
103
"Kau harus minta maaf pada Amanda" titah Daniel sambil menahan emosinya.
"Aku bilang aku tidak mau meminta maaf. Kenapa kau terus mem*ksaku untuk meminta maaf?" tolak Carline.
"Huh.." Daniel mendengus kesal. "Dengar, kau sudah menjiplak karya Amanda. Dan kau tidak mau meminta maaf?" tanya Daniel.
Carline diam sambil menyilangkan tangannya di depan dada. Dagunya diangkat sebagai bentuk keangkuhan.
Daniel memincingkan matanya dan maju ke hadapan Carline.
"Kau tau siapa ini?" Daniel menunjukkan sebuah foto. seseorang.
Carline membulatkan matanya sempurn.
"Aku sangat tau siapa orang ini. Aku juga yakin kau tau siapa dia" ujar Daniel bagaikan devil. "Sekretaris di perusahaanku lah yang sudah membocorkan desain ini padamu. Dia menjadi mata-mata mu nona Carline" jelas Daniel.
Wajah Carline seketika menjadi pucat. Dia tidak menyangka Daniel akan mengetahuinya. Carline membisu. Dia tidak bisa menyangkal ucapan Daniel.
"Jika kau belum puas. Maka akan ku tunjukkan semuanya" ucap Daniel yang masih belum puas melihat wajah kehkawatiran pada Carline.
Layar di depan menunjukkan semua karya milik Carline. Dan semua karyanya itu hasil plagiat semua. Carline memplagiat karya perusahaan lain. Dia mengklain karya mereka.
Sebenarnya Carline bisa ditindak ke jalur hukum. Namun karna ayah Carline seorang yang berkuasa, sehingga orang lain tidak bisa melakukan apa pun. Mereka membiarkan Carline begitu saja.
"Ah,, aku kaget sekali. Ternyata dia lah yang sudah melakukan plagiarisme"
"Aku pikir nona Carline tidak akan melakukan itu"
"Iya, aku pikir dia itu orang jujur dan bertanggung jawab. Eh,, taunya malah sebaliknya"
"Memalukan sekali"
"Dia menggunakan jabatan ayahnya untuk merebut milik orang lain"
"Ini membuktikan dia tidak mempunyai kemampuan sama sekali"
"Iya kau benar. Dia itu sebenarnya orang bodoh"
"Ayahnya juga bodoh. Dia membiarakan anaknya melakukan tindakan kotor"
"Pantas saja dia bodoh. Dia berasal dari orang bodoh"
Semua orang mulai serbisik dan menghujat Carline.
__ADS_1
Carline kehabisan kata. Dia tidak ada kekuatan untuk melawan Daniel. Amanda dan Daniel terlalu kuat dan tangguh untuk dilawan. Carline kehilangan muka di hadapan semua orang.
Bruk,,
Carline berpura-pura pingsan untuk bisa keluar dari acara konferensi pers itu. Tidak ada jalan lain kecuali dia pura-pura pingsan. Carline diangkat oleh satpan untuk keluar dari ruangan itu.
Acara konferensi pers pun dilanjutkan kembali. Amanda memperkenalkan perhiasan itu di hadapan semua orang. Konferensi pers berjalan dengan lancar. Semua orang bertepuk tangan untuk Amanda dan Daniel. Mereka sangat puas dengan hasil kerja Amanda dan Daniel.
Citra Amanda kembali membaik. Kini bukan hujatan dan cacian yang terdengar, melainkan pujian yang terus saja diberikan pada Amanda.
Amanda sendiri puas dengan apa yang terjadi. Meskpiun sebenarnya dia sangat ingin mencakar wajah Carline, tapi dia tahan. Dia harus memberikan pelajaran dengan gaya berkelas. Yaitu membuat lawannya mati kutu dihadapan semua orang. Buat dia tidak bisa dan tidak mau untuk menunjukkan wajahnya lagi di hadapan semua orang.
Banyak perusahaan lain yang ingin bekerja sama dengan Daniel. Tentunya itu sangat menguntungkan bagi psrushaan Daniel.
"Aku mengundang kalian semua untuk menghadiri perayaan peluncuran perhiasan DARAY" ujar Amanda.
Semua orang bersorak senang. Mereka tau acara ini pasti akan sangat besar dan mewah. Mengingat bagaimana hasil konferensi pers ini berhasil.
Suasana mulai gaduh. Mereka mulai mendiskusikan perayaan yang akan diadakan. Mereka juga mendiskusikan apa yang akan mereka pakai ke perayaan itu.
Tanpa Amanda sadari, Daniel berdiri di belakangnya. Daniel menempelkan tubuhnya pada Amanda.
"Kau bersiaplah" ujar Daniel.
"Setelah ini aku ada urusan" ujar Daniel.
"Pergi saja" balas Amanda acuh tak acuh.
"Kau tidak mau tau aku pergi ke mana?"
"Tidak. Jika kau mau pergi, ya pergi saja. Kenapa harus berbicara padaku"
"Hem,, kau mulai berulah lagi"
"Tidak. Aku bersikap biasa saja kok"
Daniel menggigit telinga kanan Amanda.
Amana melihat ke arah Daniel sebagai tanda protes.
"Apa yang kau lakukan tuan?"
"Setiap perkataanmu, akan mendapatkan balasan dariku. Dan itu balasan untuk perkataanmu"
"Hm,, baiklah. Aku minta maaf"
__ADS_1
"Aku akan menjemputmu"
"Aku akan menunggumu"
Daniel berdiri di samping Amanda.
Amanda dan Daniel terlihat sangat dekat dan romantis. Hal itu membuat Sonia merasa cemburu. Dia tidak suka melihat Amanda dan Daniel dekat.
Acara perayaan akan diadakan di hotel milik Albert.
Albert sedang beristirahat dikamarnya. Istirahatnya terganggu saat seseorang memgetuk pintu kamarnya. Dengan malas Albert membuka pintu itu. Saat pintunya terbuka, Albert mendapati Gabby berdiri di depan pintu kamarnya. Sudah bisa dipastikan kalo Gabby lah yang mengetuk pintu itu.
Albert mendengus k*sar. Dia bosan terus melihat Gabby di hadapannya. Albert hendak menutup pintu kamarnya, tapi Gabby menahannya.
"Tunggu, aku mohon. Jangan tutup dulu pintunya" mohon Gabby.
"Ada apa lagi?" tanya Albert malas.
"Aku tau aku salah. Maafkan aku. Aku berjanji akan meminta maaf pada Amanda. Tapi tolong, jangan hindari aku dan tolong maafkan aku. Beri aku satu kesempatan lagi"
Albert menatap Gabby denngan lekat.
"Huh,, baiklah. Aku akan memberimu kesempatan lagi. Aku akan memaafkanmu jika kau meminta maaf pada Amanda"
Albert menyetujui ucapan Gabby, karna dia melihat raut penyesalan yang begitu mendalam dari mata Gabby.
Tibalah Acara perayaan di malam hari.
Sebelum acara dimulai, sudah banyak orang yang hadir. Mereka sangat antusias menghadiri perayaan ini.
Hallo semuanya🤗
Author mau minta doanya dari para reader semua
Besok author mau ujikom, doainnya supaya lancar
Ini ujikom terus menghantui author. Author gak bisa pokus nulis nih🥲
Terima kasih doanya😊
Terima kasih juga udah mampir😁
Jangan lupa tinggalkan jejak😉
Terus dukung author ya😆
__ADS_1