CINTA DALAM 3 BULAN

CINTA DALAM 3 BULAN
Hadiah Istimewa 2


__ADS_3

94


Daniel mendekatkan wajahnya pada Amanda. Dia mengikis jarak antara dia dan Amanda. Tangan Daniel memegang wajah dan mengusap bibir ranum milik Amanda. Daniel tidak bisa menahan untuk tidak melakukan apa pu pada bibir merah merona itu.


Daniel menarik tengkuk Amanda dan menempelkan bibirnya dan bibir Amanda. Awalnya hanya sebuah penempelan saja, namun Daniel mengubahnya menjadi sebuah l*matan yang lembut. Daniel terus mel*mat bibir Amanda meminta balasan. Namun bibir Amanda tertutup.


Amanda diam dengan tindakan Daniel. Ada sesuatu yang mengganjal di hatinya. Sesuatu itu menyebabkan dia ragu untuk membalas c*uman Daniel.


"Stt.." Amanda membuka mulutnya kaget karna Daniel sedikit menggigit bibir Amanda.


Daniel sengaja menggigit Amanda karna Amanda tak kunjung membuka mulutnya. Amanda tak membalas c*uman Daniel. Dia bimbang dengan hatinya. Daniel terus memperdalam l*matannya. Dia masih berusaha agar Amanda membalas permainannya.


Seketika Amanda tersadar. Amanda mend*rong tubuh Daniel agar menjauh.


Daniel menatap Amanda bingung.


"Em,, aku mau mandi" ujar Amanda.


Daniel mengerutkan keningnya.


"Tubuhku rasanga sangat lengket. Aku tidak suka tubuhku lengket" tambah Amanda.


"Ah,, ya. Kau pasti tidak mau melakukannya saat tubuhmu lengket" balas Daniel.


Amanda mebelalakan matanya sempurna. Apa maksud ucapan Daniel? Ah,, dari pada Amanda meladeni Daniel dengan ucapannya yang melantur, lebih baik Amanda mandi dan membersihkan tubuhnya.


Amanda masuk ke dalam kamar mandi.


Daniel tersenyum melihat Amanda masuk ke dalam kamar mandi.


Amanda melakukan ritual mandi seperti biasanya. Setelah selesai mandi, Amanda baru ingat kalo dia tidak membawa baju ganti. Amanda tidak bisa tidur menggunakan baju kotor. Hanya ada satu pilihan untuknya, yaitu meminta Daniel mengambilkan baju ganti. Amanda memberanikan diri untuk bicara pada Daniel.


"Tuan.." teriak Amanda.


"..." tak ada jawaban dari Daniel.


"Tuan.." Amanda mencoba memanggil Daniel lagi.


"..." masih tak ada jawaban dari Daniel.


"Ke mana dia pergi? Bukankah pintunya dikunci dari luar?" gumam Amanda.


"Daniel.." teriak Amanda memanggil Daniel dengan namanya.


"Iya" jawab Daniel.


"Kenapa kau tidak menjawabku?" tanya Amanda.


"Aku sengaja. Aku ingin mendengar kau memanggil namaku" balas Daniel.

__ADS_1


Daniel sengaja mengerjai Amanda.


"Kurang ajar. Rupanya kau mengerjaiku"


"Bicara apa kau barusan?"


"Tidak. Aku tidak bicara apa pun"


"Kenapa kau memanggilku?"


"Tolong ambilkan aku baju ganti"


"Memangnya kau tidak membawanya?"


"Tidak. Setelah dari perusahaan kita kan langsung ke sini. Jadi aku tidak membawa baju ganti. Tolonglah,, bawakan aku baju ganti"


"Bagaimana aku membawanya? Pintunya saja dikunci dari luar"


"Aku tidak mau tau caranya, pokoknya kau harus membawakan aku baju ganti"


"Hm,, baiklah"


Amanda menunggu Daniel mengambilkan baju untuknya. 10 menit kemudian, Daniel mengetuk pintu kamar mandi.


"Ini" Daniel memberikan baju tidur berwarna merah menyala.


"Kenapa kau lama sekali?" protes Amanda.


"Huh,, berikan"


"Buka dulu pintunya. Bagaimana baju ini akan masuk?"


Amanda membuka sedikit pintu kamar mandi.


