
80
Tak lama polisi tiba. Polisi langsung menanyai orang yang ada di sana.
"Nona, bisa jelaskan apa yang sebenarnya terjadi?" tanya polisi pada Amanda.
Amanda diam tak menjawab. Amanda sangat pusing. Akhir-akhir ini banyak peristiwa yang menimpanya. Mulai dari insiden lampu jatuh, Daniel yang semalaman bersama Sonia, hingga Mayang yang mencoba memb*nuhnya. Dan sekarang malah dialah yang menjadi tertuduh menjadi tersangka. Sungguh, kepala Amanda rasanya ingin meledak.
"Aku yang akan menjelaskan" ucap Farrel pada polisi.
"Tuan siapanya nona ini?" tanya polisi.
"Aku teman sekaligus sebagai saksi" jawab Farrel.
"Baiklah. Bisa tuan jelaskan" pinta polisi.
"Begini, aku memang tidak melihat kejadiannya secara langsung. Tapi saat aku datang, aku melihat Oliv memegang tangan Amanda. Dia menahannya" ucap Farrel.
"Lalu?"
"Lalu Amanda menyuruhku menelpon ambulan dan menyelamatkan Mayang. Aku lebih dulu menyelamatkan Amanda yang sedang ditahan oleh Oliv. Setelah itu aku menyelamatkan Mayang" jelas Farrel.
Polisi mendengarkan narasi dari Farrel. Namun saat Farrel hendak berucap lagi, dengan cepat Oliv menyelanya.
"Itu bohong. Itu tidak benar pak polisi. Aku dan Sandra melihat dengan mata kepala kami sendiri kalo Amanda sengaja mend*rong Mayang ke dalam Danau" ucap Oliv.
"Apa benar itu nona Amanda?" tanya polisi.
"Tidak. Itu tidak benar. Kalo benar Amanda ingin memb*nuh Mayang, dia tidak akan mungkin menyelamatkannya" sangkal Farrel. "Dengar pak. Saat aku mengangkat Mayang dari air, Amanda lah yang langsung memberikan pertolongan pertama. Dia berusaha mengeluarkan air yang tertelan oleh Mayang. Dan Mayang pun sadar setelah memuntahkan air" jelas Farrel.
Farrel menggantikan Amanda dalam menjawab pertanyaan dari polisi.
"Jadi mana yang benar?" tanya polisi bingung.
"Aku yang benar. Aku tidak pernah berbong mengenai hal seperti ini" jawab Farrel dengan yakin.
__ADS_1
"Alah,, jelas saja kau membelanya. Dia itu hanya gadis kampung yang tidak bisa apa-apa. Setelah dia gagal menjalankan tujuannya, dia dengan cepat akan berpura-pura tidak berdaya. Dia akan meminta perlindungan dari orang lain. Sekarang kak Daniel tidak ada di sisinya. Dia akan memanfaatkanmu sebagai benteng pelindungnya" ucap Oliv.
Mendengar nama Daniel, Amanda merasa kesal.
"TUTUP MULUTMU!" b*ntak Amanda. "Tidak bisakah kau diam dan menutup mulutmu?" Amanda marah pada Oliv.
Oliv diam dengan rasa kaget setelah mendapat b*ntakan dari Amanda.
"Amanda tenanglah" ucap Farrel menenangkan Amanda.
"Nona Amanda, harap kau bisa tenang. Kami butuh penjelasan anda dengan tenang" ucap polisi.
Amanda memganggukkan kepalanya.
"Farrel sudah menjelaskan semuanya. Penjelasanku dan Farrel sama" ucap Amanda.
Saat itu ambulan datang bersama dokter. Mayang yang berbaring di tanah langsung diangkat dan dibawa ke dalam mobil ambulan untuk mendapat penanganan medis. Saat itu kondisi Mayang sangat lemah.
"Apa dia sudah diberi pertolongan pertama?" tanya dokter.
"Kenapa dia bisa tenggelam? Coba jelaskan padaku" tanya dokter.
