CINTA DALAM 3 BULAN

CINTA DALAM 3 BULAN
Penyatuan


__ADS_3

126


"Aku katakan sekali lagi, jangan bertindak bodoh. Kita bicarakan baik-baik" bujuk Daniel.


"Apa yang harus dibicarakan lagi? Tidak ada Niel, tidak ada. Kau sudah mematahkan hatiku" balas Sonia.


"Jangan sampai aku hilangan kesabaran"


Daniel melangkahkan kakinya mendekat pada Amanda.


"Jangan mendekat.." teriak Sonia.


Daniel terus melangkahkan kakinya.


"Kubilang jangan mendekat, atau aku akan menarik pelatuknya" *ncam Sonia.


Daniel menghentikan langkahnya.


"Jika kau mau melihat jasad Amanda, maka terus mendekatlah. Sekarang aku tidak keberatan" ujar Sonia.


Daniel memundurkan langkahnya.


"Sonia lepaskan aku. Kau tidak bisa melakukan ini padaku" ucap Amanda.


"Diam kau. Tutup mulutmu itu. Aku tidak mau bicara denganmu" sargah Sonia.


Daniel terus berusaha membujuk Sonia agar melepaskan Amanda. Namun Sonia sangat sulit dibujuk. Bujukan Daniel tidak mempan pada Sonia.


Hingga saat Sonia lengah, Amanda tidak menyia-nyiakan kesempatannya. Amanda menyikut perut Sonia dan berhasil lepas dari Sonia. Dia segera berlari ke arah Daniel.


"Akh,, s*al" umpat Sonia.


Sonia merasa marah atas apa yang dilakukan oleh Amanda. Bisa-bisanya dia kecolongan.


Daniel memeluk Amanda dengan erat.


"Kau tidak papa?" tanya Daniel khawatir.


"Ya, aku tidak papa tuan" balas Amanda.


Sonia mengarahkan pistolnya pada Amanda dan Daniel. Amanda dan Daniel menjadi waspada. Mereka takut Sonia akan menarik pelatuk pistol itu.


Seketika Amanda membulatkan matanya, saat melihat Sonia. Saat melihat Sonia, dia seperti melihat seseorang yang juga pernah men*dongkan pistol padanya.


"Akh.." rintih Amanda merasakan sakit di kepalanya.


"Amanda, kau kenapa?" tanya Daniel panik.


"Akh.." Amanda memegang kepalanya.


Daniel semakin panik saat melihat Amanda yang kesakitan.


Amanda melihat ke arah Daniel sekilas. Kemudian dia menatapnya dan merasakan sakit lagi dikepalanya. Amanda memejamkan matanya menahan rasa sakit.


Daniel memeluk Amanda dengan erat. Dia menyembunyikan tubuh Amanda di tubuhnya dari Sonia.


"Banyak Drama. Kalian harus menanggung rasa sakit hati yang kurasakan" ucap Sonia.


Sonia bersiap menarik platuknya. Dan..


Dor..


Satu tembakan melesat dari pistol yang dipegang oleh Sonia.


"Tidak.."


Semua orang melihat ke arah tembakan.


"Oliv.." teriak Daniel.


Sonia membulatkan matanya. Dia tidak berniat menembak Oliv. Tapi dia berniat menbak Daniel dan Amanda. Entah kenapa Oliv bisa ada di hadapan Daniel dan menghalangi tembakannya.


Sonia menembak Oliv tepat dibagian kepalanya. Dia melepaskan pistol begitu sudah melepaskan tembakan. Sonia langsung pergi melarikan diri. Beberapa orang anak buah Farrel mengejar Sonia.

__ADS_1


Daniel dan Amanda menghampiri Oliv yang hampir tak sadarkan diri.


"Oliv.."


"Ma-maafkan aku kak. Aku bersalah karena sudah membantu kak Sonia. Aku tidak rela melihatmu m*ti ditangan Sonia. Lebih baik aku yang m*ti. Lanjutkan hidupmu dengan Amanda. Sekali lagi, maafkan aku" ucap Oliv disaat-saat terakhirnya.


