
106
Sonia sangat senang saat Daniel mau berdansa dengannya. Dia tak dapat menyembunyikan kesenangannya. Sonia dengan sengaja menempelkan tubuhnya pada Daniel. Sonia dan Daniel mulai berdansa. Bagi Sonia ini adalah hari paling indah. Karena dia bisa berdansa dengan Daniel. Sonia berpikir Daniel mengabaikan Amanda dan memilih untuk berdansa bersamanya.
Mata Amanda tertuju pada Daniel. Amanda membulatkan matanya sempurna saat melihat Daniel berdansa dengan Sonia.
Farrel menatap ke arah Amanda juga menatap. Farrel dapat melihat kedekatan Daniel dan Sonia. Farrel berakih melihat ke arah Amanda. Tampak Amanda sedang merasa kesal dan menahan amarahnya.
Amanda bangkit dari duduknya.
"Aku permisi" ucap Amanda.
"Mau ke mana? Aku ikut ya" cegah Farrel.
"Tidak perlu. Aku ada urusan" tolak Amanda.
Amanda pergi begitu saja. Awalnya Farrel hendak mengejar Amanda. Tapi dia mengerti kalo Amanda sudah menyukai Daniel. Amanda pergi karena merasa kesal dan cemburu. Farrel menatap nanar kepergia. Amanda. Hatinya perih karena mengetahui wanita ang dia cintai ternyata sudah mencintai pria lain.
Di saat suasana hati Farrel yang sedang pilu, tiba-tiba Sandra datang ke hadapan Farrel.
"Hai, Farrel!" sapa Sandra.
Farrel menatap orang yang menyapanya, yaitu Sandra. Tatapan Farrel berubah menjadi dingin.
"Mau berdansa denganku?" tawar Sandra.
Farrel mengingat apa yang telah dilakukam Sandra padanya dan pada Amanda. Farrel mengingay kalo dulu Sandra sudah diam-diam memotretnya dan mencoba menyebarkannya. Seketika suasana hati Farrel menjadi marah saat melihat Sandra.
"Aku tidak sudi berdansa denganmu" bengis Farrel.
Farrel pergi meninggalkan Sandra sendiri. Dia tidak mau berada di dekat Sandra untuk waktu yang lama.
Sandra sangat marah saat Farrel pergi begitu saja setelah menolak tawarannya. Terlihat jelas sekali kalo Farrel sangat mencintai Amanda.
"Kurang ajar. Awas saja kau Amanda. Kau akan membayar semuanya. Kau harus menerima akibat dari perbuatanmu" geram Sandra.
__ADS_1
Sandra merogoh ponselnya dan mengirimkan sebuah pesan.
Sandra: Amanda sudah pergi. Kau bisa menjalankan rencananya.
Itulah isi dari pesan yang Sandra kirim. Sandra mengirim pesan pada Gabby. Ya, Gabby juga turut hadir di acara itu. Tujuannya bukan untuk merayakan keberhasilan Amanda, tapi untuk merayakan keh*ncuram Amanda.
Gabby mencari keberadaan Amanda. Ternyata Amanda berada di sebuah balkon lantai atas acara perayaan itu berlangsung.
Amanda menatap ke arah luar. Gelap namun masih terang karna disinari oleh lampu. Angin yang begitu sejuk. Membuat Amanda merasa sangat rileks.
Amanda berusaba melupakan apa yang baru saja dia lihat. Tapi dia tidak bisa melakukan itu. Pikirannya terus tertuju pada Daniel.
"Ah,, dasar. Semua laki-laki sama saja" ujar Amanda kesal.
"Baru saja dia mengatakan cinta dan menc*umku. Tapi selang beberapa menit dia sudah bersama wanita lain. Ih,, dasar b*jingan" geram Amanda.
Amanda memikirkan Daniel dan pria berkuda putih yang selalu ada dimimpinya. Amanda berpikir Daniel adalah pria itu. Dia akan membawanya naik menunggang kuda putih itu bersama. Namun mungkin dia salah. Daniel bukanlah pria itu.
Tiba-tiba dari arah belakang Gabby datang menghampiri Amanda yang sedang merenung. Gabby datang dengan membawa 2 gelas minuman beralkohol.
Amanda membalikkan tubuhnya.
"Gabby?" heran Amanda.
"Hai!" Gabby tersenyum pada Amanda.
"Untuk apa kau ke sini?"
"Aku ke sini untuk meminta maaf padamu"
Amanda menaikan alisnya tak percaya.
"Aku tau, selama ini aku sudah berbuat salah padamu. Aku mengakui itu. Tapi percayalah, itu hanya karna aku kesal saja. Aku sama sekali tidak memb*ncimu" jelas Gabby.
"Sandiwara apa lagi ini?" pikir Amanda.
__ADS_1
"Aku mohon, beri aku kesempatan untuk menjadi temanmu" mohon Gabby.
"Teman? Bahkan sampai saat ini aku tidak tau siapa saja temanku. Hah,, aktingnya sangat payah" batin Amanda menertawakan Gabby.
"Ini" Gabby menyodorkan minuman pada Amanda. "Jika kau memaafkanku, kau terima minuman ini. Jika kau tidak menerima minuman ini, berarti kau tidak memaafkanku" jelas Gabby.
Amanda menatap minuman yang disodorkam oleh Gabby. Amanda mengulurkan tangannya untuk menerima minuman dari Gabby.
"Kau memaafkanku?"
"Ya, tentu saja. Semua orang berhak mendapat kesempatan kedua" balas Amanda tersenyum.
"Kalo begitu, mari kita minum"
Amanda menganggukkan kepalanya.
"Bersulang"
"Bersulang"
Amanda meminum minuman itu sedikit. Amanda bisa mencium kalo dalam minuman itu sudah ditambahkan sesuatu ke dalamnya. Namun Amanda mengikuti apa yang Gabby rencanakan padanya. Amanda ingin tau apa selanjutnya yang akan dilakukan oleh Gabby.
"Benar dugaanku. Kau tidak mungkin berubah secepat itu. Kau pasti memiliki rencana untukku. Untuk saat ini aku akan mengikuti skenario yang sudah kau buat Gabby" batin Amanda.
Maaf ya up ketiga sedikit🙏🏼
Author dah ngantuk nih😴
Terima kasih sudah mampir😊
Jangan lupa tinggalkan jejak😉
Terus dukung Amanda dan Daniel ya😆
Salam hangat dari author😁
__ADS_1