CINTA DALAM 3 BULAN

CINTA DALAM 3 BULAN
Cemburu


__ADS_3

25


"Amanda.." teriak Mayang dari ruangannya.


Amanda tidak menjawab panggilan Mayang. Amanda malah menggerutu tidak jelas.


"Amanda.." teriak Mayang lagi pada Amanda.


Karyawan lain melihat pada Amanda.


"Ish,, kenapa dia terus mamanggilku? Apa dia tidak bisa menggunakan suaranya untuk hal lain, selain memanggilku?" gerutu Amanda.


"Amanda.." teriak untuk yang ke-3 kalinya.


"Iya.." balas Amanda. "Ih,, dasar nenek lampir" gumam Amanda.


Amanda masuk ke ruangan Mayang.


"Ada apa nona Mayang?" tanya Amanda berdiri di depan meja Mayang.


"Dari mana saja kau? Aku sudah memanggilmu berkali. Ala kau tidak punya telinga? Suarakuhampir habis hanya karna memanggimu saja" omel Mayang.


"Nona, aku baru saja sampai, dan kau sudah memanggilku. Seharusnya jika kau perlu sesuatu, kau tidak perlu berteriak sekencang itu. Kau bisa saja datang ke meja ku, kau tidak perlu berteriak" balas Amanda.


"Hah? Apa sekarang kau mau mengajariku?" tanya Mayang marah. "Hei dengar,, kau ini bawahanku. Kau tidak pantas berkata seperti itu" lanjut Mayang.


"Aku bukan mau mengajarimu nona, aku hanya memberi saran saja" balas Amanda.


"Huh.." Mayang mendengus pada Amanda.


Amanda memutar matanya jengah.


"Jadi, ada apa nona Mayang memanggilku?" tanya Amanda.


Mayang melupakan hal yang baru saja terjadi. Dia akan membalas Amanda di lain waktu.


"Begini, ini adalah dokumen yang berisi proyek kerjasama berikutnya. Aku ingin kau mengerjakan proyek ini dengan baik dan benar" jelas Mayang. "Ingat, jangan ada kesalah sekecil apapun. Dan kau harus segera menyelesaikannya. Jika tidak.." Mayang hendak berucap, namun Amanda segera memotongnya.


"Aku akan dipecat" potong Amanda.


"Ya. Kau sudah tau itu" balas Mayang.


"Bagaimana aku tidak tau? Setiap kau memberiku pekerjaan, kau selalu mengatakannya. Itu sudah menjadi hal biasa yang ku dengar darimu" ucap Amanda.


Mayang membuka matanya mendengar ucapan Amanda. Seketika dia merasa marah lagi.


"Baiklah kalau begitu, aku terima tugas darimu. Aku akan pergi ke mejaku. Aku akan mulai bekerja, permisi" ucap Amanda kemudian meninggalkan ruangan Mayang.


Amanda tambah kesal dengan apa yang dikatakan oleh Amanda. Kemarin Daniel yang sudah membuatnya kesal. Sekarang, Amanda yang membuatnya kesal.


Flash back


Ruangan Daniel.


Brak,,


Daniel melemparkan dokumen dari tangannya ke lantai.


"Apa kau tidak bisa bekerja?" tanya Daniel dengan marah.


"Ma-maaf tuan" ucap Mayang menundukkan kepalanya.


"Kau seperti karyawan yang baru masuk bekerja. Kau tidak becus menangani satu proyek saja" omel Daniel.


"Ma-maaf tuan" ucap Mayang.


"Jika cara bekerjamu seperti ini, tidak akan ada yang mau bekerjasama denga perusahaan ini lagi" ucap Daniel.


"Maaf tuan" Mayang hanya bisa mengucapkan maaf saja dihadapan Daniel.


Daniel terdiam sebentar.

__ADS_1


"Sekarang, kau berikan dokumen itu pada Amanda. Suruh dia yang kerjakan" titah Daniel.


"Apa? Amanda? Tapi kenapa Amanda tuan? Aku akan mengerjakannya lagi tuan. Kali ini aku mengerjakannya dengan benar" tanya Mayang tidak terima.


