CINTA DALAM 3 BULAN

CINTA DALAM 3 BULAN
Bebas


__ADS_3

82


Melihat kedatangan Daniel, tim khusus segera melapor pada Daniel.


"Tuan"


"Di mana Amanda?" tanya Daniel.


"Nona Amanda dan nona Oliv sedang membuat pernyataan"


"Lalu bagaimana kondisi Amanda? Apa dia terluka?" tanya khawatir.


"Nona Amanda baik-baik saja tuan"


Mendengar Amanda baik-baik saja, Daniel bernafas lega. Dia sangat senang.


jika Daniel senang, beda halnya dengan Sonia. Dia merasa kesal dan marah pada Mayang yang tidak bisa memanfaatkan kesempatan. Dia gagal menjalankan rencananya.


Kepala polisi datang menghampiri Daniel. Dia mengajak Daniel ke tempat di mana Amanda berada.


Sonia terus mengikuti ke mana langkah Daniel pergi.


Amanda ada di ruang introgasi di mana di sana hanya ada dia dan 2 orang polisi yang menanyainya.


"Amanda" ujar Daniel.


Amanda dan 2 polisi melihat ke arah Daniel.


"Tuan Daniel" gumam Amanda.


Daniel langsung menghampiri Amanda dan memeluknya.


"Kau tidak papa kan? Apa yang sakit? Tangan kaki? Kepala?" tanya Daniel dengan khawatir.


"Aku tidak papa tuan. Aku baik-baik saja" jawab Amanda.


"Apa kau serius?"


"Hm.."


Amanda bersikap dingin pada Daniel.


Amanda cemburu melihat Daniel datang bersama Sonia. Seketika dia teringat pada saat Amanda menelpon Daniel dan Sonia lah yang mengangkatnya.


"Dia pasti marah karena semalam aku tidak menepati janji" pikir Daniel.


Daniel berpikir Amanda marah karna dia tidak menepati janjinya.

__ADS_1


"Maafkan aku, semalam aku ada urusan mendadak. Aku sungguh minta maaf" jelas Daniel.


Daniel memberi penjelasan pada Amanda.


"Urusan mendadak? Cih,, Apa urusan mendadak itu artinya semalam dengan Sonia?" gerutu Amanda dalam hati.


Amanda memutar bola matanya jengah.


Daniel memegang kedua tangan Amanda dengan erat. Daniel meyakinkan Amanda untuk tidak khawatir.


"Pak, Amanda ini adalah tunangan saya. Saya yakin tunangan saya tidak melakukan hal itu" ucap Daniel pada polisi.


2 polisi itu terkejut saat tau Amanda adalah tunangan seorang Daniel Aiden.


"Saya ingin membawa tunangan saya pergi" pinta Daniel.


"Em,, ya. Sialahkan tuan. Kami sudah selesai. Kami akan segera menyelidiki kasus ini" setuju polisi.


Mereka membiarkan Daniel membawa Amanda pergi. Mereka tau siapa dan apa posisi Daniel. Mereka tidak mau harus menyinggung Daniel. Jika menyinggung Daniel, bisa-bisa mereka tidak akan bekerja lagi. Atau bahkan mereka tidak akan hidup lagi.


Daniel membawa Amanda keluar dengan terus memegang tangan Amanda.


Saat itu tidak ada yang berani mengejek Amanda karna mereka mendengar kalo Amanda adalah tunangan Daniel. Mereka memilih diam membisu.


Saat hendak keluar, Amanda dan Daniel berpapasan dengan Oliv.


Amanda dan Daniel menghentikan langkah mereka.


"Kak Daniel, gadis kampung itu seorang pemb*nuh. Dia berusaha memb*nuh Mayang" tuduh Oliv.


"Sudah kubilang aku tidak berencana untuk memb*nuh Mayang" bantah Amanda.


"Alah,, sudah di kantor polisi masih belum ngaku juga"


"Berapa kali harus kujelaskan padamu! Aku bukan seorang pemb*nuh" Amanda mulai marah.


"Nye nye nye nye.." Oliv meledek Amanda.


Oliv mulai lagi memancing permasalahan. Kini dia secara terang-terangan mengejek Amanda di hadapan Daniel.


"Oliv, hentikan!" s*ntak Daniel menatap Oliv dengan taj*m.


Oliv tersent*k kaget.


"Aku percaya pada Amanda. Amanda tidak bersalah. Kau dengan itu? Semua tuduhanmu padanya hanyalah kebohongan saja. Itu hanya rekayasa" tekan Daniel.


Daniel percaya pada Amanda. Apa pun pendapat orang lain tentang Amanda, dia tidak memperdulikan itu. Daniel lebih tau Amanda daripada orang lain.

__ADS_1


Setelah membantah ucapan Oliv, Daniel membawa Amanda pergi.


Di pintu masuk, Daniel bertemu dengan Rio.


"Tuan" sapa Rio.


"Kau terlambat" ujar Daniel.


"Maaf tuan"


"Apa mobilku sudah siap?"


"Sudah tuan. Ini kunci mobil anda" Rio memberikan kunci mobil milik Daniel.


"Terima kasih" Daniel menerima kunci mobilnya.


"Kau urus semuanya" ucap Daniel.


"Baik tuan" balas Rio.


Rio masuk ke kantor polisi untuk mengurus apa yang Daniel perintahkan.


Sementara Daniel masih setia menggenggam tangan Amanda.


"Ayo kita pulang" ajak Daniel.


Daniel menarik tangan Amanda. Namun tarikannya terhenti saat tangan yang ditarik menolak.


"Tidak tuan" tolak Amanda.


"Kenapa?" tanya Daniel bingung.


"Aku memiliki janji dengan Farrel. Aku tidak bisa pulang" jawan Amanda.


"Janji apa?" tanya Daniel semakin bingung.


"Masalah pekerjaan" jawab Amanda dengan tidak menatap Daniel.


Sebelum Daniel berucap, Amanda langsung pergi tanpa pamit pada Daniel.


Daniel mencoba menghentikan Amanda. Tapi Amanda sudah terlanjur pergi jauh.


"Sudah.." pikir Daniel.


Daniel memilih untuk pergi ke kantor karna ada rapat penting. Daniel pun pergi meninggalkan kantor polisi.


Sonia sangat marah karna Amanda aman dan sehat. D*ndamnya masih belum terbalaskan. Dia tidak akan tenang jika masih melihat Amanda hidup dengan tenang dan damai. Dia akan terus berusaha membuat Amanda mend*rita. Bagaimana pun caranya.

__ADS_1


__ADS_2