CINTA DALAM 3 BULAN

CINTA DALAM 3 BULAN
Apa Kau Sedang Menggodaku


__ADS_3

47


Daniel memasang heran dan tampak sedang berpikir.


"Aku belajar taekwondo saat kecil. Itu sebabnya aku bisa melakukan gerakan itu" ujar Amanda pada Daniel.


Amanda menjawab ketidak percayaan yang ada pada ekspresi Daniel.


Daniel memandang Amanda.


"Kakek yang menyuruhku belajar taekwondo. Walnya aku tidak mau. Hanyaa saja kakek yang mem*ksaku. Dia bilang untuk jaga-jaga saat aku dalam bahaya" jelas Amanda.


Daniel menganggukkan kepalanya.


Amanda dan Daniel sudah sampai di rumah sakit. Sesampainya di rumah sakit, Daniel langsung diperiksa oleh dokter. Luka Daniel dijahit dan diobati. Tak berapa lama, Daniel pun selesai diobati.


"Dok, bagaimana kondisi tuan Daniel?" tanya Amanda


"Luka tuan Daniel tidak terlalu parah. Untung saja pend*r*hannya segera dihentikan dan lukanya langsung dibalut. Jika tidak, mungkin dar*h yang keluar akan membuat tuan Daniel pusing karna kekurangan banyak dar*h" jelas dokter.


Amanda menganggukkan kepalanya atas penjelasan dokter. Amanda menatap Daniel.


"Tuan, apa kau merasa pusing?" tanya Amanda.


"Em,, tidak" jawab Daniel agak bingung dengan pertanyaan Amanda.


"Huh,, syukurlah. Berarti benar, kau tidak kekurangan dar*h" ucap Amanda.


"Apa maksudmu?" tanya Daniel.


"Aku takut kau kekurangan dar*h tuan. Jika kau kekrurangan dar*h, aku bersedia mendonorkan dar*hku untukmu" ucap Amanda.


Daniel menatap Amanda penuh arti.


"Apa kau sedang menggodaku?" Daniel menggoda Amanda.


"Tidak, aku tidak menggodamu. Kau salah mengartikan ucapanku tuan" ucap Amanda.


"Aku tidak salah mengartikan ucapanmu. Kau jelas-jelas sedang menggodaku. Kau selalu mencari kesempatan untuk bisa menggodaku" balas Daniel.

__ADS_1


"Bukannya kebalik ya? Kau yang selalu melakukan itu padaku" ucap Amanda.


Di sini dokter yang mengobati Daniel sudah seperti nyamuk. Keberadannya tidak diperdulikan.


"Apakah harga diri dokter sudah menurun? Sehingga mereka tidak memperdulikanku" pikir dokter.


"Ekhm.." dokter berdehem menghentikan perdebatan Daniel dan Amanda. "Maaf saya menyela, tapi saya mau memberitahukan kalo luka tuan Daniel tidak parah. Tuan Daniel hanya perlu meminum obat yang saya berikan" doktet menjelaskan kembali.


"Baik dok" ucap Amanda.


Daniel hanya menganggukkan kepalanya.


Setelah selesai pemeriksaan, Daniel dan Amanda masuk kembali ke dalam mobil. Mereka akan melanjutkan perjalanan pulang.


"Amanda, aku ingin tinggal di vila lain" pinta Daniel.


"Vila lain? Baiklah, kita akan pulang ke vila" setuju Amanda.


Amanda menjalankan mobil ke vila lain yang dimiliki oleh Daniel. Amanda sengaja langsung setuju karna dia tidak mau berdebat dengan Daniel.


Tiba-tiba Daniel terpikirkan sebuah ide. Dia ingin tau apa tanggapan Amanda tentang dia yang memecat Mayang.


"Amanda, bagaimana menurutmu tentang pemecatan Mayang?' tanya Daniel.


"Apa ini? Kenapa dugaanku salah? Aku kira dia akan berterima kasih dan memujiku, dia akan menganggapku pahlawan. Tapi yang kudapatkan hanya pujian untuk orang yang sudah berusaha menjebaknya" pikir Daniel. Pemikiran Daniel berbeda dengan Amanda.


"Aku berencana untuk menaikanmu sebagai ketua sekretaris. Kau mempunyai skil melebihi Mayang. Aku akan memberimu kesempatan" ucap Daniel.


"Tidak tuan, aku tidak mau. Tidak ada gunanya kau menaikkan jabatanku" tolak Amanda.


"Kenapa?" tanya Daniel heran.


"Setelah 3 bulan berlalu, aku akan memutuskan pertunangan denganmu dan aku akan pergi kembali ke rumahku" jawab Amanda.


Wajah Daniel langsung berubah menjadi tidak senang dan menunjukkan aura gelap. Daniel tidak suka dengan kata-kata Amanda. Daniel merubah posisi menjadi sedikit menyerong menghadap jendela. Daniel tertidur Dalam mobil.


Amanda sedikit aneh saat melihat Daniel tiba-tiba dingin padanya.


"Apakah aku salah bicara? Aku rasa tidak ada yangsalah dengan ucapanku" pikir Amanda.

__ADS_1


Daniel berada disebuah ruangan yang gelap. Hanya ada dia seorang di dalam ruangan itu. Daniel jongkok sambil memeluk lututnya. Dia merasa sangat ketakutan.


Namun ada seorang gadis kecil bernama Tari yang menolongnya.


"Hei, kau tidak papa?" tanya Tari.


Daniel menganggukkan kepalanya.


"Ayo kita keluar" ajak Tari.


Tari menarik tangan Daniel dan lari bersamanya keluar dari ruangan itu. Namun belum sempat Daniel keluar, tangan Daniel terlepas dari tangan Tari. Daniel menjadi panik dan berteriak memanggil Tari.


"Tari,, Tari,, Tari.." Daniel terus bergumam nama Tari.


Rupanya Daniel sedang bermimpi.


Amanda melihat ke arah Daniel yang sedang menggumamkan nama Tari.


"Apakah Tari sudah mat*? Sampai-sampai tuan Daniel terobsesi pada wanita itu?" pikir Amanda.


"Tuan,, tuan,, bangun. Kita sudah sampai" Amanda membangunkan Daniel dengan hati-hati.


Daniel terbangun dari tidurnya.


"Kita sudah sampai tuan" ujar Amanda dan diangguki oleh Daniel.


Daniel mengucek matanya untuk memperjelas penglihatannya.


"Tolong batu aku keluar dari mobil" pinta Daniel.


"Baik tuan" balas Amanda.


Amanda membantu Daniel keluar dari mobil. Kini Amanda dan Daniel berada di depan pintu vila.


"Amanda, tolong ambil kuncinya di saku celanaku" pinta Daniel.


Awalnya Amanda ragu-ragu, tapi melihat tangan Daniel, Amanda tidak menaruh curiga apapun dan dia menuruti ucapan Daniel.


Terima kasih sudah mampir😊

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak😆


Terus dukung author😉


__ADS_2