CINTA DALAM 3 BULAN

CINTA DALAM 3 BULAN
Peringatan Amanda


__ADS_3

66


Seketika Amansa terdiam mendengar pertanyaan dari Daniel. Amanda tidak tau apa yang ada dipikiran Daniel, sampai dia bertanya seperti itu.


"Apa maksudmu tuan?" tanya Amanda tak mengerti.


"Apa kau menjauhiku karna Farrel?" jawab Daniel dengan sebuah pertanyaan.


"Ya ampun.." Amanda menggaruk kepalanya yang tak gatal.


Daniel memandang Amanda dengan tatapan polos.


"Kenapa kau bisa beranggapan seperti itu? Ah,, kau selalu merusak suasana" ujar Amanda terdengar kecewa. "Bisakah saat kita sedang berdua jangan membicarakan orang lain? Kau selalu menanyakan orang lain. Jika tidak Farrel, maka Gavin. Entah siapa lagi yang akan kau tanyakan" lanjut Amanda.


"Kau juga menyukai Gavin?" tanya Daniel.


"Hah! Aduh,, aku pusing menjelaskan ini padamu tuan" balas Amanda. "Sudah berapa kali aku katakan, aku tidak menyukai Gavin atau pun Farrel. Jadi jangan tanyakan ini lagi padaku. Jika kau bertanya tentang ini lagi, kau akan habis ditanganku tuan" ujar Amanda memberi peringatan pada Daniel sambil mengangkat tangannya.


"Lalu siapa yang kau sukai?" tanya Daniel.


"Kau" jawab Amanda refleks.


"Aku?" tanya Daniel kaget.


"Apa! Kata siapa?" Amanda balik bertanya.


"Kau yang mengatakannya" jawab Daniel.


"Tidak, bukan itu maksudku. Maksudku kenapa kau bertanya hal itu? Itu urusan pribadiku. Kau tidak perlu tau" jelas Amanda.


"Aku pikir kau menyukaiku" gumam Daniel yang bisa didengar oleh Amanda.


"Apa tidak ada hal lain untuk dibicarakan? Kenapa selalu soal perasaan yang dibicarakan? Masih banyak hal yang bisa dibicarakan" ucap Amanda.


"Aku tidak tertarik pada itu semua" balas Daniel dengan pelan.


Amanda sudah lelah dengan sikap Daniel yang menurutnya kekanak-kanakan.


"Selain punya sipat sombong, angk*h, arog*n, rupanya kau juga punya sipat kekanak-kanakan ya tuan" ujar Amanda.


"Ck.." Daniel berdecak sebal.


"Kau ini seorang direktur perusahaan terbesar. Kau seharusnya bisa menempatkan dirimu dalam segala hal. Kau harus bisa mengatur emosimu disetiap hal tuan. Jangan terus seperti ini" ucap Amanda.


Amanda memarahi Daniel berulang-ulang. Daniel hanya bisa tertunduk merenung saat dimarahi oleh Amanda.

__ADS_1


Besok sianganya.


Amanda datang ke studio untuk mengawasi syuting proyek yang ditanganinya. Di dalam sudah studio sudah ada Farrel yang menunggu Amanda.


"Kau selalu terlambat" uhar Farrel pada Amanda.


"Hanya 1 menit" balas Amanda.


"Wanita bernama Sandra yang sudah mengambil foto di kafe secara diam-diam" ucap Farrel.


"Sandra? Siapa dia?" tanya Amanda bingung.


"Dia adalah teman Sonia" jawab Farrel.


"Ruapanya dia. Sudah tak aneh jika dia ikut andil dalam hal ini. Hah,, kenapa dia selalu menganggu kehidupanku" ucap Amanda.


"Mau kubalaskan?" tawar Farrel.


"Tidak perlu. Dia tidak penting. Lagi pula aku bisa menanganinya sendiri" tolak Amanda.


"Baiklah" balas Farrel.


"Bagaimana, apa kau sudah melihat perhiasannya?" tanya Amanda.


"Gombalan yang sangat klasik" balas Amanda.


Amanda dan Farrel berbincang-bincang sebentar. 15 menit berlalu. Namun Gabby masih belum datang.


"Mana aktrisnya?" tanya Farrel.


"Maksudmu Gabby?" tanya Amanda.


"Iya" jawab Farrel.


"Dia belum datang? Aku pikir dia sedang berias. Atau jangan-jangan dia masih di ruang rias?" ucap Amanda.


Amanda bertanya pada salah satu kru rias. Namun ternyata Gabby belum datang.


"Ke mana Gabby pergi? Kenapa dia belum datang?" pikur Amanda.


Saat Amanda sedang memikirkan Gabby, tiba-tiba Gabby datang ke dalam studio.


"Maaf aku terlambat" ucap Gabby.


"Kenapa kau terlambat?" tanya Farrel. Farrel tidak suka jika lawan mainnya tidak tepat waktu.

__ADS_1


"Ah,, kau pasti Farrel. Akhirnya aku bisa bertemu denganmu" tebak Gabby.


"Nona Gabby, kenapa kau terlambat?" tanya Amanda.


"Maaf, aku habis dari salon untuk mengecat kuku ku. Jadi aku terlambat. Lagi pula, hanya 30 menit. Toh ini pun proyek pacarku. Kau tidak bisa mengaturku" jawab Gabby enteng.


"Nona Gabby, aku tidak perduli kau pacar dari tuan Albert, atau siapa pun. Yang jelas, kau di sini sebagai Brand ambasador proyek perusahaan. Bukan sebagai pacar tuan Albert. Jadi bersikaplah secara propesional. Jika munurutmu 30 menit adalah waktu yang tak berharga, maka beda halnya denganku. Jika kau terus begini, maka kau akan merugikan banyak orang, karna waktu mereka terbuang sia-sia" jelas Amanda.


Amanda menatap Gabby. Amanda tidak suka dengan sikap Gabby.


"Dan lagi, aku yang memegang kendali dalam proyek ini. Aku bisa saja membatalkan kau sebagai Brand ambasador. Baik tuan Albert atau pun tuan Daniel, tidak akan bisa merubah keputusanku. Jadi bersikap baiklah selama di sini" lanjut Amanda. Amanda memberi peringatan pada Gabby.


Gabby sangat tidak sukap pada Amanda. Dia hanya menatap Amanda tanpa bisa menjawab perkataannya.


Daniel datang ke studio untuk mengawasi jalannya proses syuting. Semua orang tak berani mengabaikan Daniel. Mereka sangat memperhatikan bos mereka yang pemarah itu.


Ketika akan mulai menggambil gambar, tiba-tiba Sonia datang dan memanggil Daniel dengan berteriak.


"Daniel.." teriak Sonia.


Semua orang menatap ke arah Sonia.


Sonia berjalan pada Daniel yang sedang duduk menghadap aktor dan aktris.


"Pergilah. Apa kau tidak melihat aku sedang bekerja?" us*r Daniel.


"Aku mau bicara" ucap Sonia.


"Aku sedang bekerja. Jika kau mau bicara, tunggu di luar. Setelah selesai, aku akan menemuimu" ucap Daniel.


"Baiklah" balas Sonia.


Sonia pun pergi dari studio.


Beruntung Daniel langsung meng*sir Sonia. Jika tidak, mungkin akan ada kekacauan yang terjadi.


Sesuai uacapan Author ya☺


Terima kasih sudah mampir😊


Jangan lupa tinggalkan jejak😆


Terus dukung Amanda dan Daniel ya😉


Salam hangat dari author😁

__ADS_1


__ADS_2