CINTA DALAM 3 BULAN

CINTA DALAM 3 BULAN
Berapa Banyak Wanita


__ADS_3

16


Walaupun Amanda sudah melompat untuk menyelamatkan anjing itu, tetap saja kaki anjing itu terluka.


"Apakah sakit?" tanya Amanda pada anjing itu.


"Guk,, guk.." anjing itu menjulurkan lidahnya.


"Lukamu cukup parah. Aku harus segera membawamu ke dokter" ucap Amanda.


"Guk,, guk.." anjing itu menahan rasa sakitnya.


Amanda melihat jam yang ada di tangannya.


"Hah,, sudah jam segini. Aku sudah terlambat" ucap Amanda. "Karna sudah terlambat, maka tanggung jika aku pergi ke kantor sekarang. Aku akan menelpon tuan Daniel" lanjut Amanda.


Melihat waktu yang sudah terlambat, Amanda segera menelpon Daniel untuk meminta izin.


"Halo tuan" ucap Amanda.


"Ya" balas Daniel.


"Tuan, aku ingin minta izin" ucap Amanda.


"Izin apa?" tanya Daniel bingung.


"Aku akan membawa anjing ke dokter. Mungkin aku akan sedikit terlambat" jawab Amanda.


"Baiklah. Tapi setelah itu, kau harus cepat kembali ke perusahaan" setuju Daniel.


"Baik tuan. Terima kasih" ucap Amanda.


"Hm.." balas Daniel.


Panggilan pun berakhir.


Setelah mendapat izin dari Daniel, Amanda segera membawa anjing itu ke dokter untuk diperiksa.


"Pak, tolong antar aku ke klinik hewan terdekat" pinta Amanda.


"Baik nona. Tapi mungkin akan memakan waktu sampai 45 menit" ucap sopir taxi.


"Lama sekali. Jalankan saja dengan kecepatan penuh" titah Amanda.


"Bagaimana jika kena tilang?" tanya sopir itu.


"Pak,, antarkan saja aku ke sana" geram Amanda.


"Baik nona" balas sopir taxi itu.

__ADS_1


Amanda berangkat menuju klinik diantarkan oleh taxi.


Baru 5 menit perjalanan, Amanda sudah geram pada sopir taxi.


"Pak, kenapa kau menjalankan mobil ini dengan pelan? Ayo lebih cepat lagi" titah Amanda dengan tidak sabar.


"Nona, ini sudah cepat nona" balas sopir itu.


"Lebih cepat lagi" titah Amanda. "Dengar, jika nyawa anjing ini tidak tertolong, maka kau yang harus bertanggung jawab" anc*m Amanda.


"Nona kenapa aku? Lagian itu hanya seekor anjing liar saja. Kenapa kau begitu peduli padanya?" tanya sopit taxi.


"Hentikan mobilnya" titah Amanda.


Sopir taxi menepikan mobil. Amanda menaruh anjing itu di samping, lalu Amanda maju ke depan pada sopir taxi itu. Amanda menc*ngkram kerah baju sopir taxi itu.


"Dengarkan aku baik-baik. Meskipun dia hanya seekor anjing, tapi dia juga makhluk hidup. Jika kau ada di posisinya sekarang, bagaimana perasaanmu? Bukankah kau juga ingin mendapat kasih sayang dan perhatian dari orang lain?" ucap Amanda menatap tajam sopir taxi. "Sekarang, lajukan mobilnya dengan cepat. Jika terjadi sesuatu, aku yang akan bertanggung jawab" tegas Amanda.


"Ba-baik nona. Aku mengerti" balas sopir itu dengan gugup.


Amanda kembali pada posisi duduknya semula. Anjing liar itu duduk dipangkuan Amanda.


Atas desakan Amanda, perjalanan yang tadinya 45 menit menjadi 30 menit.


Sesampainya di klinik, Amanda segera menyuruh perawat untuk memeriksa anjingnya.


"Bagimana kondisinya? Apakah dia bisa jalan kembali?" tanya Amanda pada seorang dokter hewan laki-laki.


"Huh,, syukurlah. Aku pikir lukanya akan serius" balas Amanda.


"Sepertinya kau sangat menyayangi binatang ya?" tanya dokter sambil membalut luka di kaki anjing.


"Ya. Aku menuruti jejak kakekku" jawab Amanda.


"Apa kakekmu juga suka binatang?" tanya dokter itu penasaran.


"Tentu saja. Apalagi pada Anjing" jawab Amanda. "Kakekku memelihara banyak anjing. Tadinya aku tidak suka pada binatang. terlebih lagi anjing. Saat aku kecil, aku melihat anjing itu binatang besar yang mengerikan. Jadi aku tidak suka. Tapi,, kakek mengubah pandanganku. Dan sampai sekarang, aku sangat suka pada anjing" cerita Amanda.


"Oo,, seperti itu" balas dokter itu.


"Ah,, maaf. Aku malah bercerita dan mengganggumu" ucap Amanda.


"Tidak kok. Kamu tidak menggangguku. Aku malah senang dapat mendengar cerita darimu" balas dokter itu. "Aku juga hampir sama sepertimu dulu" lanjut dokter.


