
50
Daniel keluar dari kamarnya karena mendengar suara berisik. Saat Daniel keluar, dia melihat Oliv yang terjatuh. Oliv melihat Daniel keluar, dia meneruskan aktingnya.
"Ah,, sakit.." keluh Oliv.
Oliv melihat ke arah Daniel dengan tatapan memelas.
"Kak Daniel,, kaki ku sakit.." rengek Oliv. "Amanda sudah mendorongku hingga aku jatuh.." adu Oliv.
Daniel berdiri di hadapan Oliv tanpa mau membantunya berdiri.
"Kak,, gadis kampung itu tidak suka aku datang ke sini. Dia sengaja mengusirku dengan mendorongku kak" Oliv memfitnah Amanda.
Amanda hanya memandang Oliv dengan dingin. Amanda tidak peduli dengan fitnahan Oliv.
Daniel melihat Oliv, kemudian dia menatap Amanda. Tanpa bertanya, Daniel tau Oliv sedang berbohong. Dia percaya penuh pada Amanda. Amanda tidak mungkin melakukan itu. Amanda akan melawan saat dia membela dirinya. Amanda bukanlah orang yang mau mencari masalah dengan orang lain.
"Bangunlah. Jangan berakting lagi" ucap Daniel.
Daniel berjalan ke dekat Amanda dan duduk di sampingnya.
Oliv membulatkan matanya tidak percaya. Oliv tidak menyangka Daniel tidak mempercayainya. Oliv pikir Daniel akan mempercayai kebohongan yang diucapkannya.
Amanda melihat Daniel yang mempercayainya merasa sangat bahagia. Amanda melirik ke arah Oliv dengan tatapan mengejek.
Oliv menjadi kesal pada Amanda.
Selesai sarapan Amanda membereskan piring bekasnya, setelah itu dia bersiap untuk berangkat bekerja.
"Tuan, aku berangkat ke perusahaan dulu" ucap Amanda.
"Kita berangkat bersama" ucap Daniel.
"Tidak tuan, aku naik taxi saja" tolak Amanda.
"Jangan membantah. Tunggu aku di mobil" kekeh Daniel.
"Baiklah" pasrah Amanda.
Amanda pergi ke luar tanpa mau berpamitan dengan Oliv.
Tersisalah Daniel dan Oliv. Daniel menatap Oliv dengan lekat.
"Dengar, lain kali kau tidak boleh melakukan hal seperti itu lagi. Kau tidak boleh mengusahkan Amanda lagi. Ingat, dia adalah calon kakak iparmu. Jadi berusalah untuk menghormati dia" ucap Daniel memperingati Oliv.
"Kak, kakak masih mau menikah dengan gadis kampung itu? Kak, sadar kak. Kakak itu gak sebanding sama gadis kampung itu. Kakak ada jauh di atasnya. Dan dia jauh ada di bawah kakak" jelas Oliv.
"Syutt!" Daniel mengacungkan tangannya di hadapan Oliv. "Aku tidak mau mendengar apapun yang kau katakan" ucap Daniel
Oliv melihat tangan Daniel. Oliv sangat terkejut saat melihat tangan Daniel terluka.
__ADS_1
"Kak, tangan kakak kenapa?" tanya Oliv berusaha memegang tangan Daniel.
"Tidak papa. Ini hanya luka kecil" jawab Daniel menepis tangan Oliv.
"Ini pasti gara-gara si gadis kampung itu. Aku yakin kau mempertaruhkan nyawamu hanya untuk menyelamatkannya. Lihat saja gadis kampung, aku akan membuat perhitungan denganmu" ucap Oliv dalam hati.
Setelah melihat luka Daniel, Oliv menjadi lebih emosional. Dia semakin benc* pada Amanda. Oliv akan membalaskan kebenc*annya pada Amanda.
"Sebaiknya kau pergi, pulanglah. Aku mau berangkat ke perusahaan" usir Daniel.
"Kak, jangan dulu bekerja. Tangan kakak masih terluka" cegah Oliv.
"Sudahku bilang ini hanya luka kecil. Sebaiknya kau cepat pergi dari sini" jawab serta usir Daniel.
Dengan kesal Oliv keluar dari vila Daniel. Oliv berdiri di depan Vila dan di depat mobil Danie. Oliv bisa saja diusir oleh Daniel, tapi daniel tidak mungkin memberiarkan Oliv pulang sendirian.
Daniel mengunci Vilanya. Dia masih melihat Oliv yang juga belum pergi.
