CINTA DALAM 3 BULAN

CINTA DALAM 3 BULAN
Pergi Bersama


__ADS_3

59


Amanda keluar ruangan untuk menjawab panggilan dari Farrel.


"Hallo" Amanda mengangkat panggilan.


"Kenapa kau tidak menjawab panggilanku?" tanya Farrel.


"Aku sedang sibuk" jawab Amanda. "Ada apa kau memanggilku?" Kini Amanda yang bertanya pada Farrel.


"Aku ingin berkencan denganmu" jawab Farrel.


"Apa?" Amanda cukup kaget dengan jawaban Farrel.


"Aku ingin mengajakmu berkencan" Farrel mengulagi ucapannya.


"Aku tidak bisa" tolak Amanda.


"Kenapa? Apa aku harus meminta izin dulu pada Daniel untuk mengajakmu berkencan?" tanya Farrel.


"Dasar pria bod*h" umpat Amanda namun bisa terdengar oleh Farrel.


"Kenapa kau sebut aku bod*h?" tanya Farrel tidak terima.


"Jika kau meminta izin pada tuan Daniel, kau tidak akan mendapatkan izinnya" jawab Amanda.


"Kenapa? Aku akan mendapatkan izinnya. Kami bersahabat" ucap Farrel.


"Dengar, kau meminta izin pada pria yang sudah memiliki tunangan, untuk mengajak tunangan wanitanya pergi berkencan. Apa kau pikir dia akan mengizinkannya? Tidak. Pria itu tidak akan membiarkan tunangannya berkencan dengan pria lain" jelas Amanda.


Hati Farrel sakit saat mengungkit Daniel adalah tunangan Amanda. Tapi bagaimana pun caranya, dia harus bisa mengajak Amanda berkencan.


"Tapi aku sangat ingin menghabiskan waktu berdua bersamamu" ujar Farre yang terdengar lesu.


Mendengar ucapan Farrel yang terdengar tidak berdaya, Amanda jadi merasa bersalah.


"Hah,, baiklah. Akhir pekan kita bertemu" ucap Amanda.


"Benarkah?" tanya Farrel berbinar.


"Iya. Tapi ingat, ini bukanlah sebuah kencan. Aku menganggapnya sebagai pertemuan seorang sahabat" jawab Amanda.


"Baiklah. Sampai jumpa akhir pekan berikutnya" ucap Farrel.


"Iya" balas Amanda.


Panggilan pun terputus.


"Hah,, dia selalu membuatku merasa bersalah" gumam Amanda.

__ADS_1


Setelah selesai menelpon, Amanda kembali ke ruangannya.


"Maaf tuan, kau lama menunggu" ucap Amanda pada Daniel.


"Siapa yang menelponmu?" tanya Daniel penasaran.


"Bukan siapa-siapa tuan. Ini tidak penting" jawab Amanda.


"Tidak penting, tapi kau menjauh untuk menjawab panggilannya" gumam Daniel.


"Tuan bicara sesuatu?" tanya Amanda yang memdengar Daniel bergumam tidak jelas.


"Lain kali jika kau sedang makan bersamaku, kau tidak boelh menerima telpon dari siapa pun. Kecuali sangat penting" ucap Daniel.


"Baik tuan" balas Amanda.


Kini Amanda juga merasa bersalah pada Daniel. Dia sudah membiarkan Daniel menunggu lama.


"Kau mau makan apa?" tanya Daniel.


Daniel menyodorkan menu restoran pada Amanda. Menunya sangat banyak. Restoran itu sudah seperti restoran internasional. Berbagai menu masakan dari berbagai negara ada di situ.


"Tuan, aku mau jajangmyeon, yukgaejang, sushi, dimsum, jian bing, creme brulee, eclair" jawab Amanda.


"Banyak sekali" ujar Daniel.


"Kenapa? Apa kau takut bangkrut karna aku memesan makanan ini?" tanya Amanda.


"Itu juga untukmu. Aku yang memesan makananmu" jawab Amanda.


"Terserah kau saja" balas Daniel tersenyum.


Skip.


Akhir pekan berikutnya, pagi-pagi sekali Amanda pergi ke kafe. Dia memiliki janji dengan Farrel. Mereka akan bertemu di kafe.


Farrel pergi ke kafe dengan mengendarai mobil moliknya. Di belakang mobil Farrel, ternyata mobil Sonia. Sonia tidak sendiri, dia sedang bersama sahabatnya yang bernama Sandra. Sandra adalah penggemar berat Farrel.


"Sonia, apa yang ingin kau beli? Kau sudah memiliki segalanya. Aku rasa tidak ada yang perlu kau beli lagi" tanya Sandra.


"Pokoknya aku ingin beli barang-barang mahal saja" jawab Sonia.


Sandra hanya menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Eh, bukannya itu mobil Farrel ya?" tanya Sandra.


"Farrel? Siapa dia?" Sonia balik bertanya.


"Itu lho selebriti tampan yang lagi populer" jawab Sandra.

__ADS_1


"Oh,, kirain siapa" balas Sonia.


"Sonia, ayo ikuti dia" pinta Sandra.


"Gak. Aku bukan fansnya" tolak Sonia.


"Tapi aku fans beratnya. Ayo kita ikuti dia" rengek Sandra.


"Enggak. Aku kau belanja, bukan mau jadi paparaji" tolak Sonia.


"Kalo begitu turunkan aku" ucap Sandra.


"Kau bercanda?" tanya Sonia tak percaya.


"Tidak, cepat turunkan aku. Aku tidak mau ketinggalan mobilnya Farrel" jawab Sandra yakin.


Sonia menepi dan menurunkan Sandra. Setelah menurunkan Sandra, Sonia melanjutkan perjalannya.


"Hah,, dia sudah gil*. Hanya demi mengejar selebriti itu dia sampai tega meninggalkan aku" gumam Sonia yabg tak habis pikir.


Sandra mengejar Farrel dengan menaiki taxi. Sandra sudah berusaha mengejar Farrel. Namun dia ketinggalan jauh. Akhirnya Sandra memutuskan untuk singgah di salah satu kafe untuk minum kopi.


Ketika Amanda tiba di kafe, dia melihat Farrel sudah ada di sana menunggunya.


Farrel melambaikan tangannya pada Amanda. Amanda duduk di kursi berhadapan dengan Farrel. Keduanya mulai berbicara.


"Kau terlambat" ucap Farrel


"Tidak sama sekali. Kau lah yang datang terlalu cepat" balas Amanda melihat jam tangannya.


Farrel memutar bola matanya malas.


"Kenapa kau tiba-tiba kembali ke jakarta?" tanya Amanda.


"Untuk mendapatkan cintamu" jawab Farrel sambil tersenyum.


Amanda menatap Farrel tanpa ekspresi.


"Dan juga aku ada pekerjaan di sini. Jadi aku kembali" ucap Farrel memberi alasan lain supaya Amanda percaya.


Amanda ingin menasehati Farrel, tapi melihat kepastian Farrel, perjuangan Farrel dan kegigihannya, Amanda jadi tidak berkata apapun.


Saat Amanda dan Farrel sedang berbicara, Sandra masuk ke kafe itu. Dia melihat Amanda dan Farrel sedanh duduk berdua.


Terima kasih sudah mampir😊


Jangan lupa tinggalkan jejak😆


Terus dukung Amanda dan Daniel😉

__ADS_1


Salam hangat dari author😁


__ADS_2