CINTA DALAM 3 BULAN

CINTA DALAM 3 BULAN
Calon Istri


__ADS_3

91


Daniel mendekatkan wajahnya ke samping wajah Amanda untuk berbisik.


"Kau tau, kau sangat cantik berada di layar televisi" bisik Daniel.


"Televisi?" tanya Amanda heran.


"Ya. Wawancara ini disiarkan secara langsung. Ada jutaan orang yang melihatmu" balas Daniel di sebelah kuping Amanda.


"Ha.." Amanda tidak menyangka wawancara ini disiarkan secara live. Amanda hanya tau ini wawancara besar pada Mayang dan akan diliput di beberapa jam yang akan datang. Tapi rupanya ini ulah Daniel. Daniel lah yang menyuruh orang menyiarkan secara live wawancara ini.


Amanda dan Daniel terlihat sangat dekat. Semua orang yang ada di situ dan orang yang menonton ti televisi sangat senang dengan kedekatan Amanda dan Daniel.


Meski sedikit syok, tapi Amanda senang karna semua orang sudah mengetahui kejahatan yang Mayang lakukan.


Daniel meminta pertugas siaran langsung untuk memutar sebuah Video. Video yang Daniel minta di putar secara otomatis di layar televisi. Dan juga titayangkan di layar proyektor yang sudah Daniel siapkan sebelumnya. Daniel mempersiapkan ini tanoa sepengetahuan Amanda.


Isi dari video yang Daniel putar:


Mayang bangkit dan kembali meny*rang Amanda. Mayang mengerahkan seluruh kekuatannya.


Lagi-lagi Amanda berhasil menghindari ser*ngan Mayang. Amanda juga membalas ser*ngan Mayang dengan tangan dan juga kakinya.


Amanda berpikir dia harus memisahkan pisau dari tangan Mayang.


Amanda memegang tangan Mayang dengan niatan merebut pisau itu. Mayang tau maksud Amanda. Mayang mempertahankan pisau yang ada di tangannya.


"Lepaskan Amanda" titah Mayang.


"Kau yang lepaskan"


"Ini pisauku. Kau tidak akan bisa mer*butnya" tukas Mayang dengan marah.


Amanda tidak mendengarkan ucapan Mayang. Amanda terus berusaha mengambil pisau dari tangan Mayang.


Setelah melalui peroses r*but mer*but pisau, Amanda lah yang menang. Amanda berhasil memisahkan pisau dari Mayang. Mayang murka akan hal itu.


Tanpa Amanda sadari, Mayang mendorong Amanda ke danau. Amanda terkejut, namun dia bisa menghindar dan berbalik ke samping. Amanda tajuh ke tepi danau.


Semua orang tambah kaget saat melihat video itu. Ini memperkuat kalo Amanda lah yang sebagai korban. Bukan Mayang.


Fakta sudah ada di depan Kata. Kini Mayang sudah tidak bisa berkata apa-apa lagi. Mayang bingung harus berbuat Apa. Oliv pun sama bingungnya dengan Mayang. Kini mereka sudah kalah telak.


Mayang berusaha mengelak dan membela dirinya lagi. Tapi dengan cepat Amanda memotongnya.


"Tidak. Bukan seperti itu. Ini tid--" ucapan Mayang odipotong oleh Amanda.

__ADS_1


"Ini tidak benar. Bukankah itu yang ingin kau katakan?" potong Amanda.


Mayang terdiam.


"Hah,, nona Mayang. Bukti apa lagi yang ingin kau lihat? Dengar, aku sarankan padamu untuk tidak meinta bukti lain. Karna itu hanya akan membuatmu malu di depan semua orang. Kau harus simpan sedikit harga dirimu. Jangan kau jatuhkan semua" ujar Amanda.


Mayang merasa lidahnya kelu. Dia tidak bisa mengelak lagi. Dia bingung harus mengatakan apa lagi untuk bisa menjatuhkan Amanda.


"Aku akan memberikan bukti ini pada polisi. Sebaiknya kau menyerahkan diri. Dari pada harus dijemput secara p*ksa" Amanda memberikan saran pada Mayang.


Mayang marah dengan ucapan Amanda. Dia juga merasa kecewa atas apa yang terjadi. Rencana yang sudah diperkirakan berhasil, sekarang malah gagal berantakan. Kacau semua.


