CINTA DALAM 3 BULAN

CINTA DALAM 3 BULAN
Pembalasan


__ADS_3

17


"Ada apa?" tanya Daniel.


"Tuan, saya harus melaporkan hal yang penting pada anda" jawab Mayang yang mengisyaratkan kalau Mona harus pergi dari ruangan Daniel.


"Bukankah dia Mona, bawahan tuan Daniel?" tanya Amanda dalam hati. "Aku dengar,, rumahnya dan tuan Daniel berhubungan baik. Dia juga cukup dekat dengan tuan Daniel" lanjut Amanda.


Amanda berpikir.


"Oo,, aku tau sekarang. Pantas saja karyawan lain tidak terlalu suka padanya. Mona mempunyai orang dalam di perusahaan ini. Jadi dia dengan mudah menjadi manager di sini" pikir Amanda. "Lalu aku? Aku juga langsung menjadi sekretaris. Dan itu juga karna tuan Daniel. Et,, tapi beda. Aku terpaksa menjadi sekretarisnya atas permintaan kakek. Jelas itu sangat beda" lanjut Amanda berpikir.


"Tidak bisa" tolak Mona dengan tegas. "Nona mayang, apakah kau tidak melihat aku sedang menjelaskan produk season baru pada tuan Daniel? Aku tidak akan ke luar dari sini. Dan seharusnya kalian berdua yang ke luar, karna sudah menggangu diskusi kami" lanjut Mona.


Daniel melihat penampilan Amanda yang kotor. Dia penasaran kenapa Amanda bisa kotor seperti itu.


"Kenapa penampilannya sangat kotor? Apa yang terjadi padanya?" tanya Daniel dalam hati.


"Biarkan mereka melapor" ucap Daniel menghentikan Mona.


"Baik tuan" balas Mona.


Setelah mendapat izin dari Daniel, Mayang segera melaporkan Amanda.


"Tuan, Amanda sudah tidak konsisten pada pekerjaannya" adu Mayang.


"Memang apa yang dilakukannya?" tanya Daniel.


"Hari ini dia sengaja masuk terlambat ke perusahaan. Dan juga dengan keadaan seperti ini. Jika orang lain melihatnya, perusahaan kita akan tercemar karna mempunyai karyawan sepertinya" ucap Amanda.


Daniel diam karna dia menebak apa yang telah terjadi pada Amanda.


"Tuan, aku rasa seharusnya Amanda dipecat dari perusahaan ini" Mayang memberikan pendapatnya pada Daniel.


Mayang tidak terpikirkan kalau Amanda sudah meminta izin pada Daniel. Bahkan Amanda sudah memberitahu Mayang sebelumnya. Namun Mayang sangat keras kepala untuk menjatuhkan Amanda di mata Daniel.


"Dia sudah meminta izin padaku. Aku juga sudah memberinya izin" balas Daniel.


"Apa? Tapi kenapa tuan? Seharusnya tuan tidak boleh memberinya izin" tanya Mayang tak terima.


"Apa urusannya denganmu? Aku adalah bos mu. Aku tidak perlu memberitahumu keputusan apa yang ku ambil untuk Amanda" jawab Daniel dengan dingin.


"Ba-baik tuan" balas Mayang yang seketika menjadi takut.


"Kau dengar itu nona Mayang?" tanya Amanda.


Mayang menatap tajam Amanda.


"Kalo begitu,, saya permisi" pamit Mayang.


Mayang berbalik badan dan hendak pergi.


"Tunggu nona Mayang" cegah Amanda.


baru beberapa langkah Mayang berjalan, Amanda menghentikannya. Mayang membalikkan badannya dan menatap Amanda.

__ADS_1


"Apa tidak ada yang ingin kau jelaskan pada tuan Daniel soal semalam?" tanya Amanda dengan sudut bibir yang terangkat.


"Ti-tidak. Aku tidak ingin menjelaskan apapun"jawab Mayang dengan gugup. "Si*l. Apakah Amanda akan mengadukan kejadian semalam?" tanya Mayang dalam hatinya.


"Inilah saatnya" ucap Amanda dalam hati.


Amanda bersiap untuk beraksi.


"Baiklah. Jika kau tidak mau menjelaskan, maka biar aku saja yang menjelaskannya pada tuan Daniel dengan sangat terperinci" ucap Amanda.


Amanda menatap Daniel.


"Tuan, semalam noa Mayang sudah membuatku bekerja hingga tengah malam" adu Amanda pada Daniel.


"lalu?" Daniel mengerutkan keningnya.


"Dia membuatku bekerja lembur" ucap Amanda.


"Tapi bukan hanya kau yang pernah lembur Amanda" sangkal Mayang.


"Ya, aku tau itu. Tapi kau, telah membuatku menunggu sampai tengah malam dan ternyata kau menipuku" balas Amanda.


Amanda menjeda sejenak.


"Tuan, kemarin dia memberiku pekerjaan yang sangat banyak. Sampai aku harus bekerja lembur. Tapi aku tidak mempermasalahkan itu. Setelah aku selesai dengan pekerjaanku, dia menelponku dan mengatakan kalau ada pekerjaan yang harus diselesaikan secepatnya" jelas Amanda.


"Tapi pekerjaan itu memang harus diselesaikan dengan segera" potong Mayang.


"DIAM!" bentak Daniel.


"Lanjutkan" titah Daniel.


"Dia bilang, tapi aku harus menunggunya untuk menyelesaikan pekerjaan ini. Aku menunggunya tuan. Aku menunggu Mayang sampai tengah malam. Saat aku menelponnya, dia berkata dia sedang dalam perjalanan menuju ke sini. Tapi dia bohong. Sebenarnya dia sedang berada di rumah. Dia sengaja membuatku menungggu di perusahaan semalam tuan" jelas Amanda panjang lebar.


