CINTA DALAM 3 BULAN

CINTA DALAM 3 BULAN
Cemburu 3


__ADS_3

53


Amanda pergi ke ruangan Daniel.


Tok,, tok,, tok,, Amanda mengetuk pintu ruangan Daniel.


"Masuk" saut Daniel.


Setelah mendapat izin, Amanda pun masuk ke dalam ruangan Daniel. Amanda bengong melihat penampilan Daniel. Amanda menatap Daniel tanpa berkedip.


Dengan kemeja putih dan otot yang atletis, serta fitur wajah yang sempurna, membuat penampilan sangatlah terlihat mengg*da. Daniel terlihat lebih menawan.


Awalnya Daniel hendak memarahi Amanda. Namun saat Daniel melihat Amanda, dia menemukan kalau Amanda sedang mengaguminya. Daniel maju dan menatap mendekati Amanda.


"Apa kau sudah selesai mengagumiku? Apa aku perlu membuka bajuku agar kau bisa melihat tubuhku dengan jelas?" goda Daniel.


Amanda memalingkan wajahnya tersipu malu.


"Em,, ada apa tuan memanggilku?" tanya Amanda memgalihkan pembicaraan.


"Aku ingin bertanya, bagaimana perkembangan proyek yang kau pegang?" tanya Daniel.


Saat Daniel masum ke ruang rapat, dia memang hendak bertanya hasil rapat bersama Albert pada Amanda. Tapi, dengan keberadaan Diva dan Oliv, dia menjadi lupa pada hal itu.


"Em,, bagus tuan. Tuan Albert sangat senang dengan proyek perusahaan kita" jawab Amanda.


Ketika Amanda berbicara, Daniel terus menatap Amanda.


"Tapi,, aku harus menyusun laporannya hasil rapatnya terlebih dahulu. Setelah itu baru aku bisa melaporkan dengan jelas" ucap Amanda.


Tanpa ditanya, Amanda terus berbicara mengenai rapatnya bersama Albert. Daniel sampai pusing karna Amanda terus berbicara. Akhinya Daniel mengangkat tangannya dengan tatapan dingin. Daniel mengangkat tangannya di depan wajah Amanda agar Amanda bisa diam.


Amanda menatap Daniel dengan heran.


"Ganti perbanku" ucap Daniel menjawab pertanyaan Amanda yang ada di kepalanya.


Amanda menuruti permintaan Daniel.


Amanda mengganti perban Daniel dengan hati-hati. Amanda mengoleskan salep diluka Daniel.


"Tahan sebentar tuan. Ini hanya akan sakit sedikit" ucap Amanda.

__ADS_1


"Bagaimana kau tau sakitnya sedikit? Aku kan yang merasakan sakitnya" tanya Daniel.


"Em,, aku hanya mengira-ngira saja. Lagi pula, kau seorang pria, luka seperti ini seharusnya bukan luka besar bagimu. Apalagi kau pria berotot dan berbadan besar" jawab Amanda.


"Dari mana kau tau tubuhku berotot? Aku rasa, aku tidak pernah menunjukkan tubuhku padamu. Ah,, aku tau. Kau pasti mengint*pku kan, saat aku sedang mandi?" tanya Daniel memberi pertanyaan menjebak pada Amanda.


"Eh,, sembarangan saja. Tidak, aku tidak pernah mengint*pmu tuan" jawab Amanda.


"Ah,, atau jangan-jangan kemarin, saat kau melepaskan kancing bajuku, diam-diam kau melihat tubuh s*x*ku" tebak Daniel.


"Mana ada. Aku tidak melakukan itu" sangkal Amanda.


Kini wajah Amanda sudah sangat merah karna terus digoda oleh Daniel.


"Sudahlah tuan, diam. Aku sedang pokus mengobati lukamu" ucap Amanda.


"Baiklah,, baiklah.." balas Daniel.


Amanda kembali meneruskan aktivitasnya. Amanda memakaikan perban pada Daniel dengan sangat terampil.


"Apa kau belajar ilmu kedokteran? Atau cita-citamu memang menjadi dokter?" tanya Daniel penasaran.


"Tidak tuan. Aku hanya belajar sedikit. Itupun untuk kecelakaan mendadak seperti ini" jawab Amanda dengan rendah hati.


"Hallo kak!" ucap Gavin.


"Ya, ada apa Vin?" balas Amanda.


"Nyalakan speakernya" titah Daniel dengan berbisik.


"Tidak mau" tolak Amanda yang juga sama berbisik.


"Cepat.." geram Daniel sambil memelototi Amanda.


Amanda memutar bola matanya jengah. Dia pun menyalakan speaker handphonenya.


"Kak, kakak masih di sana?" tanya Gavin.


"Ah, iya" jawab Amanda. "Memangnya ada apa?" tanya Amanda.


"Apa kau sedang sibuk?" tanya Gavin.

__ADS_1


"Ya lumayanlah. Saat ini aku cukup sibuk" jawab Amanda. "Memangnya kenapa?" tanya Amanda.


"Begini kak, aku mau mengajakmu makan malam bersama" jawab Gavin. "Kau maukan?" tanya Gavin.


"Boleh" jawab Amanda tanpa berpikir.


"Jadi kau bersedia pergi bersamaku?" tanya Gavin memastikan.


"Iya, aku akan pergi bersamamu" jawab Amanda.


"Kalo begitu nanti aku menjembutmu ya" ucap Daniel.


"Iya" setuju Amanda.


Saat Amanda dan Gavin sedang berbicara, Daniel mendengarkan pembicaraan mereka dengan serius. Namun dengan suasana hati yang buruk. Daniel tidak suka saat Gavin menelpon Amanda.


"Apa? Bocah tengil itu mau mengajak Amanda makan malam?" tanya Daniel dalam hati. "Dasar bod*h. Kenapa kau menerima ajakannya Amanda. Kau berbicara tanpa berpikir Amanda. Seharusnya kau menolaknya" Daniel merutuki Amanda dalam hatinya.


Daniel menatap Amanda dengan cemberut.


"Aku tau, ini bukan makan malam. Bocah tengil itu mengajak Amanda untuk berkencan. Dan Amanda yang lugu, dia menerima ajakannya tanpa tau maksud yang sebenarnya. Jika Amanda dibiarkan pergi bersama bocah tengil itu, aku tidak akan bisa bersama Amanda. Aku harus mencegahnya" ucap Daniel. "Siapa pun, tidak ada yang boleh jalan bersama wanitaku" tanpa sadar, Daniel mengucapkan itu dalam hatinya.


Daniel cemburu dan menunggu sambungan telepon itu putus. Setelah sambungan itu putus, Daniel menatap Amanda.


"Kau harus menemaniku kerja lembur" ucap Daniel.


"Apa? Tapi kenapa? Bukankah kemarin aku sudah lembur?" tanya Amanda tak terima.


"Aku akan bekerja lembur. Dan kau sebagai sekretaris perusahaanku, kau harus ikut lembur denganku. Ini juga menyangkut proyek yang sedang kau kerjakan" jelas Daniel.


Duh,, si bapak Daniel malah nyuruh Amanda lembur lagi😬


Kira-kira Amanda mau gak ya lembur sama Daniel?🤔 Atau dia milih pergi makan malam sama Gavin? 🤨


Hm,, kalo kalian gimana? Mau lembur sama bos tampan, atau mau makan malam sama aktor tampan?😏


Maaf ya kemarin tidak up🙏🏼


Terima kasih sudah mampir😊


Jangan lupa tinggalka jejak😁

__ADS_1


Ayo dukung novel Amanda sama Daniel 😉


Salam hangat dari author😆


__ADS_2