CINTA DALAM 3 BULAN

CINTA DALAM 3 BULAN
2S


__ADS_3

99


Amanda menghela nafas panjang. Dia bingung kenapa Daniel terus berpikir kalo dia adalah Tari. Amanda mendekat ke arah Daniel.


"Tuan, sudah aku katakan, aku bukanlah Tari. Dan aku tidak mau menjadi pengganti Tari" tegas Amanda.


"Hah,, maafkan aku" ucap Daniel.


"Ah,, sudahlah. Ayo kita pulang" ucap Amanda. Dia tidak mau bertengkar saat ini.


Amanda dan Daniel pulang ke rumah Daniel.


Di sebuah club mewah, terdapat pria yang sedang minum bersama beberapa orang temannya. Pria itu beberapa hari lalu baru putus dengan pacarnya. Pria itu Albert.


Albert sedang berkumpul. Dia berusaha melupakan masalah yang terjadi padanya.


Saat sedang berbincang, tiba-tiba Gabby datang kehadapan Albert. Gabby datang untuk membujuk Albert agar mau balikan dengannya.


"Baby.." Gabby berdiri di hadapan Albert.


Albert melihat ke arah Gabby. Gabby terlihat sangat berantakan. Dia sangat kacau. Sepertinya baru saja minum dan sedikit m*buk.


"Untuk apa kau ke sini?" tanya Albert tidak suka.


"Aku mohon,, kembalilah bersamaku. Aku tidak bisa hidup tanpamu" pinta Gabby.


"Tidak. Hubungan kita sudah berakhir. Sebaiknya kau pergi" tolak Albert.


"Pliss,, aku sangat mencintaimu. Apa kita putus hanya karna gadis kampung itu?" protes Gabby.


"Jangan panggil dia seperti itu. Jelas kau yang salah"


"Baby,, ya udah iya. Aku yang salah. Tapi aku mohon sama kamu,, kembalilah bersamaku. Aku tidak punya tujuan jika tidak bersamamu" mohon Gabby.


"Sekali tidak, ya tidak. Ku bilang kau pergi"


"Tidak. Aku tidak akan pergi sebelum kau kembali bersamaku"


"Baiklah. Jika kau tidak mau pergi. Maka aku yang pergi"


Albert berdiri dan melangkahkan kakinya menuju pintu keluar.


"Baby.." Gabby menyusul Albert.


Gabby memeluk lengan Albert.


"Lepaskan" titah Albert.


"Tidak"


"Lepaskan" ucap Albert dengan penuh penekanan.


"Tidak"


"Huh.." Albert mendengus sebal.


Albert menghempaskan tangan Gabby dari tangannya. Gabby terjatuh ke lantai karna hempasan Albert.


"Baby.." teriak Gabby.


Albert melangkahkan kakinya pergi dari club itu.


Gabby terdiam dalam jatuhnya.


Dari kejauhan, tampak Sonia dan Sandra sedang memperhatikan Gabby. Kebetulan sekali mereka ada di club itu. Awalnya mereka ingin membahas tentang Mayang. Tapi mereka melihat Gabby yang sedang mengemis pada Albert.

__ADS_1


"Sonia, bukankah itu Gabby? Artis terkenal dan mantan Albert yang kau ceriakan?" tanya Sandra.


Sonia melihat ke arah Gabby.


"Ya, benar dia. Ck,, ck,, ck,, nasibnya sangat malang" ujar Sonia.


"Sepertinya dia sangat mencintai Albert" pikir Sandra.


"Tentu saja. Dia sampai rela mengemis dihadapan Albert"


"Kalo aku jadi dia, aku akan mencari pria yang lebih kaya dan tampan dari Albert"


"Kalo begitu tinggalkan Farrel"


"Dih,, apaan. Gak, aku gak akan ninggalin Farrel. Dia itu idolaku. Gak bakal aku ninggalin dia"


"Eh,, di luar sana banyak yang mau sama dia, termasuk kamu. Kamu udah ketemu sama Farrel gak diterima. Dan di usir. Kami tau gak, sekarang Farrel udah b*nci sama kamu. Jadi tinggalin dia"


"Gak. Mau dia b*nci kek, mau enggak kek,, pokoknya aku akan berusaha mendapatkannya"


"Ck, terserah" Sonia memutar bola matanya malas.


"Ayo" ajak Sonia tiba-tiba.


"Ke mana?" tanya Sandra bingung.


"Kita hibur dia" jawab Sonia.


Sonia berjalan mendekati Gabby. Sementara Sandra mengikuti Sonia dari belakang. Sonia akan berakting hari ini.


Dan,,


Action..