"Tidak tuan. Dia bohong. Aku tidak melakukan itu" sangkal Mayang pada Daniel. "Amanda jika aku memang melakukan itu padamu, maka mana buktinya?" tanya Mayang.


"Ya, benar itu. Perkataan seseorang harus didukung dengan bukti yang kuat" timpal Mona.


"Bukti? Kau ingin bukti?" tanya Amanda. "Baiklah. Dengarkan ini" ucap Amanda.


Amanda memutar percakapan semalam antara dia dan Mayang.


Putaran record.


"Aku sudah menyelesaikan tugas darimu nona Mayang" ucap Amanda.


"Aku kira ini hari terakhirmu di perusahaan ini. Tapi ternyata tidak" balas Mayang.


"Ada apa?" tanya Amanda.


"Aku lupa memberikan pekerjaan terakhir untukmu. Pekerjaan ini harus selesai besok pagi. Apa kau bisa membantuku?" jawab serta tanya Mayang.


"Pekerjaan apa?" tanya Amanda.


"Pekerjaan ini cukup sulit. Kau harus menunggu sampai aku datang. Karna kau sebelumnya belum pernah mengerjakan pekerjaan ini. Aku takut terjadi kesalahan. Kau tau kan, tuan Daniel tidak suka ada kesalahan sekecil apapun. Apalagi menyangkut pekerjaan" jelas Mayang.

__ADS_1


"Hem,, baiklah. Aku akan mengerjakan pekerjaan ini" balas Amanda.


"Bagus. Kalo begitu tunggu aku. Aku akan segera ke perusahaan" ucap Mayang.


Panggilan pun berakhir.


"Mau lagi?" tanya Amanda.


Amanda memutar record yang ke-2.


"Di mana kau? Kenapa belum juga datang?" tanya Amanda yang mulai kesal.


Saat mendapat panggilan dari Amanda, ternyata Mayang sedang bersantai sambil memakai massker di wajahnya.


"Aku sedang diperjalanan. Kau tunggu saja aku" jawab Mayang sambil terus berbaring dengan santai.


"Aku akan menunggu 10 menit lagi. Jika dalam 10 menit kau tidak datang, maka kau yang akan bertanggung jawab atas pekerjaan yang belum selesai ini" ucap Amanda dengan tidak sabar.


Amanda memutuskan panggilan secara sepihak.


Mayang tersenyum senang, karna Amanda masuk jebakannya.


Amanda sudah merecord percakapannya bersama Mayang.


"Apa itu cukup? Atau masih belum?" tanya Amanda. "Dari sorot matamu, sepertinya kau belum mengingatnya ya, nona Mayang. Baiklah, ini bukti yang akan menguatkan ucapanku. Kalian lihat dengan baik" Amanda menunjukkan sebuah foto pada Daniel.


Amanda memperlihatkan tangkapan layar handphonenya.


"Tuan, aku curiga kalau Mayang telah menjebakku. Jadi aku meminta bantuan hacker untuk mengetahui lokasi nona Mayang. Apakah dia benar dalam perjalanan, atau tidak. Dan benar saja tuan, nona Mayang sedang berada di rumahnya" ucap Amanda "Dia dengan tega membuatku menunggu berjam-jam di sini sendirian. Mayang sudah bersalah tuan" ucap Amanda meminta keadilan.


Amanda menunjukan wajah sedihnya di hadapan Daniel.


"Tuan, aku tidak tau aku punya salah apa pada nona Mayang. Dia selalu membuatku kesusahan tuan. Aku rasa, dia iri padaku. Aku bisa langsung bekerja sebagai sekretaris di perusahaanmu karna aku adalah tunanganmu" ucap Amanda dengan memelas.


Amanda mulai berakting menitikan air matanya.


"Jika memang itu alasannya, aku siap diturunkan jabatan olehmu. Turunkanlah jabatanku menjadi OB tuan. Aku rela. Asalkan tidak ada orang yang membenciku" ucap Amanda dengan nada sedihnya.


"Si*lan Amanda. Dia berani berbicara itu pada tuan Daniel. Jika seperti ini, aku bisa dipecat" ucap Mayang dalam hati.


"Amanda, aku tidak akan menurunkan jabatanmu. Kau akan tetap menjadi sekretaris" ucap Daniel.


"Tidak tuan. Aku sama sekali tidak berpikir seperti itu. Aku senang kok Amanda menjadi sekretaris perusahaanmu" sangkal Mayang.


"DIAM!" bentak Daniel.


Untuk ke-2 kalinya Daniel membentak Mayang.


"Mayang aku tidak menyangka kau akan berbuat seperti itu. Aku mempercayaimu karna cara kerjamu bagus. Tapi kau tidak bisa bersikap seperti itu pada orang lain. Terlebih lagi Amanda. Kau tau sendiri kan, Amanda itu tunangan saya. Jadi kau tidak boleh bersikap seenaknya padanya. Apalagi tanpa seizin saya" Daniel menceramahi Mayang.


"Ma-maafkan saya tuan. Saya berjanji, saya tidak akan mengulagi hal seperti ini lagi. Tapi tolong jangan pecat saya" sesal Mayang.


"Sekarang, cepat minta maaf pada Amanda" titah Daniel.


Amanda terkejut saat mendengar hal itu. Amanda tidak berpikir kalau aksinya akan selancar ini. Amanda juga kaget saat sikap Daniel yang mulai berubah padanya. Daniel menjadi semakin baik pada Amanda. Amanda senang akan hal itu.

__ADS_1


Amanda juga tidak menyangka kau Daniel akan mengakuinya sebagai tunangannya di depan orang lain. Bahkan Daniel mengatakan hal itu sendiri.


__ADS_2