
97
Awalnya hanya sedikit orang yang mengetahui malasah plagiarisme. Namun, karna tuduhan Mona membuat orang lain tau. Perdebatan Amanda dan Mona dapat didengar dengan jelas oleh semua orang.
Banyak orang mulai berkerumun. Mereka menonton Amanda dan Mona. Mereka bertanya-tanya soal Amanda.
"Apakah benar dia seorang plagiarisme?"
"Aku rasa iya"
"Aku curiga padanya. Aku yakin dia bukan orang sembarangan"
"Kau benar. Bisa saja dia hanya berpura-pura menjadi sekretaris di perusahaan tuan Daniel. Tapi sebenarnya dia adalah orang yang mau membuat perushaan tuan Danieh hancur"
"Iya ya, kenapa aku baru terpikir? Semenjak kedatangan Amanda, perusahaan tuan Daniel menjadi lebih banyak terkena masalah"
"Benar. Biasanya juga tidak seperti ini"
"Dia itu pembawa s*al"
"Tepat sekali. Tak ada julukan lain untuknya selain pembawa s*al"
Banyak karyawan yang mengh*na Amanda di deoan Amanda sendiri. Mereka tak ragu lagi menggunjing orang secara langsung.
Mona senang dengan keadaan yang mulai ricuh.
"Dengar, kalian semua salah paham. Aku bukanlah seorang plagiarisme. Aku karyawan biasa seperti kalian" sangkal Amanda.
"Karyawan biasa? Apa aku tidak salah dengar? Karyawan biasa tapi setiap hari datang dan pulang bersama tuan Daniel" cerca Mona.
Amanda menatap Mona dengan malas.
"Hey, dari kami semua tidak ada yang datang dan pulang dengan bosnya sendiri. Hanya kau yang seperti itu. Kami tidak pernah memanfaatkan bos kami sebagai perisai. Kami juga tau kau memang tunangan tuan Daniel, tapi kau tidak bisa mencampurkan perasaan dalam pekerjaan. Kami tidak sepertimu yang memanfaatkan bosnya sendiri" tukas Mona.
__ADS_1
"Hah,, sudah berapa kali aku katakan padamu. Kenapa kau masih belum paham juga? Aku sudah lelah menjelaskan ini padamu. Entah harus bagaimana lagi caraku menjelaskannya" balas Amanda.
"Heh,, aku sudah mengerti semuanya. Kau sengaja membuat skandal bersama aktris terkenal yang bernama Gabby. Kau dan dia melakukan pembohongan publik. Kau sengaja memutuskan kontrak dengannya. Sehingga namamu menjadi naik. Setelah itu, kau merekayasa kasusmu dengan Mayang. Hal itu membuat namamu lebih melambung tinggi. Dan sekarang? Lihatlah, aku yakin ini adalah hasil rencanamu. Dan 2 hari lagi kau akan melakukan konferensi pers. Kau akan meminta maaf dan kau berjanji tidak akan melakukan kesalahan yang sama. Iya kan?" tuduh Mona
"Kau salah Mona. Aku tidak melakukan hal yang kau katakan. Soal konferensi pers yang akan kulakukan, itu bukan urusanmu. Tuan Daniel sudah memberiku tanggung jawab untuk mengurusnya. Kau tidak perlu ikut campur" balas Amanda.
Mona tidak percaya dengan ucapan Amanda. Bagaimana bisa Daniel memberikan tanggung jawab pada seorang karyawan yang hampir membuatnya rugi besar.
"Hahah,, aku tidak percaya pada ucapanmu. Dan kalau pun itu benar. Maka mata tuan Daniel sudah tertutup. Dia tidak bisa membedakan mana sampah dan mana berlian" sindir Mona.
Daniel keluar dari ruangannya karna mendengar suara keributan.
"Ya, mataku sudah tertutup" ujar Daniel.
Semua orang terkejut dengan kedatangan Daniel.
"Mataku sudah tertutup karna aku sudah menemukan cahaya yang bisa menerangiku tanpa harus membuka mata. Aku tidak bisa membedakan sampah dan berlian karna mataku sudah tertutup. Tapi berkat cahaya itu, aku mendapat berlian. Dan bodohnya aku, aku malah memelihara sampah tidak berguna seperti kalian ini. Kalian malah menggunjing orang lain dan mengabaikan perkerjaan" ucap Daniel dengan tegas.
Seketika kerumunan pun bubar. Mereka tidak mau Daniel memecat mereka.
"Ih,, kenapa sih, tuan Daniel selalu membela Amanda. Apa bagusnya coba? Hanya gadis kampung biasa" geram Mona.
Di perjalanan, Mona bertemu dengan Aldo. Aldo adalah wakil presdir perusahaan. Mona mengambil kesempatan untuk menjelekkan Amanda di hadapan Aldo. Dia ingin Aldo agar ikut campur dalam masalah ini.
"Tuan Aldo" sapa Mona.
Aldo menganggukkan kepalanya.
"Tuan, apa kau tau? Amanda adalah seorang plagiat. Dia meniru desain perusahaan lain. Tapi tuan Daniel tidak melakukan apa pun. Dia masih percaya pada Amanda" hasut Mona.
Aldo tau apa yang Mona rencanakan dengan membicarakan kejelekan Amanda padanya.
"Aku tidak tertarik dengan masalah ini" balas Aldo kemudian melenggang pergi.
__ADS_1
Mona tambah dongkol dengan ucapan Aldo.Tak sangka Aldo akan berkata seperti itu.
Amanda kembali bekerja. Amanda terlalu pokus sampai tak ingat waktu. Sekarang sudah waktunya untuk pulang bekerja.
Daniel menelpon Amanda.
"Ya, tuan" ucap Amanda masih menatap layar komputernya.
"Kau di mana?" tanya Daniel.
"Aku masih di runganku"
"Ayo kita pulang. Ini sudah waktunya pulang"
"Tidak tuan. Aku belum bisa pulang. Masih ada pekerjaan yang harus diselesaikan dengan cepat. Kau pulang saja duluan" tolak Amanda.
"Baiklah. Tapi jangan pulang terlalu larut"
"Iya tuan"
Panggilan pun terputus.
Malam semakin larut. Amanda masih pokus pada perkejaannya. Tiba-tiba ada seseorang yang masuk ke ruangan Amanda.
"Amanda" panggil orang itu.
"Iya" balas Amanda melihat ke arah sumber suara. "Tuan Daniel" ujar Amanda sedikit kaget.
Ya, orang itu adalah Daniel. Daniel datang sambil menenteng rantang yang berisi makanan untuk Amanda.
"Tuan, apa yang kau lakukan?" tanya Amanda.
"Aku membawakan makan malam untukmu. Aku yakin kau tidak ingat pada makanmu" balas Daniel.
__ADS_1
"Uwh,, makasih.." ucap Amanda terharu.