"Kenapa kalian terus meminta penjelasan? Aku sudah berulang kali menjelaskannya. Berapa kali pun kalian bertanya, jawabannya akan tetap sama" balas Amanda yang terdengar prustasi.
"Amanda kumohon tenang lah. Kau harus tenang. Jangan emosi" ucap Farrel menenangkan Amanda.
"Mereka terus bertanya pertanyaan yang sama padaku. Harus bagaimana lagi aku menjelaskannya Rel" balas Amanda.
"Sekarang kau tarik nafas, dan coba jelaskan dengan setenang mungkin kajadian ini dari awal sampai akhir" ucap Farrel.
Amanda menganggukkan kepalanya menuruti perkataan Farrel.
"Aku datang ke sini untuk menjalankan syuting perusahaan. Karna menurutku lokasi yang dipakai kurang cocok, jadi aku mencari tempat yang cocok. Saat sedang berjalan, tiba-tiba Mayang datang entah dari mana. Dia berkata dia ingin memb*nuhku. Dia meny*rangku dan aku pun melawan. Bahkan dia membawa pisau untuk memb*nuhku. Tapi aku berhasil melawannya dan memisahkan dia dengan pisaunya. Saat Mayang hendak mend*rongku ke danau, aku menghindar. Alhasil Mayang lah yang jatuh ke danau. Saat itu Oliv datang dan menuduhku sebagai pemb*nuh Mayang. Aku hendak menyelamatkan Mayang, tapi Oliv malah menahanku. Farrel pun datang, dan kau tau sendiri kelanjutannya karna Farrel sudah menjelaskannya" jelas Amanda dengan panjang lebar.
"Apa benar nona Oliv menahan nona Amanda saat dia hendak menolong nona Mayang?" tanya polisi.
__ADS_1
"Aku menahannya karna dia itu sebenarnya mau kabur, bukan mau menolong Mayang. Kalo tidak percaya tanya saja pada Sandra" jawab Oliv.
"Bener tuh pak. Tadi Amanda mau kabur" Sandra memperkuat ucapan Oliv.
"Aku tidak akan kabur pak. Aku mau menolong Mayang" ujar Amanda.
"Pak, maling tidak mungkin mengaku dirinya maling. Begitu pun seorang pemb*nuh. Dia tidak akan mengakui dirinya seorang yang sudah memb*nuh" cerca Oliv.
"Sudah kubilang untuk diam. Bair aku yang menjelaskannya. Kau tidak tau apa pun" ucap Amanda.
"Ya sudah silahkan. Aku tidak melarangmu" balas Oliv.
"Sumber masalah ini dari Mayang. Dia yang mau memb*nuhku. Aku hanya membela diri saja" Amanda menjelaskan sumber masalah yang terjadi.
"Bohong" ujar Oliv.
Amanda menatap Oliv dengan jengah. Dia sudah muak oleh tingkah Oliv yang terus saja menuduhnya.
"Kalian harus ikut ke kantor polisis untuk memberi pernyataan. Kami akan menulis keterangan kalian di kantor polisi" ucap polisi.
Amanda dan Oliv menganggukkan kepalanya.
Amanda berpikir ke mana Daniel pergi? Di saat dia membutuhkannya Daniel malah pergi entah ke mana bersama Sonia.
...***...
Daniel sudah terbangun dari tidurnya. Ketika dia terbangun, sudah pukul 10 lewat. Daniel menemukan bahwa dia sebenarnya tidak berada di dalam kamarnya. Dia berada di dalam kamar Sonia. Yang berarti Daniel sedang berada di rumah Sonia.
Sonia datang dengan menggunakan piyama s*x*. Daniel mulai mengingat kejadian selamam. Di mana dia memanggil Sonia sebagai Tari, dan Sonia yang mencoba menyentuhnya.
"Akh.." Daniel berteriak mengingat itu semua. Daniel menyesali apa yang terjadi semalam.
"Daniel sayang, kau sudah bangun?" tanya Sonia dengan manja pada Daniel. Dia berjalan mendekat ke arah Daniel yang sedang berada di atas tempat tidur.
Kini Sonia menjadi dirinya sendiri.
__ADS_1