"Kenapa kau masih di sini? Kau tidak mau pergi?" tanya Daniel.
"Aku akan pergi jika kakak yang mengantarku pulang" jawab Oliv.
"Aku harus bekerja. Kau pulanglah sendiri" balas Daniel.
"Tapi aku tidak bisa pulang sendirian kak" rengek Oliv.
"Kau ke sini menggunakan apa?" tanya Daniel.
"Taxi" jawab Oliv.
"Tapi kak.." ucapan Oliv dipotong oleh Daniel.
"Sudah, aku harus bekerja. Banyak pekerjaan yang harusku selesaikan" potong Daniel.
Daniel masuk ke dalam mobil dan menjalan mobionya meninggalkan vila itu. Saat mobil berjalan, Amanda melambaikan tangan pada Oliv. Amanda tersenyum lada Oliv.
"Si*lan. Dasar gadis kampung tidak tau diri" teriak Oliv. "Lihat saja, aku akan membuat hidupmu mender*ta" lanjut Oliv dengan penuh Amarah.
Amanda dan Daniel sampai di perusahaan pukul 10.30 WIB. Amanda langsung mengerjakan proyek yang belum selesai. Disaat Amanda sedang pokus, tiba-tiba telepon berdering. Amanda segera mengangkat telepon itu.
"Hallo! Selamat siang, dengan saya Amanda sekretaris perusahaan Aiden Group. Ada yang bisa saya bantu?" tanya Amanda dengan ramah.
"Hai Amanda! Ini aku Albert" balas Albert.
Ya, orang yang menelepon adalah Albert.
"Oh,, tuan Albert. Ada yang bisa saya bantu tuan?" tanya Amanda.
"Tidak, aku hanya mau menyampaikan kalau proyek yang kau buat sangat memuaskan. Aku ingin proyek ini bisa segera diluncurkan di pasaran" jawab Albert.
"Terima kasih tuan" balas Amanda.
__ADS_1
"Kira-kira, kapan proyek itu bisa segera diluncurkan?" tanya Albert.
"Untuk itu, mari kita bahas dalam rapat pak. Saya rasa, jika membicarakannya lewat telepon, itu tidak efisien" jawab Amanda dengan sopan.
"Hm,, kau benar. Jadi kapan kita bisa rapat?" tanya Albert.
"E.." Amanda hendak menjawab, namun ucapannya kala cepat dengan ucapan Albert.
"Bagaimana jika nanti pukul 3 sore?" tanya Amanda.
"3 sore, em.." Amanda melihat jadwalnya. "Bisa tuan. Kebetulan saya tidak ada jadwal rapat. Tapi tuan, mungkin tuan Daniel tidak akan bisa menghadiri rapat. Karna beliau juga ada rapat bersama klien lain" jawab Amanda.
"Ah,, tidak masalah. Kau saja sudah cukup. Aku merasa kalau proyek ini milikmu, bukan milik Daniel. Hahah.." ucap Albert diakhiri dengan candaan.
"Heheh.." Amanda tertawa kecil.
"Baiklah, sampai jumpa nanti sore" ucap Albert.
"Baik tuan" balas Amanda.
Panggilan pun berakhir.
Seperti yang sudah dijadwalkan, Amanda dan Albert akan mengadakan rapat. Albert datang bersama asistennya yang bernama Rafi.
"Aku sudah tidak sabar untuk membahas proyek ini denganmu" ujar Albert.
Amanda tersenyum menanggapi ucapan Albert.
"Oh iya, kenalkan. Ini Rafi. Dia adalah asistenku" ucap Albert memperkenalkan Rafi.
"Rafi" ucap Rafi.
"Amanda" balas Amanda.
Amanda dan Rafi berjabat tangan.
"Bisa kita langsung mulai saja?" tanya Albert.
"Tentu saja tuan" balas Amanda.
Amanda, Albert dan Rafi, sedang melakukan rafat dengan serius namun tanpa tekanan. Albert sangat berminat pada ptoyek yang Amanda oegang.
Brak..
Saat sedang rapat, tiba-tiba seseorang mend*brak pintu ruang rapat dengan paks*. Amanda, Albert dan Rafi meligat siapa yang mend*brak pintu itu.
Ada yang kangen sama Amanda dan Daniel?☺
Maaf ya kemarin tidak up🙏🏼😊
Terus dukung novel Amanda dan Daniel ya😄
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak😆
Salam hangat dari author😁