CINTA DALAM 3 BULAN

CINTA DALAM 3 BULAN
Perebutan Gaun


__ADS_3

31


Sonia dan Hans melihat manager butik yang meminta maaf kepada Amanda dengan penuh hormat.


"Apa ini? Kenapa manager itu malah meminta maaf pada Amanda, dan bukannya padaku?" tanya Sonia dalam hati merasa tidak percaya.


Hans tidak bisa menahan giginya untuk tidak menggertak. Hans menggertakan giginya dengan marah.


"Hei, kenapa kau malah meminta maaf pada gadis kampung itu?" tanya Hans dengan marah. "Harusnya kau menyerahkan gaun itu pada kekasihku. Bukannya malah meminta maaf padanya" lanjut Hans.


Manager butik itu melihat ke arah Hans dan Sonia. Amanda juga melihat ke arah Hans.


"Apa kau tidak tau kalau kekasihku, Sonia adalah cucu kesayangan kakek Bagas. Kau tau kan siapa kakek Bagas itu? Jika kau berani menyinggung kekasihku, itu artinya kau menyinggu keluarga kakek Bagas" jelas Hans dengan tegas.


Manager itu hanya menatap Hans tanpa mau mengatakan apapun padanya. Beberapa saat kemudian, manager itu berbalik lagi menghadap Amanda.


"Nona, sungguh. Aku minta maaf atas nama butikku ini" ucap manager butik itu.


Manager butik itu mengabaikan Hans dan ucapannya.


"Apa kau sudah tul*? Sampai kau tidak mendengar apa yang aku katakan padamu" tanya Hans dengan marah.


"Nona, saya harap anda tidak tersinggung dengan apa yang terjadi ini" ucap manager.


Lagi-lagi manager butik itu mengabaikan Hans.


Manager itu tidak mau ambil resiko besar. Dengan susah payah butik itu melewati lima tahap untuk bisa belerja sama dengan Amanda. Jika mereka menyinggung Amanda hanya karna masalah kecil, apalagi masalah ini dengan Sonia, mereka akan mengalami kerugian yang sangat besar, bahkan tidak terhitung. Dan kedepannya mereka tidak akan bisa bekerja sama lagi dengan Amanda.


"Nona, anda ambil saja gaun ini, anda tidak perlu membayarnya" ucap manager itu.


Sonia dan Hans kaget dengan apa yang dikatan oleh manager butik itu.


"Apa? Apakah aku tidak salah dengar? Manager itu memberikan gaun seharga 100 juta secara gratis pada gadis kampung itu? Manager ini sudah gil*" pikir Sonia.


Sonia tidak terima dengan apa yang dikatakan oleh manager itu. Tentunya dia tidak tinggal diam. Apapun yang Sonia minati, dia akan melakukan segala cara untuk bisa memdapatkannya. Tidak ada yang tidak bisa dia dapatkan. Itulah prinsip Sonia.


"Aku akan membayar 3 kali lipat" ucap Sonia pada manager butik itu.


"Maaf nona, tapi gaun ini sudah menjadi milik nona Amanda" tolak manager itu.


Manager itu bersikeras memberikan gaun itu pada Amanda. Meskipun Sonia sudah menawar gaun itu dengan harga yang sangat tinggi.


Melihat Sonia yang bersikeras menginginkan gaun ini dengan harga yang tidak masuk akal, membuat Amanda merasa aneh. Amanda tidak mau melanjutkan masalah ini dengan Sonia. Dia memilih untuk segera pergi dari sana, karna dia juga punya janji dengan Gavin.


"Pak, tidak perlu gratis. Aku akan mengirim seseorang untuk mengirim cek besok" ucap Amanda dengan dominan.

__ADS_1


"Baiklah nona, jika itu keinginannmu" balas manageritu.


Amanda berjalan ke arah ruang ganti, untuk mengganti bajunya.


Sonia yang melihat itu merasa sangat marah. Dia mengikuti Amanda ke ruang ganti. Namun dia tidak bisa masuk karna dijaga oleh manager butik.


"Nona Sonia, jangan mengikuti nona Amanda" cegah manager.


"Heh, Amanda" teriak Sonia. "Kau pasti meminta bantuan Daniel untuk melindungimu, iya kan? Dasar kau gadis kampung. Kau tidak bisa berbuat apapun dengan tanganmu sendiri. Oleh sebab itu kau meminta bantuan Daniel. Tidak tahu malu, gadis kampung, dasar benalu" Sonia terus berteriak di depan ruang ganti.


Sonia berpikir kalau Amanda dibantu oleh Daniel. Mana mungkin Amanda bisa melakukan itu tanpa bantuan dari Daniel, Amanda kan berasal dari kampung.