"Benarkah? Wah,, aku pikir hanya aku yang seperti iti" balas Amanda.


Amanda berada di klinik itu sekitar 1 jam.


Setelah mendapatkan perawatan, Amanda menitipkan anjing itu di klinik. Dia akan membawa anjing itu setelah pulang bekerja.

__ADS_1


"Maaf ya, aku merepotkanmu" ucap Amanda pada dokter.


"Tidak masalah" balas dokter.


"Aku akan menjemputnya setelah aku pulang kerja. Aku harap dia tidak akan merepotkanmu" ucap Amanda.


"Tentu saja dia tidak akan merepotkanku. Di sini banyak perawat, jadi aku tidak akan kerepotan" balas dokter dengan candaan.


"Hahah,, kau benar juga ya" Amanda tersenyum.


Amanda melihat pada anjing itu.


"Nah,, kau tunggu di sini. Nanti aku akan menjemputmu. Kau jangan menyusahkan dokter dan perawat yac Amanda mengelus kepala anjing itu.


"Guk,, guk.." anjing itu seolah tau apa yang Amanda katakan.


"Anjing pintar.." ucap Amanda.


Setelah itu, Amanda meninggalkan klinik itu dan pergi ke perusahaan Daniel.


Amanda tiba di perusahaan pukul 10.55. Mayang yang melihat Amanda terlamabat sangat marah.


"Amanda!" Mayang mendekat ke meja kerja Amanda. "Kamu lihat jam berapa ini? Kenapa kamu terlambat? Dari mana saja kamu? Apa kamu tidak menganggap remeh pekerjaan kamu? Kamu ini, tidak bisa konsisten bekerja di perusahaan ini. Kamu tidak pantas bekerja di perusahaan ini" maki Mayang di depan semua orang.


Semua orang menghentikan aktivitas mereka dan melihat Amanda yang sedang dimarahi oleh Mayang. Untuk saat ini, Amanda masih diam. Dia akan menunggu waktu yang tepat untuk membalas Mayang.


"Dengar kalian semua! Amanda adalah contoh karyawan yang tidak bisa konsisten pada waktu dan pekerjaan. Dia membuang-buang waktu. Dia dengan bebas masuk dan ke luar dari perusaan ini kapan pun dia mau. Amanda bukanlah orang yang bisa dipercaya" teriak Mayang.


"Nona mayang, kenapa kau berteriak seperti itu kepadaku? Jangan berteriak terlalu keras. Nanti tenggorokanmu bisa sakit" ucap Amanda dengan tenang. "Lagi pula,, aku sudah meminta izin pada tuan Daniel. Dia sudah tau kalau aku terlambat ke perusahaan" lanjut Amanda.


"Seharusnya kau meminta izin kepadaku" ucap Mayang tak terima.


"Hei,, siapa kau? Sampai aku harus meminta izin padamu? Jika pemilik perusahaan ini tinggal bersamaku, lalu kenapa aku harus meminta izin padamu? Kau dan aku itu sama. Kita hanya bawahan saja. Jadi, kau jangan so memerintahku" ucap Amanda.


Mayang sangat marah pada ucapan Amanda. Mayang menarik tangan Amanda menuju ke ruangan Daniel. Saat sampai di depan ruangan Daniel, Mayang berhenti sejenak dan merapikan baju serta rambutnya.


"Idih,, pake rapiin penampilan segala. Dasar karyawan centil" ejek Amanda dalam hati.


Dari sini Amanda bisa melihat kalau Mayang menyukai Daniel. Mayang tidak mau penampilannya terlihat buruk di depan Daniel, dia akan bertingkah seolah dia malu jika dilihat Daniel. Setelah selesai, Mayang baru mengetuk pintu ruangan Daniel.


Karna menyelamatkan anjing, penampilan Amanda jadi terlihat kotor. Amanda jadi tau kenapa Mayang selalu menyusahkannya.


Amanda dan Mayang masuk ke dalam ruangan Daniel.


Di sebelah Daniel, terdapat wanita cantik yang sedang betdiri. Wanita itu bernama Mona. Mona adalah seorang wanita cantik. Dia terlihat anggun, menawan dan sangat menarik perhatian. Mona sedang menjelaskan produk untuk season selanjutnya.


Melihat Mona, Amanda jadi terpikirkan sesuatu.


"Seberapa banyak wanita yang ada di sisimu tuan? Berapa banyak wanita yang menyukaimu? Aku rasa,, masih banyak wanita di luar sana yang menginginkanmu menjadi milik mereka" ucap Amanda dalam hati.

__ADS_1


Amanda menundukkan kepalanya sesaat, kemudian dia mengangkat kepalanya lagi.


"Tapi,, kalo aku lihat dari sudut pandang perempuan, tuan Daniel itu tampan. Malah sangat tampan. Apalagi dia kaya. Ditambah baik hati, peduli, ya,, cukup pengertianah. Siapa coba wanita yang gak mau sama tuan Daniel. Wajar saja jika banyak wanita yang menyukainya dan berlomba-loba untuk bisa ada di sampingnya" ucap Amanda. "Eh,, kok aku malah memujinya sih?" heran Amanda pada dirinya sendiri.


__ADS_2