"Tidak. Kau berikan dokumen itu pada Amanda. Aku yakin, Amanda akan bisa menyelesaikan dokumen itu" tolak Daniel.


"Baiklah tuan" balas Mayang.


Mayang ke luar dari ruangan Daniel dengan keadaan marah.


"Ih,, kenapasih Amanda,, terus yang diingat oleh tuan Daniel? Berikan dokumen ini pada Amanda, dia akan bisa menyelesaikan dokumennya. Apa dia pikir aku tidak bisa menyelesaikan dokumen itu? Apa dia pikir aku bodoh? Jelas-jelas pangkatku lebih tinggi darinya. Tapi tetap saja yang disebutnya hanya nama Amanda lagi, Amanda lagi. Apa dia tidak bosan?" ucap Mayang dengan kesal.


"Lihat saja, akan ada kesempatan aku akan membuatmu dimarahi oleh tuan Daniel. Aku akan membuatmu tidak berguna dihadapan tuan Daniel" lanjut Mayang.


Flash on.


Seperginya Amanda, Mayang melanjutkan pekerjaannya. Dia menyibukan dirinya untuk memendam amarahnya.


Beberapa menit kemudian, ponsel Mayang berbunyi menandakan notifikasi masuk. Mayang membuka ponselnya dan dia mendapat pesan dari Sonia.


Sonia: Aku ingin kau mengusir Amanda dari perusahaan Daniel.


Itu adalah isi pesan dari Sonia.


"Ah,, apa lagi ini. Enak saja dia memerintahku sesuka hatinya" gerutu Mayang.


Mayang: Nona, tidak semudah itu.


Sonia: Apa susahnya? Kau hanya perlu memecatnya saja. Lalu pekerjaanmu selesai.


Mayang: Kau mudah mengatakan itu. Tapi aku bukan pemilik perusahaan ini. Jika aku memecatnya begitu saja, maka bukan dia yang akan dipecat, tapi aku. Aku tidak mau dipecat dari perusahaan ini.


Sonia: Hah,, kalo begitu cepat lakukan sesuatu supaya Amanda dipecat.


Mayang: Aku selalu melakukan itu nona. Hanya saja keberuntungan selalu memihak padanya.


Sonia: Baiklah, aku akan menunggu kabar baik darimu.


"Dasar wanita tidak sabaran. Apa dia pikir aku hanya duduk diam saja? Dia tidak berpikir kalau memecat Amanda begitu saja akan membuat nyawaku melayang" ucap Mayang.


Seharian Amanda sibuk dengan dokumen yang diberikan oleh Mayang. Amanda hanya perlu menindak lanjuti kemajuan dari dokumen yang diperiksanya.


Waktu berlalu begitu cepat. Kini Amanda sudah pulang ke rumah.


Saat Amanda pulang, dia melihat kalau semua barangnya sudah dipindahkan ke kamar pembantu oleh Oliv.


"Apa yang kau lakukan?" tanya Amanda.


"Aku sedang memindahkan semua barang-barangmu" jawab Oliv acuh.


"Atas izin siapa kau melakukan itu?" tanya Amanda menahan Amarahnya.


"Aku tidak perlu izin untuk melakukan ini. Lagian siapa yang ingin menempatkan seorang pencuri di kamar yang mewah?" jawab Oliv dengan sindiran.


"Pencuri? " gumam Amanda.


"Aku bukan seorang pencuri. Apa kau sudah hilang ingatan? Bukan aku yang mencuri" ucap Amanda.


Rupanya Oliv sengaja mencari-cari kesalahan Amanda. Sebenarnya Oliv menemukan bahwa semua barang Amanda itu custom-made, atau barang yang dibuat khusus. Oliv merasa iri, itu sebabnya dia melakukan ini.


Amanda memandang Oliv seperti seolah-olah dia seorang idiot. Sorot mata Amanda memancarkan pengalaman hidup yang tidak mudah. Butuh banyak perjuangan untuk sampai dititik sekarang.


Ketika Daniel pulang, dia mendengar pertengkarang Amanda dan Oliv. Daniel tau kalau ini pasti ulah ibunya. Diva menyuruh Oliv untuk memindahkan semua barang Amanda.


