
36
Daniel menggenggam tangan Amanda dengan erat.
"Tari, aku yakin kau itu adalah Tari ku" ucap Daniel di sebelah telinga Amanda.
Amanda sangat marah pada perlakuan Daniel terhadapnya. Amanda berusaha melepaskan tangannya dari Daniel. Amanda terus memberontak.
Karna Amanda memberontak, Daniel pun melepaskan genggaman tangannya pada Amanda.
Amanda memundurkan tubuhnya. Dia menjaga jarak Dari Daniel.
"Tuan, seharusnya kau tidak boleh bersikap seperti itu. Ini di kantor tuan" ucap Amanda.
Daniel diam mendengarkan Amanda.
"Tidak pantas seorang pemimpin perusahaan melakukan itu pada karyawannya" lanjut Amanda.
Amanda kembali bersikap acuh tak acuhnya seperti dulu. Amanda tidak suka Daniel bersikap seperti itu padanya.
Bagi Daniel, meskipun Amanda memberi reaksi penolakan, tapi Amanda tetap memberikan rasa seperti aroma Tari. Daniel sangat meyakini kalau Tari adalah Amanda. Dan Amanda adalah Tari.
"Apakah kau pernah dicul*k?" tanya Daniel.
"Tidak" jawab Amanda dengan sangat tenang.
"Tidak? Aku yakin kau itu Tari Amanda. Meskipun kau tidak mengakuinya, tapi aku yakin kau pasti Tari. Kau Tari ku, Tari yang sama saat kecil dulu" pikir Daniel.
__ADS_1
Daniel kecewa dengan jawaban Amanda. Ini sudah kedua kalinya dia menanyakan hal ini pada Amanda. Tapi jawaban Amanda masih saja sama, yaitu "Tidak".
"Kenapa tuan Daniel menanyakan hal itu lagi? Dia sudah dua kali dia menanyakan hal ini. Sebenarnya siapa Tari itu? Kenapa dia terus menyebut nama Tari? Semalam dia juga mengigaukan nama Tari" pikir Amanda.
Amanda menjadi kepo akan sosok Tari. Untuk mengobati rasa keponya, Amanda pun menanyakan sosok Tari pada Daniel.
"Memang,, siapa Tari itu tuan? Kenapa kau terus menyebut namanya? Sebegitu pentingnya dia bagimu, hingga namanya terus kau sebutkan" tanya Amanda.
Daniel tidak menjawab pertanyaan Amanda. Daniel hanya menatap Amanda. Seketika ide jahil muncul dipikirannya.
"Kenapa? Apa kau cemburu pada Tari? Apa kau merasa marah saat mendengar namanya?" Daniel malah menggoda Amanda.
"Dih,, siapa juga yang cemburu. Aku hanya bertanya saja tuan" jawab Amanda.
"Kau sedang cemburu. Aku dapat melihat itu dari wajahmu. Kecemburuan terlihat jelas di wajahmu saat ini" balas Daniel.
"Kau sedang cemburu" balas Daniel yang terus menggoda Amanda.
Brak..
Amanda menghempaskan kontrak kerja yang ada di atas meja kerja Daniel. Amanda melakukan itu sebagai bentuk pelampiasan kekesalannya pada Daniel.
Daniel marah melihat perlakuan Amanda. Daniel menarik tangan Amanda. Daniel menatap Amanda dengan intens. Matanya yang tajam menatap mata belo milik Amanda.
Saat Daniel hendak berbicara, tiba-tiba seseorang masuk ke ruangannya dan berteriak dengan kerasnya.
"AMANDA!" teriak Sonia.
__ADS_1
Ya,, rupanya orang yang datang itu adalah Sonia. Sonia terkejut saat memasuki ruangan Daniel dia disuguhkan dengan adegan itu.
Amanda dan Daniel menatap Sonia.
"Sonia? Sedang apa dia di sini?" Amanda dan Daniel berpikiran sama.
"Ini kesempatan bagus untuk membalasnya saat di butik waktu itu" pikir Amanda.
"Sonia? Kau ada di sini? Ada keperluan apa kau ke sini?" tanya Amanda yang malah mendekatkan dirinya dalam rangkulan Daniel.
Sonia merasa kesal. Kini wajah Sonia sudah me-merah karna menahan marah.
"Aku ke sini untuk memberikan rencana proposal pada Daniel" jawab Sonia.
"Kalo begitu, kau letakan saja di meja. Setelah itu kau bisa pegi. Dan tolong, saat kau ke luar, jangan lupa tutup pintunya lagi. Aku tidak mau kemesraanku dilihat oleh orang asing" ucap Amanda.
Amanda memeluk Daniel dengan erat. Amanda sengaja melakukan itu untuk membuat Sonia cemburu. Amanda meminjam tubuh Daniel untuk membuat Sonia kesal. Dan usahanya berhasil. Sonia sangat kesal pada prilaku Amanda.
"Aku ingin berbicara empat mata dengan Daniel" ucap Sonia.
"Silahkan saja, aku akan tutup mata. Dengan begitu, kalian bisa berbicara empat mata" balas Amanda.
"Aku ingin membicarakan rencana penting dari proposal ini" ucap Sonia.
Secara tidak langsung, Sonia menyuruh Amanda untuk pergi dari ruangan Daniel. Sonia mengaja mengatas namakan proposal agar bisa berduaan dengan Daniel.
Maaf up nya sedikit,,😊
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak dan juga dukung terus author ya,,😆