
73
Gabby terkejut atas ucapan Amanda. Dia melihat ke arah Albert.
"Baby,, apa yang dia katakan? Kenapa dia memutuskan kontrak begitu saja? Ini tidak profesional" ucap Gabby pada Albert.
Gabby berusaha mencari pembelaan dari Albert. Gabby berjalan ke arah Amanda. Dia berdiri di depan Amanda.
"Heh, memang siapa kau? Seenaknya memutuskan kontrak. Kau itu hanya seorang sekretaris, jadi bersikaplah seperti sekretaris pada umumnya. Kau bersikap seperti bos di sini. Kau itu tidak tau malu" Gabby terus mengh*n* Amanda di depan semua orang.
Amanda hanya menatap Gabby dengan dingin. Dia tidak menyangka, Gabby sudah ketahuan masih saja menyalahkan orang lain.
"CUKUP GABBY!" b*ntak Albert.
Semua orang menatap Albert.
"Hentikan semua ini" ucap Albert dengan tatapan kecewa.
Melihat Gabby yang merasa tidak bersalah, membuat Albert kecewa. Dia tidak menyangka Gabby akan berbuat senekat.
Albert berjalan ke luar dari studio meninggalkan Gabby.
melihat kepergian Albert, Gabby hendak menyusulnya. Tapi dengan cepat Amanda menghentikannya.
"Mau ke mana kau Gabby?" tanya Amanda memegang tangan Gabby.
"Lepaskan!" Gabby menghempaskan tangan Amanda dari tangannya.
"Masih ada yang harus kau selesaikan" ujar Amanda.
"Tidak ada yang perlu kuselesaikan" balas Gabby.
"Kau harus minta maaf padaku" ucap Amanda.
"Apa! Aku? Minta maaf? Cih,, jangan harap" tolak Gabby.
"Gabby, kau harus minta maaf pada Amanda" ucap Farrel.
"Tidak akan" tolak Gabby.
"Nona Gabby, cepat kau minta maaf. Jika tidak, aku akan membuat karirmu hanc*r dalam satu jam" Daniel meng*nc*m Gabby secara terang-terangan.
Karna p*ks*an Farrel dan anc*man Daniel, akhirnya Gabby meminta maaf pada Amanda.
"Maaf" ucap Gabby dengan terp*ksa.
"Aku memaafkanmu" balas Amanda sambil tersenyum.
Gabby tidak suka melihat senyum Amanda yang terkesan menakutkan.
"Em,, karna pemutusan kontrak ini mendadak dan dalam situasi yang kurang baik, bagaimana kalo kita berpelukan sebagai perpisahan yang baik" usul Amanda.
"Itu ide yang bagus. Sebaiknya kau dan Amanda berpelukan" timpal Farrel.
"Kau saja yang berpelukan. Aku tidak mau" ucap Daniel.
"Baiklah. Hanya aku yang akan berpelukan" Amanda berjalan menhampiri Gabby.
Amanda memeluk Gabby. Dia mengusap punggung Gabby.
"Sudah kubilang, aku yang memegang kendali proyek ini. Tuan Daniel dan tuan Albert tidak akan bisa mengubah keputusanku. Kau salah mencari gara-gara denganku. Sekarang terima akibatnya" ucap Amanda ditelinga Gabby.
__ADS_1
Gabby terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Amanda.
"Sekarang kau boleh pergi. Jangan sampai aku melihat kau di sini lagi" lanjut Amanda.
Amanda melepaskan pelukannya. Dia menatap Gabby sambil tersenyum.
Gabby membalikkan tubuhnya berniat untuk pergi. Baru juga beberapa langkah, Gabby sudah dihentikan oleh Farrel.
"Tunggu" cegah Farrel.
"Ada apa lagi?" tanya Gabby sewot.
"Kau belum mengganti kerugian gaun itu" jawab Farrel.
Gabby meradang mendengar ucapan Farrel. Gabby mengeluarkan cek dari tasnya dan berjalan cepat ke arah Farrel.
"Tulis nominal kerugiannya di cek ini" Gabby memberikan cek itu pada Farrel.
Setelah itu Gabby pergi meninggalkan studio dan menyusul Albert.
Tepat saat Albert hendak melajukan mobilnya, tiba-tiba Gabby datang menghadang mobil Albert.
"Tunggu.." cegah Gabby.
Tin,, tin,, Albert membunyikan klakson mobilnya.
"Aku gak akan pergi sebelun kita bicara" ucap Gabby.
Tin,, tin,, Albert membunyikan klaskon mobilnya lagi.
Gabby masih diam di depan mobil Albert.
Terp*ks* Albert turun dari mobil dan menghampiri Gabby.
"Kenapa kau melakukan ini padaku? Seharusnya kau membelaku di depan semua orang. Tapi kau malah membela Amanda, si gadis matre itu" Gabby juga marah pada Albert.
"Ini lah yang tidak aku suka darimu. Kau selalu menyalahkan orang lain atas perbuatanmu" balas Albert.
