CINTA DALAM 3 BULAN

CINTA DALAM 3 BULAN
Apakah Kau Mau Menjadi Istriku?


__ADS_3

34


Daniel sedang dalam keadaan mab*k dan bingung. Dia tidak bisa membedakan siapa orang yang berada di depannya. Yang berarti, Daniel tidak bisa membedakan apakah itu Amanda atau bukan yang sekarang berada di depannya.


Melihat Amanda, Daniel jadi mengingat gadis di masa kecilnya dulu saat dia berusia 13 tahun. Tari, itulah nama gadis di masa kecilnya.


Di suatu ruangan, terdapat 2 orang anak yang sedang disandr*. Di luar ruangan itu terdapat banyak penjaga. Bukan hanya penjaga, bahkan anjing serigala jantan yang ganas juga ada. Mereka sedang menjaga ruangan dengan sangat ketat.


2 orang anak itu adalah Daniel dan juga Tari. Daniel sangat takut pada anjing yang ada di luar. Daniel menggigil ketakutan. Dia sudah berusaha untuk tidak takut. Namun dia tidak bisa melakukan itu.


Daniel dan Amanda duduk di lantai sambil memeluk lutut mereka masing-masing.


"Hiks,, hiks.." terdengar isakan kecil dari Daniel.


Tari melihat ke arah Daniel yang sedang menggigil.


"Apa kau takut?" tanya Tari.


Daniel menganggukkan kepalanya.


"Kau tidak usah takut. Ada aku yang akan selalu melindungimu" ucap Tari.


Tari memegang tangan Daniel guna menenangkannya.


Daniel menganggukkan kepalanya sambil tersenyum. Daniel dapat melihat mata besar dan hitam milik Tari.


"Apa kau tidak takut?" tanya Daniel.


"Tidak sama sekali" jawab Tari menggelengkan kepalanya.


"Kenapa kau tidak takut?" tanya Daniel.


"Jika aku takut, siapa yang akan menjagamu?" Tari memberikan pertanyaan sebagai jawabannya.


Daniel menganggukkan kepalanya.


"Seperti apa suami idamanmu?" tanya Daniel.


"Aku ingin punya suami yang pemberani dan tidak penakut" jawab Tari.


"Apa seperti aku?" tanya Daniel.

__ADS_1


"Tidak. Kau itu penakut. Aku tidak mau mempunyai suami penakut sepertimu. Aku ini seorang wanita, aku butuh perlindungan dari seorang pria. Jika suamiku penakut, maka tidak akan ada yang melindungiku" jawab Tari dengan jelas.


"Jika aku menjadi berani dan tidak penakut, apa kau mau menjadi istriku?" tanya Daniel.


"Apa kau yakin?" tanya Amanda ragu.


"Tentu saja. Aku akan berubah. Aku tidak akan penakut lagi, aku akan menjadi seorang pria yang pemberani. Tidak hanya pemberani, aku juga akan menjadi pria yang kuat. Aku akan melindungimu dari semua orang jahat. Aku akan ada di sisimu setiap saat. Kalau kau dalam bahaya, aku akan segera datang dan menolongmu" jawab Daniel dengan pasti.


Tari tersenyum mendengar perkataan Daniel.


"Jadi apakah kau mau menjadi istriku?" Daniel mengulangi pertanyaannya.


"Tentu saja. Aku akan bersedia menjadi istrimu" jawab Tari.


"Serius, kau mau menikah denganku?" tanya Daniel.


"Iya, aku mau menikah denganmu. Aku hanya akan menikah denganmu" jawab Tari sambil tersenyum.


"Jika ada pria lain, kau akan menolaknya?" tanya Daniel.


"Ya. Aku akan menolaknya. Aku akan mengusirnya sangat jauh, sampai aku tidak bisa mencium aroma tubuhnya lagi" jawab Tari.


"Wah,, kalo begitu, tunggu aku" ucap Daniel.


Mereka bercanda supaya rasa takut mereka berkurang.


"Aaa.." Amanda merasakan sakit dikepalanya.


Amanda merasa ada sekelibat ingatan yang melintas di pikiran Amanda. Amanda tidak tau ingatan apa itu.


"Tari,, Tari,, Tari.." Daniel terus bergumam nama Tari.


Daniel menarik tangan Amanda dan mengendus tangannya.


"Ini rasa Tari ku,, Tari, apakah itu kau?" Daniel mengigau.


