
26
Daniel ke luar dari kamar Amanda. Daniel sangat marah. Baru kali ini ada orang yang berani mengusirnya.
"Berani sekali dia mengusirku. Itupun secara terang-terangan" gerutu Daniel.
"Aku pikir dengan aku bersikap peduli padanya, kami bisa mencoba menjalani perjodohan ini. Tapi melihat sikapnya seperti ini,, aku semakin yakin dia memang benar-benar tidak mau dijodohkan denganku" ucap Daniel.
Daniel berjalan ke kamarnya.
"Apa yang kurang dariku Amanda? Apakah kau benar-benar tidak mau memperjuangkan perjodohan ini?" tanya Daniel.
Tanpa Daniel sadari, Daniel berucap seperti itu. Sepertinya mulai ada perasaan lain untuk Amanda di hati Daniel.
Setelah Amanda sukses mengusir Daniel, dia menyalakan laptopnya. Rupanya Amanda adalah salah satu perangcang terkenal di dunia. Amanda tidak pernah muncul, semua pekerjaan dikerjakan oleh agennya.
Amanda adalah orang yang tertutup dari media. Jadi tidak ada orang yang tau kalau Amanda adalah perangcang terkenal. Butuh perjuangan penuh hingga Amanda menjadi perancang terkenal. Semua karyanya sudah dikenali dan sudah mendapat tempat dimata dunia. Karya Amanda juga banyak menjadi incaran semua orang. Tentu ada alasan dibalik semua itu. Tidak mungkin karya Amanda jelek dan tidak mempunyai nilai jika menjadi incaran.
Hari minggu.
Daniel membawa Amanda ke rumah lama, atau ke rumah kakeknya. Kakek Daniel bernama Bagas. Dia sabahat dari kakek Darma.
"Apa kau gugup?" tanya Daniel.
"Em,, tidak juga" jawab Amanda.
Daniel menganggukkan kepalanya.
"Tapi jujur, aku lumayan gugup. Aku tidak tau apakah kakek tuan akan menyukaiku atau tidak" ujar Amanda.
"Dia pasti akan menyukaimu" balas Daniel.
"Aku harap seperti itu" ucap Amanda.
Diam sesaat.
"Amanda" ujar Daniel.
"Ya tuan?" Amanda melihat ke arah Daniel.
"Bisakah kau tidak memanggilku dengan panggilan tuan saat dihadapan kakek?" tanya Daniel.
"Em,, bisa" jawab Amanda dengan ragu. "Tapi aku harus memanggilmu dengan apa?" tanya Amanda bingung.
"Kau panggil aku dengan nama saja" jawab Daniel.
"Hanya nama?" tanya Amanda.
"Iya" jawab Daniel.
"Akanku usahakan" balas Amanda.
Tak lama, mobil yang ditumpangi Daniel dan Amanda berhenti disebuah perumahan mewah dengan sentuhan klasik. Perumahan itu terlihat sudah tua namun lebih terlihat perumahan elit yang kental dengan sentukan klasik ala Erofa.
__ADS_1
Daniel dan Amanda turun dari mobil. Mereka disambut oleh kepala pelayan rumah itu.
"Selamat datang tuan muda, nona Amanda" sambut kepala pelayan yang bernama Wasi.
Daniel dan Amanda menganggukkan kepalanya.
"Mari, tuan besar sudah menunggu" Wasi mempersilahkan Daniel dan Amanda masuk.
Daniel dan Amanda dituntun ke ruang tamu. Di ruang tamu, terdapat pria tua berambut perak dengan kacamata yang berada di atas hidungnya. Pria itu tengah duduk di atas kursi kesayangannya. Ya, kalian benar. Pria tua itu bernama Bagas, kakek dari Daniel.
"Selamat pagi kek" sapa Daniel dan Amanda.
Bagas tersenyum pada Daniel dan Amanda.
"Selamat datang cucuku. Selamat datang menantuku" ucap Bagas.
"Kek, kami belum menikah" ralat Daniel.
"Tapi kalian pasti menikah. Jadi tidak ada salahnya kan, jika kakek memanggil Amanda menantu kakek" balas Bagas.
Daniel dan Amanda memeluk Bagas secara bergantian. Amanda hanya tersenyum dengan ucapan Bagas yang menyebutnya sebagai menantunya.
"Cantiknya menantuku" puji Bagas.
"Terima kasih kek" balas Amanda. "Kakek juga terlihat sangat tampan" Amanda balik memuji.
"Tampan darimana? Kakek sudah tua. Kakek sudah tidak tampan lagi" ucap Bagas.
"Tidak kek. Justru, kakek itu semakin tampan. Ada yang pernah bilang padaku, laki-laki itu semakin berumur, semakin tampan kek" balas Amanda.