Amanda yang mendengar Sonia berteriak, dia hanya menggeleng-gelengkan kepalanya saja.


"Sebenarnya apa yang dipikirkan oleh Sonia? Kenapa dia membawa Daniel dalam masalah ini? Ah,, biarkanlah dia terus berbicara" heran Amanda.


Amanda ke luar dari ruangan ganti.


"Heh,, sini kamu Amanda" ucap Sonia setelah Amanda ke luar.


Amanda menghiraukan Sonia yang memanggilnya. Sonia berjalan ke arah kasir.


"Tolong bungkus gaun ini" ucap Amanda.


"Baik nona" balas kasir.


5 menit kemudian, gaun yang dibeli Amanda sudah bisa dibawa pulang.


"Ini nona gaunnya" ucap kasir.


"Terima kasih. Untuk pembayaran, besok saya akam kirim cek" balas Amanda.


"Baik nona" ucap kasir.


Amanda berjalan menuju pintu ke luar. Namun Sonia masih saja mengejarnya. Sonia belum puas meluapkan kekesalahnya pada Amanda.


"Amanda, serahin gaun itu" titah Sonia.


"..." Amanda tidak menjawab. Dia terus berjalan tanpa menengok ke belakang.


"Heh, gadis kampung!" bent*k Amanda. "Aku bilang serahin gaun itu".


"Cukup!" ucap Amanda dengan keras.


Sonia dan yang lainnya terdiam.

__ADS_1


"Sudah cukup. Apa yang kau inginkan? Apakah tidak ada gaun lain yang bisa kau beli? Sampai kau mau membeli gaun yang sudah menjadi milikku?" tanya Amanda dengan marah. "Sudah cukup. Aku tidak punya waktu untuk melayanimu. Jadi berhentilah mengejarku" tegas Amanda.


Setelah mengatakan itu, Amanda pergi tanpa menoleh lagi ke belakang.


Sonia tidak tau halau manager adalah orang yang sebelumnya Amanda hubungi, atau orang yang bertanggung jawab di butik itu.


Setelah melihat semua kejadian itu, mulai dari Amanda yang menerima pel*c*han dari Sonia dan Hans, sampai mendengar ucapan Amanda yang mendominasi, manager itu yakin kalau ada hubungan yang luar biasa antara Amanda dengan Daniel.


Daniel seorang pria bak dewa yang luar biasa di mata semua orang. Manager butik tidak mau menyinggungnya. Jadi dengan cepat meminta keamanan untuk membawa Sonia dan Hans pergi dari butik itu.


Malam pun tiba.


Amanda pergi ke bar menemui Gavin untuk merayakan keberhasilannya. Bar yang didatangi Amanda adalah bar yang paling mewah di kota A.


Ketika bertemu, Gavin dengan ramah menarik kursi untuk Amanda duduk.


"Terima kasih" ucap Amanda.


"Sama-sama" balas Gavin.


"Dan iya, selamat untukmu aktor muda Gavin yang arogan" ucap Amanda.


"Ah,, aku tidak arogan. Aku hanya sedikit berbeda saja" ralat Gavin.


"Terserah saja. Yang penting, selamat atas apa yang kau raih" ucap amanda.


"Terima kasih" balas Gavin.


Amanda memperhatikan keadaan bar yang ramai.


"Kak, aku ingin kau menyanyikan lagu untukku dalam bahasa Prancis" pinta Gavin.


"Apa? Aku tidak mau" tolak Amanda.


"Ayolah,, ini sebuah permintaan kecil dariku yang sedang berulang tahun" bujuk Gavin.


"Hari ini kau ulang tahun? Kenapa kau tidak bicara sebelumnya? Aku tidak mempersiapkan hadiah apa pun untukmu" tanya Amanda.


"Sekarang aku meminta hadiahku. Aku ingin kau bernyanyi" pinta Gavin.


"Baiklah,, ini hanya karna kau sedang berulang tahun" setuju Amanda.


Amanda menyanyikan lagu selamat ulang tahun dalam bahasa Prancis untuk Gavin. Amanda bernyanyi dengan sangat merdu. Semua orang menikmati nyanyian Amanda.


Pada saat yang sama, Daniel juga berada di bar itu. Dia sedang mengadakan pertemuan bisnis di ruang VIP bersama kliennya. Daniel melihat Amanda dan Gabin sedang bersama. Daniel beranggapan kalau Amanda dan Gavin janjian di bar itu.

__ADS_1


Daniel melihat Amanda menyanyi untuk Gavin dengan senangnya. Dari situ wajah Daniel menjadi jelek. Dia tetlihat sangat tidak suka pada perbuatan Amanda yang sudah bernyanyi untuk Gavin.


__ADS_2