Setelah mengucapkan itu, Oliv menutup matanya untuk selama-lamanya.


"Oliv.." gumam Amanda dan Daniel.


Rio datang dan memeriksa keadaan Oliv.


"Maaf tuan, nona Oliv sudah meninggal" lapor Rio.


Daniel kembali memeluk Amanda. Mereka tidak menyangka Oliv akan mengorbankan nyawanya untuk melindungi Daniel.


"Bawa jasadnya. Kita akan mengkremasi jasad Oliv dengan layak" titah Daniel.


"Baik tuan" patuh Rio.


"Satu lagi. Segera temukan Sonia dan serahkan dia ke kantor polisi. Dia harus mendapat hukuman yang sangat berat"


"Baik tuan"


Rio pergi dari hadapan Daniel.


"Kau tidak papakan?" tanya Daniel memegang wajah Amanda.


"Aku tidak papa. Ini hanya luka kecil biasa" balas Amanda.


"Luka kecil bagaimana? Kau harus diperiksa ke rumah sakit. Kau tidak boleh membantah"


"Baiklah. Aku akan menuruti semua ucapanmu"


Daniel menatap Amanda dengan lekat. Beruntung dia datang diwaktu yang tepat. Dia tidak mau kehilangan Tari-nya lagi.


"Tuan"


"Aku mencintaimu" ungkap Amanda.


Daniel terkejut dengan ungkapan cinta Amanda. Pasalnya, ini baru pertama kali Amanda mengungkapkan perasannya padanya.


"Aku lebih mencintaimu Amanda" balas Daniel.


"Apa kau masih mencintai Tari?"


Deg.


Pertanyaan apa itu? Kenapa Amanda menanyakan hal itu disaat seperti ini? Itulah yang dipirikan Daniel.


"Kenapa kau menanyakan hal itu lagi?" tanya Daniel.


"Aku bertanya karna, aku mendapat pesan dari Tari. Bahwa dia sangat mencintaimu"


"Jangan bercanda. Sekarang, ayo kita ke rumah sakit. Kau harus diperiksa"


"Aku tau, kau sudah tau siapa itu Tari"


Daniel diam melihat Amanda.


"Kau selalu menganggap diriku Tari bukan? Dan kau sudah menemukan Tari-mu itu sekarang"


Daniel tidak mengerti apa yang Amanda katakan.


"Sudahlah,, ayo kita pergi"


"Tuan, aku sudah tau semuanya"


Daniel menatap Amanda dengan bingung.


"Aku sudah mengingat semuanya. Aku adalah Tari-mu. Gadis kecil yang selalu kau cari. Gadis yang ada di masalalumu. Aku Tarimu"


"Kau sedang tidak bercandakan?"

__ADS_1


Amanda menggelengkan kepalanya.


"Aku Tari-mu. Gadis yang diculik bersamamu. Gadis yang selaku kau sebut sebagai penyelamatmu. Dan gadis berjanji akan menikah denganmu" jelas Amanda.


Mata Daniel berkaca-kaca.


"Apa benar kau sudah mengingat semuanya?"


"Ya. Semuanya. Tidak ada yang hilang dari ingatanku"


Daniel memeluk Amanda. Dia sangat bahagia karna ingatan Amanda sudah kembali.


"Terima kasih. Terima kasih sudah mengingatku" ujar Daniel.


"Terima kasih juga sudah mau menungguku" balas Amanda.


Keduanya berpelukan dengan mesra.


...***...


Amanda sudah berada di rumah sakit. Dia juga sudah mendapat pengobatan dari dokter. Dan kini dia berada di kamar VIP. Daniel menginginkan Amanda mendapat perawatan yang terbaik.