"Alah,, mana ada maling yang ngaku" ucap Oliv.


"Aku bukan pencuri" tegas Amanda.


"Lihat lah kak. Maling tidak mau mengaku" ucap Oliv pada Danile.


"Simpan semua barang Amanda kembali ke kamarnya" titah Daniel.

__ADS_1


"Apa? Tidak bisa kak" tolak Oliv.


"Cepat lakukan" titah Daniel.


Tiba-tiba Amanda teringat pada kejadian semalam. Amanda tidak mau kejadian semalam terulang lagi. Dengan cepat Amanda menghentikannya.


"Tunggu" cegah Amanda.


Daniel dan Oliv melihat pada Amanda.


"Aku tidak mau kembali ke kamar itu. Aku akan tinggal di kamar pembantu" ucap Amanda.


"Apa yang kau katakan?" tanya Daniel bingung.


"Aku mengatakan yang sebenarnya. Aku merasa tersinggung oleh ucapan Oliv. Aku tidak mau kembali ke kamar itu" jawab Amanda beralibih.


"Hem,, baiklah jika itu keputusanmu. Tapi aku tidak akan membiarkanmu tinggal di kamar pembantu. Kau akan tinggal di kamar tamu" ucap Daniel dan diangguki oleh Amanda.


Barang-barang Amanda dipindahkan ke kamar tamu yang ada di bawah. Setelah selesai pemindahan, Amanda kini berada di kamar barunya.


Amanda mandi terlebih dahulu untuk membuat tubuhnya lebih segar. Setelah selesai mandi, Amanda hendak beristirahat, namuan tiba-tiba ponselnya berdering menandakan panggilan masuk.


Amanda mendapat panggilan dari Gavin.


"Gavin? Tumben sekali dia menelponku" gumam Amanda.


Amanda menerima panggilannya.


"Hallo sayang" sapa Gavin.


"Ah,, mulai lagi" balas Amanda.


"Hahah,, bagaimana kabarmu baby? Apakah kamu baik-baik saja setelah lama tidak berjumpa denganku?" tanya Gavin dengan mesra.


"Hentikan Gavin. kau tau aku tidak suka seperti ini" balas Amanda.


"Oh,, ayolah baby.." ucap Gavin manja.


"Baiklah, aku akan tutup telponnya" ucap Amanda.


"Jangan" cegah Gavin. "Maafkan aku. Aku hanya bercanda. Aku sangat merindukanmu kak" ucap Gavin.


"Dasar anak nakal. Aku juga sama merindukanmu" balas Amanda. "Jadi, ada apa kau menelponku?" tanya Amanda.


"Aku mendapatkan peran utama dalam sebuah drama baru. Aku ingin mengundangmu ke bar untuk merayakannya bersamaku" jawab Gavin.


"Baiklah, aku akan datang" setuju Amanda.


Tiba-tiba dari arah belakang, ada seseorang yang mendengarkam percakapan Amanda.


"Siapa yang menelponmu?" tanya Daniel.


Rupanya orang itu adalah Daniel. Amanda langsung memutuskan panggilannya.


"Bukan siapa-siapa" jawab Amanda.


Amanda tidak mau mengatakan siapa orang yang sudah menelponnya.


Wajah Daniel berubah masam.


"Dengan siapa dia berbicara? Kenapa dia tidak mau memberitahukannya padaku? Apakah itu dari pacarnya? Tapi setauku, dia tidak mempunyai pacar. Lalu dengan siapa dia berbicara?" pikir Daniel.


Rupanya Daniel merasa cemburu saat melihat amanda berteleponan sambil tersenyum. Untuk membuat Amanda tidak curiga padanya, Daniel membahas hal lain.


"Aku mau mengajakmu menjenguk ke rumah kakek saat akhir pekan nanti" ajak Daniel.


"Baiklah, aku akan ikut bersamamu tuan" setuju Daniel.


Amanda berpikir tidak ada salahnya dia ikut bersama Daniel. Toh diapun juga belum bertemu dengan kakek Daniel.


"Jika tidak ada lagi, kau bisa ke luar tuan" usir Amanda pada Daniel.

__ADS_1


__ADS_2