Amanda terus berusaha melepaskan diri dari Daniel. Namun usahanya sia-sia, Daniel tetap tidak melepaskan Amanda. Dengan terpaksa, Amanda memutuskan untuk mengantarkan Daniel ke kamarnya. Amanda tidak punya cara lain selain cara itu.


Amanda membopong Daniel menuju kamarnya. Saat Amanda sedang menaiki tangga, Oliv mencegatnya sambil berteriak dengan sangat keras.


"Gadis kampung!" teriak Oliv.

__ADS_1


Amanda menghentikan langkahnya dan menatap Oliv.


"Apa yang kau lakuan pada kakakku?" tanya Oliv dengan marah.


Amanda tidak mau meladeni Oliv. Jika dia meladeni Oliv, itu artinya Amanda sudah siap menghadapi masalah panjang dengannya. Amanda tidak mau terkena masalah dengan Oliv. Tapi itu bukan berarti Amanda takut pada Oliv.


Amanda memilih berjalan melewati Oliv. Amanda tidak menghiraukan pertanyaan Oliv. Amanda memilih tutup telinga. Amanda tidak mau repot-repot menjelaskan apa yang terjadi pada Daniel.


Oliv sangat menghkawatirkan Daniel. Dia tidak tenang melihat kondisi Daniel yang seperti itu. Oliv belum pernah melihat Daniel mab*k. Itu sebabnya dia merasa tidak tenang.


Oliv mengikuti Amanda yang masuk ke kamar Daniel.


"Ini pasti gara-gara kamu gadis kampung!" Oliv memarahi Amanda. "Kamu udah buat kak Daniel jadi kayak gini. Kamu pasti sengaja buat kak Daniel mab*k berat, agar kamu bisa mendekatinya dan mengambil kesempatan saat dia tidak sadar" lanjut Oliv dengan penuh Amarah.


Amanda menidurkan Daniel di tempat tidurnya. Setelah itu, Amanda melihat ke arah Oliv yang sedang memarahinya.


"Ini bukan salah ku. Aku aku tidak tau kenapa tuan Daniel bisa jadi seperti ini" balas Amanda.


"Alah,, bohong kamu. Aku sering melihat taktik seperti ini. Terlebih lagi kau yang menerapkan taktik ini. Gadis kampung sepertimu tidak akan menyia-nyiakan kesempatan untuk terus me-mepet pria kayak seperti kak Daniel" ucap Oliv.


"Terserah apa yang kamu pikirkan, aku sama sekali tidak perduli" balas Amanda.


"Ehm.." Daniel bergumam.


Oliv hendak berucap lagi. Namun saat dia melihat ke arah Daniel, dia terpana oleh pesona Daniel. Daniel sangat tampan dengan keadaanya yang sedang mab*k. Mata Oliv tidak bisa melihat siapa pun lagi kecuali Daniel.


Amanda terkejut melihat reaksi Oliv pada Daniel.


"Apakah Oliv menyukai tuan Daniel? Sepertinya dia memang menyukainya. Tapi bagaimana bisa? Oliv kan sepupunya tuan Daniel" pikir Amanda.


Amanda tidak mau pusing memikirkan itu. Dia memiliu untuk pergi dan kembali ke dalam kamarnya.


Pada saat ini, Oliv menatap Daniel dengan tatapan kosong. Seolah dia sudah terhipnotis oleh Daniel.


Ternyata oh ternyata, Oliv memang menyukai Danie. Dia menyukai Daniel sejak usianya 14 tahun. Tapi Daniel hanya menganggap Oliv sebagai sepupu saja. Dan ternyata lagi, Oliv adalah anak yang diadopsi oleh keluarga Daniel. Dia bukan saudara perempuan kandung dari Daniel. Itu sebabnya Oliv bisa menyukai Daniel.


Oliv berjalan mendekat dan menaiki tubuh Daniel. Perlahan Oliv membungkukkan tubuhnya dan menc*um Daniel.


Amanda yang baru saja sampai di kamarnya, dia baru sadar kalau sedari tadi dia memegang kancing berlian di tangannya.


"Kancing siapa ini?" tanya Amanda. "Pasti ini milik tuan Daniel. Tapi kenapa bisa ada padaku? Ah,, pasti saat aku membawanya ke kamar, tidak sengaja kancingnya terlepas" pikir Amanda.

__ADS_1


Amanda memutuskan untuk mengembalikan kancing baju itu pada Daniel. Amanda berjalan menaiki tangga untuk menuju ke kamar Daniel.


Alangkah terkejutnya saat dia mendapati apa yang ada di kamar Daniel. Amanda melihat Oliv yang sedang menc*um Daniel.


__ADS_2