak masalah"


"Ish,, bos yang menyebalkan" gumam Amanda dalam hati.


"Baiklah. Aku akan menc*umu"


Daniel memajukan wajahnya dan menutup matanya.


"Cepatlah" ujar Daniel.


Amanda menarik nafas dan membuangnya. Amanda memajukan wajahnya ke arah wajah Daniel.


Cup.


Satu c*uman mendarat di pipi Daniel.


"Sudah" ujar Amanda.


"Kenapa di pipi?" protes Daniel.

__ADS_1


"Kenapa? Bukannya tuan bilang hanya c*um. Tuan tidak mengatakan harus c*um di mana. Di pipi pun sama, masih disebut c*uman" jelas Amanda.


"Sudah bagus mendapat c*uman. Dasar bos pem*ksa dan arogan" umpat Amanda.


"Aku mendengar umpatanmu" ucap Daniel.


"Kalo begitu cepat kepaskan aku. Aku sudah menc*umu"


"Awalnya aku akan melepaskanmu. Tapi karna kau mengupat di depanku, maka kau harus mendapat hukuman lagi"


"Apa! Hukuman lagi?"


"Ya"


Daniel mendekatakan wajahnya pada wajah Amanda. Jarak antara mereka semakin menipis. Dan merekapun..


Bruk.. terdengar orang menabrak pintu.


Daniel tidak berhasil menc*um Amanda. Saat kesempatan datang, Amanda pun segera melepaskan diri dan menjauhi Daniel. Amanda tersenyum penuh kemenangan karna berhasil lepas dari Daniel. Amanda berjalan ke luar menuju pintu.


"S*al. Kenapa selalu ada orang yang merusak momen romantisku?" umpat Daniel.


Rupanya orang yang menabrak pintu adalah karyawan. Mereka bertiga datang untuk menyeduh kopi.


"Hei,, seharusnya kau hati-hati. Kau tidak lihat kalo pintu ini tertutup?" ucap karyawan C.


"Maaf, tadi aku tidak melihat ke depan" balas E.


"Alah,, kau ini kebiasaan" ucap D.


Amanda melewati ketiga karyawan itu.


"Eh, eh,, bukankah kau yang sedang masuk berita terpanas kali ini?" ucap C.


Langkah Amanda terhenti.


"Seharusnya kau sudah dikeluarkan dari perusahaan ini. Kau tidak layak ada di sini" ucap C.


"Di sini tempatnya orang-orang suhu, bukan cupu kayak kamu" ucap D.


"Dia masih ada di perusahaan ini hanya karna tuan Daniel. Jika tuan Daniel bukan tunangannya, mungkin dia sudah ditendang dari perusahaan ini" ucap E.


"Kau benar" balas C dan D.


Amanda menyunggingkan senyum misterius.


"Terima kasih dukungan kalian. Sampai jumpa" balas Amanda sambil tersenyum.


Amanda pun pergi ke ruangannya untuk kembali bekerja.


"Heheh,, dukungan. Dia sudah g*la. Dia kira kita mendukungnya" ujar C.


Ke-3 karyawan itu masuk ke dalam pantry. Betapa terkejutnya mereka saat masuk ke dalam pantry. Mereka melihat Daniel ada di dalam. Daniel terlihat sangat marah.


"Tu-tuan.."


"Kalian bertiga dipecat" ucap Daniel marah.


"Dipecat? Tuan, kami bisa jelaskan. Ini tidak yang seperti kau lihat" ucap C mencoba menjelaskan.


"Aku sudah mendengar semuanya. Aku tidak ingin mendengar penjelasan apa pun dari kalin" ucap Daniel melangkah pergi.


"Tuan, tunggu. Maafkan kami. Beri kami kesempatan" mohon D.


"Segera angkat kaki dari perusahaanku. Aku tidak mau melihat wajah kalian lagi"


"Tapi tuan.."

__ADS_1


"PERGI!" sent*k Daniel.


Ketiga karyawan itu pergi dari hadapan Daniel.


Amanda sudah bisa menebak apa yang akan terjadi pada ke-3 karyawan tadi. Dia tau Daniel pasti tidak akan tinggal diam mendengar dia dih*na.


Kring.. Amanda mendapat panggilan.


"Hallo selamat siang! Dengan saya Amanda. Boleh saya tau saya berbicara dengan siapa?" Amanda mengangkat telpon.


"Saya kepala polisi nona Amanda" jawab si penelepon. Rupanya yang menelpo Amanda adalah kepolisian yang menangani kasusnya.


"Oh,, iya pak. Ada apa?"


"Begini nona Amanda, nona Mayang terus saja mengatakan kalo kau adalah pelakunya. Dia tidak memberikan jawaban lain"


"Begitu rupanya"


"Saya harap, nona Amanda bisa bekerja sama dengan pihak kepolisian. Nona Amanda harap tidak menghalangi atau melarang pihak kepolisian untuk melakukan penyelidikan"


"Lalukan apa yang harus kalian lakukan. Aku tidak keberatan"


"Baiklah nona Amanda. Terima kasih atas waktunya. Sampai jumpa"


"Iya pak"


Panggilan pun berakhir.


...***...


Karena berita Amanda sudah beredar, dan opini publik juga sudah terlalu merambat ke mana-mana, banyak reporter yang menunggu di depan rumah sakit. Mereka ingin mewawancarai Mayang untuk meminta penjelasan.


Salah satu reporter berhasil mewawancarai Mayang lewat telpon. Mayang mengkonfirmasi kalo Amanda berbuat jahat padanya. Mayang mengatakan Amanda sengaja mencelakainya dan ingin memb*nuhnya.


Mayang juga mengatakan kalo Amanda gagal untuk memb*nuhnya. Jadi dia melampiaskan kemarahannya pada ibunya yang tidak berdaya.


Mayang sangat senang mengatakan itu pada reporter. Dia yakin kalo semua orang akan mempercayainya dan bukan Amanda.


Setelah Mayang selesai menerima telpon dari reporter, Sonia menelponnya.


"Hallo" sapa Mayang.


"Luar biasa. Aku kira kau akan gagal"


"Kau meremehkanku. Ya,, ini memang tidak seperti yang aku rencanakan. Tapi ini jauh lebih bagus"


"Ya kau benar. Ini sangat luar biasa. Amanda harus merasaka malu yang tidak tertandingi sebelum dia m*ti"


"Kau senang?"


"Sangat senang. Aku puas dengan cara kerjamu. Kau luar biasa"


"Hahah,, aku tau itu"


Panggilan pun berakhir.


Malam harinya, Daniel masih ada di perusahaan.


Setelah penjelasan Mayang di sebar, komentar keb*ncian untuk Amanda semakin banyak. Malah ini bukan komentar keb*ncian lagi, ini sudah termasuk perundungan.


Rio datang ke ruangan Daniel untuk melaporkan pada Daniel. Rio juga memberikan flashdisk pada Daniel.


"Apa ini?" tanya Daniel.


"Yang kau minta tuan" balas Rio.


Daniel langsung tau apa isi dari flashdisk yang diberikan oleh Rio. Daniel tersenyum puas melihat flashdisk yang ada di tangannya. Daniel akan membiarkan masalah ini semakim berkembang.

__ADS_1


__ADS_2