"So-Sonia" ujar Gabby melihat Sonia.


"Apa yang terjadi denganmu? Kenapa kau duduk di lantai seperti ini?" tanya Sonia khawatir.


Sonia pura-pura perhatian pada Gabby. Seketika Sandra mengerti apa yang akan dilakukan oleh Sonia. Sandra hanya mengikuti alur dari Sonia.


"Albert,, dia tidak mau balikkan denganku" jawab Gabby mulai sedih.


"Hah,, benarkah? Menyedihkan sekali" ujar Sonia.


"Eum,, sebaiknya kita duduk dulu. Tidak enak dilihat banyak orang" usul Sandra.


"Ya, benar. Ayo kita duduk" setuju Sonia.


Sonia dan Sandra membawa Gabby ke tempat duduk mereka.


"Minumlah, dan tenangkan dirimu dulu" ujar sonia menyodorkan minuman.


Gabby meminum minuman itu dan menghentakkan gelas minuman itu ke meja.


"Ini semua gara-gara Amanda si gadis kampung itu" geram Gabby.


Sonia dan Sandra saling melihat dan tersenyum.


"Gara-gara Amanda? Memang kenapa?" tanya Sonia.


"Aku dan Albert putus hanya karna sebuah kancing" jawan Sonia.


"Kancing?"


"Kancing?"

__ADS_1


Sonia dan Sandra sama-sama beo.


"Ya, kancing itu milik Amanda. Saat itu..."


Gabby mebceritakan kejadian saat dia dan Albert putus.


Sonia dan Sandra pura-pura terkejut.


"Hah,, aku kasihan padamu" ujar Sandra.


"Ini semua tidak akan terjadi jika Amanda tidak hadir dalam hiduku" gusar Gabby.


"Kau benar. Ini semua memang salah Amanda. Dia layak untuk dihukum" gumam Sonia.


Gabby terdiam menahan kekesalah.


"Aku bilang juga apa! Dari awal Amanda memang sudah menargetkan Albert. Aku sudah memperingatkanmu akan hal ini. Dan akhirnya, inilah yang terjadi" ujar Sonia.


"Dengar, aku tau rasanya putus cinta seperti apa. Aku sarankan, jangan pernah lepaskan Amanda" timpal Sandra.


"Sandra benar. Kau tidak boleh melepaskan Amanda begitu saja. Dia harus bertanggung jawab"


"Kalian benar. Aku akan balas d*ndam padanya" Gabby menganggukkan kepalanya.


"Kami mendukungmu" ucap sonia.


"Oh, iya. Aku dengar, 2 hari lagi Amanda akan mengadakan konferensi pers" ujar Sandra.


"Konferensi pers? Aku akan memberikan dia kejutan" gumam Gabby.


Sonia dan Sandra berhasil menghasut Gabby. Mereka tersenyum senang.


Tibalah hari di mana konferensi pers adakan.


Dari pagi, Amanda sudah bangun dan membersihkan diri. Dia akan melalui hari yang berat. Tiba-tiba saja Daniel mengajak Amanda ke sebuah butik ternama.


"Tuan,, untuk apa ke butik? Aku sudah memiliki banyak pakaian" protes Amanda.


"Kau harus tampil mempesona dan terlihat berbeda. Hari ini akan banyak orang yang menatapmu. Jangan biarkan mereka menatapmu dengan beng*s" jelas Daniel.


Daniel menyuruh orang untuk membantu Amanda bersiap dan memilih pakaian. 30 menit kemudian, Amanda sudah siap.


Amanda terlihat sangatlah cantik. Bahkan dalam kamera CCTV pun Amanda masih cantik.


Amanda menggunakan jas berwarna merah, kemeja putih dan rok yang juga berwarna merah. Memakai itu Amanda sangat menawan. Dengan kulitnya yang putih, membuat aura Amanda keluar.


Amanda keluar untuk menemui Daniel.


Daniel bengong melihat Amanda. Dia tidak pernah membayangkan Amanda akan secantik ini. Daniel tak henti-hentinya menatap kagum Amanda.


"Tuan, berhenti menatapku" ujar Amanda malu sendiri.


Daniel mengerjapkan matanya.


"Luar biasa. Cantik sekali" gumam Daniel.


"Kau bicara apa tuan?" tanya Amanda yang mendengar Daniel bergumam.


"Cantik. Kau sangat catik" puji Daniel.


Pipi Amanda memerah mendengar pujian dari Daniel.


Pukul 2 siang.


Konferensi pers dimulai tepat waktu. Tidak sembarang orang yang hadir di sana. Hanya ada orang-orang terkenal dan penting serta reporter yang ada di sana.

__ADS_1


__ADS_2