"Tapi ini bukan kesalahanku. Ini salah si Amanda, bukan aku" sangkal Gabby.
"Sudahlah. Aku rasa kita tidak bisa melanjutkan hubungan ini. Sudah cukup sampai di sini" ucap Albert.
"Apa yang kau katakan? Apa kau memutuskanku?" tanya Gabby bingung.
"Ya" jawab Albert.
"Jangan begini dong baby,, kita bisa bicarakan dengan baik-baik" Gabby memegang tangan Albert.
"Aku sudah mencoba menjelaskan padamu dengan baik, tapi kau tidak memahami itu. Jadi sudah cukup. Hubungan kita sudah berakhir" balas Albert.
Albert masuk kembali ke dalam mobilnya. Gabby mengejar Albert. Tapi Albert tidak bisa dikejar. Albery melajukan mobilnya meninggalkan Gabby.
"Baby,, baby,, tunggu,, aku gak mau putus sama kamu.." teriak Gabby.
"Baby.." Gabby berteriak lagi.
"Ahk,, s*alan!" umpat Gabby.
Gabby marah atas apa yang terjadi. Dia semakin memb*nci Amanda.
"Gara-gara Amanda, aku jadi putus dengan Albert. Lihat saja, aku akan membuat Amanda membayar semua ini" ucap Gabby marah.
__ADS_1
Kita tinggalkan Gabby dan beralih pada Amanda.
"Hah,, semua jadi kacau. Dengar, jika syuting ini memakan waktu lebih banyak lagi. Maka perusahaanku akan dirugikan. Aku tidak ingin mengalami kerugian yang lebih besar" ujar Daniel.
"Baik tuan, aku mengerti" balas Amanda.
Amanda mengecek ponselnya. Dia mencari sesuatu. Setelah ketemu, dia menunjukkannya pada Daniel.
"Tuan, bagaimana jika Brand ambasador wanita diperankan oleh dia" Amanda memperlihatkan sebuah foto.
"Siapa dia? Aku belum pernah melihatnya?" tanya Daniel.
"Dia adalah seorang aktris pendatang baru dari perusahaan tuan Farrel. Namanya Laras" jawab Amanda.
"Boleh saja" setuju Daniel.
"Laras?" tanya Farrel ilu nimrung.
"Ya, bagaimana pendapatmu tuan Farrel?" jawab serta tanya Amanda.
"Sejauh ini dia cukup bagus. Keahlian aktingnya pun juga meningkat" jawab Farrel.
"Baiklah, kita setuju Brand ambasador wanita akan diperankan oleh Laras.
Laras sebenarnya aktris pertama pilihan Amanda. Namun karna ada Gabby, dia mengurungkan niatnya.
Farrel menelpon Laras dan memintanya datang ke studio. Laras sangat senang saat Farrel memberitahukan hal itu padanta. Laras langsung menyetujui dan bergegas datang ke studio.
10 menit kemudian, Laras sudah sampai di studio. Dia masuk dengan berlari senang dan bahagia.
"Hai,, maaf sudah membuat kalian menunggu" sapa Laras dengan senyum yang merekah di wajahnya.
"Tidak papa" balas Amanda dan Farrel.
"Kau ke sini menggunakan apa?" tanya Farrel heran.
"Aku ke sini diantar mobil perusahaan" jawab Laras.
"Cepat sekali? Aku saja butuh waktu 20 menit" ujar Farrel.
"Aku meminta supirnya untuk ngebut. Aku sudah tidak sabar untuk bekerja" balas Laras.
Amanda tersenyum melihat Laras. Selain cantik, Laras juga lucu dan menggemaskan.
"Nona Amanda, senang bertemu denganmu" Laras mengulurkan tangannya pada Amanda.
Amanda menerima uluran tangan Laras.
"Terima kasih karna sudah merekomendasikanku" ucap Laras.
"Sama-sama" balas Amanda.
"Tuan Daniel, senang bertemu denganmu. Dan juga terima kasih sudah menerimaku sebagai Brand ambasador perusahaanmu" ucap Laras pada Daniel.
Daniel hahya menganggukkan kepalanya.
"Kau tau, begitu aku menerima informasi dari tuan Farrel, aku sangaat,, senang. Aku tidak menyangka bisa menjadi Brand ambasador perusahaan besar milikmu. Ini adalah salah satu impianku menjadi seorang aktris" ucap Laras.
"Kami berharap yang terbaik darimu" ucap Amanda.
"Baik, aku akan mengerahkan seluruh tenaga dan kemampuanku untui proyek ini. Aku tidak akan mengecewakan kalian semua. Mohon dukungannya" balas Laras bersemangat.
__ADS_1
Syuting pun akan dilanjutkan kembali. Namun melihat gaun kancingnya kurang, Daniel hendak menyuruh orang studio memperbaikinya. Tapi dicegah oleh Amanda.
"Tidak perlu tuan. Aku bisa memperbaikinya dala. waktu lima menit" cegah Amanda.