Mayang mengeluarkan pisau lipat yang dia simpan di dalam sakunya. Mayang sudah siap untuk meny*rang Amanda. Tanpa sepengetahuan orang lain, Mayang mulai berlari ke arah Amanda sambil mengarahkan pisaunya.


Daniel melihat Mayang dan langsung memeluk Amanda. Daniel melindungi Amanda dari ser*ngan Mayang. Daniel menahan tangan Mayang dengan tangannya sendiri. Daniel menghempaskan tangan Mayang ke belakang.


Mayang terhuyung dan pisau yang dipegangnya terlepas dari tangannya.


"Hey,, nona Mayang apa yang kau lakukan?"


"Kau secara terang-terangan bertindak kriminal"


"Kau sudah keterlaluan" banyak orang yang memarahi Mayang karna bertindak kejahatan secara langsung.


Rio segera memutuskan siaran langsung dan meng*sir para reporter. Ya, sejak tadi Rio memang mendampingi Daniel di rumah sakit.


"Tuan, biarkan kami di sini. Kami harus meminta penjelasan"


"Tuan Daniel, tolong katakan sesuatu!"


"Tuan, kami ingin tanggapanmu"


Para reporter tidak terima di usir dari rumah sakit itu.


Kini sudah tidak ada ada reporter dan tidak ada siaran langsung.


"Apa kau g*la? Berani sekali kau meny*rang calon istriku di hadapanku. Rupanya kau sudah bosan hidup. Ingat, sampai kapan pun aku tidak akan pernah membiarkanmu hidup dengan tenang" Daniel memarahi Mayang.


"Tuan, tidak bisa begini!" protes Mayang. "Di sini akulah yang tersakiti. Aku menyukaimu, tapi kau malah mementingkan Amanda. Aku tidak mau diperlakukan seperti ini. Aku bukan penjahat. Aku ingin bersamamu" teriak Mayang.


Mayang berusaha meny*rang Amanda lagi. Namun Daniel masih memeluk Amanda dengan erat dan tidak membiarkan Mayang menyentuhnya sedikit pun.


"Jauhkan tanganmu dari calon istriku. Kau tidak pantas menyentuhnya. Bahkan meliriknya saja sudah haram bagimu" ucap Daniel.


Rio segera memanggil keamanan untuk membawa Mayang pergi.


"Singkirkan dia dari hadapanku. Aku tidak ingin melihatnya lagi" titah Daniel.

__ADS_1


"Baik tuan" balas Rio.


"Bawa dia keluar" ucap Rio pada keamanan.


Mayang sudah dibawa keluar oleh pihak keamanan.


"Amanda, kau tidak papa?" tanya Farrel.


Farrel mendekat pada Amanda yang masih dipelukan Daniel. Sebenarnya Farrel juga mau menyelamatkan Amanda. Hanya saja dia kalah cepat dari Daniel.


Amanda melepaskan pelukan Daniel. Daniel sanhat khawatir pada Amanda. Dia takut jiwa Amanda kembali terguncang. Daniel menangkup wajah Amanda dengan tangan besarnya.


"Kau baik-baik saja?" tanya Daniel khawatir.


"Ya, tuan. Aku baik-baik saja" balas Amanda menganggukkan kepalanya.


Daniel bernafas lega karna Amanda baik-baik saja.


"Terima kasih sudah menyelamatkanku" ucap Amanda.


"Ini sudah menjadi kewajibaku. Aku sudah berjanji padamu akan selalu melindungimu. Aku tidak akan mengingkari janjiku" balas Daniel.


Jujur saja, Farrel tidak senang melihat pemandangan didepannya saat ini. Hatinya terasa panas melihat Amanda dan Daniel yang begitu mesra.


Huh,, sudah dulu ya


Di sini author menc*um bau gosong. Eh ternyata baunya dari Farrel🤭


Kalian jaga kesehatan ya


Sebentar lagi bulan puasa


Harus jaga imun dan iman


Insya Allah nanti malam up lagi kok


Tunggu author up ya


Oh iya,, sambil nunggu author up, kalian juga bisa baca novel authot yang lain



Ini sudah tamat



Masih ongoing

__ADS_1



Ini juga masih ongoing cuma ide author yang masih buntu🄲


__ADS_2