Daniel sudah memberitahu Darma dan Bagas kalo Amanda sudah diselamatkan. Dan sekarang dia ada di rumah sakit. Awalnya kedua kakek itu ingin segera ke rumah sakit menjenguk Amanda. Tapi Daniel melaranganya. Karena suana sudah tengah malam, bahkan menjelang pajar, jadi Daniel menyarankan mereka untuk istirahat di rumah. Daniel tau, kedua kakek itu pasti tidak tidur. Mereka terus mencemaskan Amanda. Tapi Daniel meyakinkan merak kalo Amanda sudah selamat dan dia sudah bersamanya. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan lagi.


Daniel terus menggenggam tangan Amanda. Dia tidak ingin kehilangan Amanda lagi.


"Tidurlah. Kau pasti sangat lelah" ucap Daniel.


"Aku takut kau pergi dariku"


"Tidak akan"


Amanda masih membuka matanya. Dia benar-benar takut Daniel akan meninggalkannya. Daniel sangat gemas pada tingkah Amanda.


Daniel naik keranjang rumah sakit Amanda dan dia tidur disebelah Amanda. Ranjang itu cukul untuk 2 orang. Amanda tersenyum akan sikap Daniel.


Daniel memegang wajah Amanda. Tatapannya tertuju pada bibir ranum milik Amanda. Daniel meraih tengkuk Amanda dan menempelkan bibirnya pada bibir Amanda. Daniel mulai mel*mat bibir Amanda dengan lembut. Amanda membalas l*matan Daniel. Keduanya terbuai oleh suasana yang begitu romantis.


Jika kalian tanya bagaimana nasib Jack, maka jawabannya Jack habis ditangan Farrel. Dan bagaimana dengan Sonia?


Sonia menjadi g*la karna insiden itu. Dia melihat dengan mata kepalanya sendiri bagaimana Oliv tertembak oleh pistolnya. Selain itu, ambisi Sonia untuk memiliki Daniel, juga membuat dia hilang akal.


Dia merasa dihantui oleh arwah Oliv. Dia sering melihat arwah Oliv bergentayangan dan mengganggunya setiap waktu.


sebulan setelah insiden itu, Amanda dan Daniel menikah dengan disaksikan oleh orang-orang terdekat mereka.


Darma dan Bagas sangat senang saat ingatan Amanda sudah kembali. Apalagi Darma. Dia tidak bisa menyembunyikan kebahagiannya.


Dan kini, setelah Amanda dan Daniel menikah, mereka menantikan cicit yang akan meramaikan keluarga besar mereka. Tak tanggung-tanggung, Darma dan Bagas menginginkan 11 orang cicit. Mereka ingin membentuk tim sepak bola yang beranggotakan cicit mereka. Dan jika tidak 11, maka cukup 7 cicit. Mereka terinspirasi dari member k-kpop asal Korea yang berjumlah 7 orang, yaitu BTS.


Amanda dan Daniel hanya mengheran saja mendengar permintaan dari kakek mereka.


Keluarga Amanda dan Daniel hidup dengan bahagia. Setiap ada rintangan yang menghalang, mereka akan melaluinya dengan bersama-sama. Mereka tak bisa terpisahkan oleh siapa pun. Hanya maut yang bisa memisahkan mereka berdua.


End.


Kepada seluruh reader yang setia membaca novel CD3B, author mengucapkan banyak terima kasih. Karna kalian sudah mendukung dan mendampingi author, sampai author bisa namatin novel ini. Kalo bukan karna kalian, author gak akan bisa sampai namatin novel ini. Sekali lagi author sangat berterima kasih pada reader semua. Kisah Amanda dan Daniel sampai di sini saja.


Et,, tapi jangan khawatir. terus pantengin novel ini ya. Siapa tau ada extra part dari author


Jangan lupa mampir dinovel terbaru author yang ini nih



Masih 3 bab sih, tapi author akan up lagi kok.


Terima kasih sudah mendukung


Jangan lupa tinggalkan jejak


Terus dukung author


Sampai jumpa di novel author yang lain🤗

__ADS_1


__ADS_2