"Bagaimana keadaan kakek?" tanya Daniel.
"Ya,, seperti yang terlihat. Umur kakek sudah tidak lama lagi" jawab Bagas.
"Kakek tidak boleh bicara seperti itu" ucap Amanda memegang tangan Bagas.
Amanda mengkhawatirkan kondisi Bagas. Karna dari kecil kondisi Amanda lemah dan sering sakit, Amanda bisa memeriksa denyut nadi seseorang. Amanda memutuskan untuk memeriksa denyut nadi Bagas.
Setelah memeriksa denyut nadi Bagas, Amanda mendapati kalau Bagas ternyata berpura-puras sakit. Namun Amanda tidak memberitahukannya pada Daniel. Rupanya Bagas melakukan itu untuk mendekatkan hubungan Daniel dan Amanda.
Bagas, Daniel dan Amanda duduk bersama sambil mengobrol ringan.
"Kau tau Amanda, aku dan kakekmu adalah teman dekat. Bahkan kami sudah seperti saudara" ujar Bagas.
"Benarkah kek?" tanya Amanda antusias.
"Iya. Kami punya keinginan untuk merubah hubungan kami menjadi keluarga. Kami berniat untuk menjodohkan anak kami kelak. Namun apalah daya, kami malah mempunyai anak laki-laki. Setelah itu kami putuskan untuk menjodohkan cucu kami. Dan perjodohan kalianpun terjadi" jelas Bagas.
"Heheh.." Amanda tersenyum hambar.
Daniel berusaha sersenyum. Tapi senyumnya sangat terlihat terpaksa.
Daniel berpura-pura akrab dengan Amanda.
__ADS_1
"Maaf tuan besar, di luar ada nona Sonia. Dia berkata ingin menjenguk tuan" ucap pelayan.
Tak bisa dipungkiri, Sonia memang ikut merawat Bagas. Namun perbuatan Sonia mempunyai tujuan tersembunyi. Yaitu untuk mendapatkan Daniel kembali.
Sebelum Bagas mempersilahkan, Sonia sudah lebih dulu masuk ke dalam rumah Bagas.
"Selamat pagi kakek! Bagaimana kabarmu?" tanya Sonia.
"Baik" jawab Bagas dengan singkat dan tanpa ekspresi.
Senyum Bagas memudar setelah bertemu dengan Sonia. Bagas terganggu dengan kedatangan Sonia.
Sonia ikut duduk bersama Bagas, Daniel dan Amanda.
"Daniel, apa kau tau? Kakakku akan kembali ke sini dari Amerika. Apakau mau bertemu dengannya bersamaku?" tanya Sonia.
"Tidak" jawab Daniel.
"Kenapa? Ayolah,, kau sudah lama tidak bertemu dengannya" bujuk Sonia.
"Aku akan membawa Amanda berbelanja" jawab Daniel.
Tiba-tiba saja Amanda mendekat ke arah Daniel. Amanda memeluk lengan Daniel dengan mesra. Amanda juga tersenyum mengejek pada Sonia.
"Rasakan itu. Bagaimana rasanya ditolak secara langsung oleh orang yang kau suka?" gumam Amanda dalam hati.
Amanda sangat senang dengan jawaban Daniel. Dengan begitu, dia bisa membalaskan perlakuan Sonia waktu dipesta padanya.
Sonia kesal melihat Daniel dan Amanda bersikap romantis. Untuk mengalihkan kekesalannya, Sonia memberikan hadiah untuk Bagas.
"Kek, aku punya hadiah untuk kakek" ucap Sonia.
Sonia memberikan bingkisan pada Bagas.
"Apa ini?" tanya Bagas datar.
"Kakek kan suka mengoleksi piring yang dilukis, aku bawakan itu untuk kakek" jawab Sonia.
Bagas mengeluarkan piring yang diberi Sonia.
"Kakek tau? Aku mendapat itu dari museum yang ada di London. Sangat susah mendapatkan itu" tutur Sonia.
Sonia berniat pamer di depan Amanda.
"Terima kasih" ucap Bagas.
Sonia menganggukkan kepalanya dengan bangga.
"Amanda" ucap Sonia.
Amanda melihat ke arah Sonia dengan mimik wajah bertanya.
"Apa kau tidak membawa hadiah untuk kakek?" tanya Sonia.
__ADS_1
Sonia sengaja bertanya seperti itu dengan tujuan mempermalukan Amanda di depan Bagas.
"Kena kau. Kau pasti tidak membawa hadiah untuk kakek. Dengan begitu, kakek akan marah. Dan kakek akan membatalkan perjodohan ini. Dan aku? Akulah yang akam menggantikan posisimu sebagai jodoh Daniel" ucap Sonia dalam hati.