"Mana?"


"Ini.." Daniel menyodorkan baju itu.


Amanda menarik baju itu, namun Daniel masih memegangnya dengan erat.


"Kau tidak mau mengajakku masuk ke dalam?" goda Daniel.


"Ha,, tuan. Jangan bercanda. Aku sedang kedinginan" rengek Amanda karna dia sudah tidak mau berada lebih lama di dalam kamar mandi.


Akhirnya Daniel mengalah dengan melepaskan baju itu.


"Ke mana dia mengambil baju ini? Apa dia membalinya dulu di toko?" pikir Amanda.


Amanda memakai baju yang dibawakan oleh Daniel. Dia sedikit curiga dengan baju yang dia pakai. Ini tidak seperti baju tidur pada umumnya.

__ADS_1


Amanda keluar dari kamar mandi. Dia melihat Daniel yang sedang duduk di pinggir kasur sambil memainkan ponselnya.


"Tuan, dari mana kau mendapat baju ini?" tanya Amanda curiga.


"Dari pembantu. Katanya tidak ada baju lain selain itu" jawab Daniel tanpa melihat ke arah Amanda.


"Baju ini agak aneh. Seharusnya baju ini diberikan pada orang yang sudah menikah" ujar Amanda


Daniel mengalihkan pandangannya pada Amanda. Daniel terpaku melihat Amanda menggunakan baju tidur itu. Pasalnya baju itu memiliki panjang di atas lutut dan dengan bahu yang terbuka. Ditambah dengan warna merah yang menyala, membuat Amanda terlihat sangat menawan.


Glek,, Daniel menelan slavinanya dengan susah. Dia tidak bisa mengalihkan pandangannya dari Amanda.


"Aku sudah mengantuk, aku ingin tidur. Tuan, kau tidur di atas sofa" titah Amanda.


"Aku tidak mau. Aku sudah terbiasa tidur di ranjang. Aku tidak bisa tidur di atas sofa" tolak Daniel dengan tegas.


"Lalu aku yang harus tidur di atas sofa? Heh,, kau ini tega sekali membiarkan perempuan tidur di atas sofa" tukas Amanda menyilangkan kedua tangannya di dada.


Daniel mendekat ke arah Amanda.


"Akh.." jerit Amanda saat Daniel tiba-tiba menggendongnya.


"Tuan, apa yang kau lakukan?" tanya Amanda.


"Kau pikir untuk apa kakek mengurung kita di sini?"


Amanda menatap Daniel.


"Aku sudah bilang akan memberimu hadiah istimewa. Dan sekarang kau akan mendapatkannya. Kau tau, kau terlihat sangat cantik menggunakan baju itu. Aku suka melihatmu dengan menggunakannya" rayu Daniel.


"Oh, tidak. Aku terjebak oleh cucu dan kakek ini" pikir Amanda.


Amanda berusaha melepaskan gendongan Daniel. Melihat Amanda yang berusaha keluar dari gendongannya, Daniel mendudukkan Amanda di atas ranjang.


Daniel memegang wajah Amanda dengan lekat. Tatapannya mendamba pada Amanda, seolah meminta sesuatu yang kebih dari ini.


Daniel menarik tengkuk Amanda dan mulai menyatukan bibir mereka kembali. Daniel mel*mat bibir Amanda dengan lembut meminta balasan. Namun Amanda tidak membalas Daniel. Amanda membiarkan Daniel melakukan aktivitasnya.


Rasa gundah masih menyelimuti Amanda. Amanda ingin, sebelum melakukannya dengan Daniel, dia memghilangkan rasa gundahnya itu. Amanda harus cepat menghentikan Daniel.


Daniel melepaskan bibirnya dari bibir Amanda. Daniel hendak melanjutkan langkahnya, namun terhenti oleh pertanyaan Amanda.


Amanda menatap Daniel dengan tenang.


"Tuan, bagaimana dengan Tari?" tanya Amanda.


Ah,, tadinya author mau dari tadi up, tapi author nunggu waktu berbuka deh☺ Terus jaga imun dan iman ya,, perjuangan kita masih lama🙃


Maaf ya sudah menunggu😊

__ADS_1


Nanti malam author up lagi. Tapi mungkin agak malemannya😁


__ADS_2