
89
Semua orang melihat ke arah Amanda. Dengan anggun Amanda berjalan mendekati Mayang dan Oliv. Mayang bingung kenapa Amanda bisa ada di rumah sakit ini. Mayang tidak menyangka Amanda akan datang saat ini.
Oliv dan Sandra juga ikut terkejut melihat kedatangan Amanda.
"dia, dialah yang mencoba memb*nuhku" tuduh Mayang. "Dia seorang pemb*nuh, tolong selamatkan aku" Mayang berpura-pura ketakutan.
Melihat Amanda datang, semua reporter merasa masalah ini semakin menarik. Mereka pun mulai bertanya pada Amanda.
"Nona Amanda, apakah benar yang dikatakan nona Mayang?"
"Bagaimana pendapatmu?"
"Katakan sesuatu nona Amanda"
Amanda mentap Oliv dan Sandra. Amanda tersenyum dan mulai megeluarkan suaranya.
"Apa kalian melihat aku mend*rong Mayang ke dalam air?" tanya Amanda.
"Ya. Tentu saja kami melihatnya" jawab Oliv.
"Hahah,, lucu sekali. Untuk apa aku melakukan itu pada Mayang? Apakah dengan mencelakai Oliv aku mendapatkan keuntungan? Tidak sama sekali. Aku tidak ada untungnya aku melakukan itu. Lagi pula, aku yang menyelamatkannya. Jika aku mau mayang tiada, untuk apa aku menyelamatkannya" balas Amanda.
"Bukan kau yang menyelamatkan Mayang. Tapi Farrel lah yang menyelamatkannya" sargah Oliv.
"Amanda lah yang menyelamatkannya. Bukan aku" bantah Farrel.
Farrel masuk ke dalam rumah sakit untuk mendampingi Amanda.
"Wah,, wah,, itu Farrel. Cepat ambil gambarnya. Ini kejadian yang sangat bagus"
"Benar. Kita harus mengambil gambar sebanyak-banyaknya"
Para reporter banyak mengambil gambar Farrel. Mereka tidak menyangka Farrel akan datang.
Mayang, Oliv dan Sandra tambah terkejut saat Farrel tiba-tiba datang.
__ADS_1
Farrel berdiri di samping Amanda dan menjelaskan semuanya.
"Bukan aku yang menyelamatkan Mayang, tapi Amanda lah" ujar Farrel.
"Tidak. Kau yang menyelamatkanku. Bukan dia" sangkal Mayang.
"Itu atas perintah Amanda. Sebenarnya aku tidak mau menyelamatkanmu, apalagi setelah tau yang sebenarnya. Tapi Amanda lah yang mendesakku untuk menyelamatkanmu" jelas Farrel.
"Itu tidak benar" Mayang terus berusaha menyangkal penjelasan Farrel.
"Jika tidak percaya, lihat ini. Kalian juga bisa lihat" Farrel mengeluarkan ponselnya dan memperlihatkan sebuah video.
Video itu berisi Amanda yang sedang berusaha memberikan pertolongan pertama pada Mayang. Di video itu terlihat Amanda berusaha keras agar Mayang bisa selamat.
Mayang tidak percaya Farrel menunjukkan video itu. Farrel juga menunjukkan video itu lada para reporter.
"Gawat, jika seperti ini terus wawancara ini akan kacau" gumam Oliv dalam hati.
Oliv memutuskan mengambil tindakan agar semua orang tidak percaya pada Amanda.
"Kau hanya berusaha membuktikan kau tidak bersalah. Aku tau yang sebenarnya Amanda. Kau tidak mau disalahkan jika Mayang m*ti. Kau tidak mau dituduh sebagai pemb*nuh Mayang" ucap Oliv.
"Kau bohong. Kau hanya bersandiwara saja. Kau membuat video itu seolah-olah kau sudah menyelamatkanku. Tapi nyatanya kau yang sudah membuatku celaka. Kau ingin terlihat seperti pahlawan di mata semua orang. Aku tau akal bulusmu itu. Jangan mengelak lagi. Karna tidak akan ada yang mempercayaimu" sargah Mayang.
Mayang berusha membantu Oliv menjatuhkan Amanda.
"Hey, kau jelas tau apa yang sebenarnya terjadi. Tapi kau membalikkan keadaan. Lihat saja, aku akan menbuat semua orang tau yang sebenarnya" balas Amanda.
"Lakukan apa yang ingin kau lakukan. Tapi itu tak akan bisa mengubah pandangan semua orang terhadapmu" secara tidak langsung Mayang menantang Amanda.
"Baiklah. Aku akan menunjukkannya padamu dan oada semua orang sekarang juga" balas Amanda tersenyum devil.
Amanda mengeluarkan ponselnya. Setelah Farrel menunjukkan video, kini giliran Amanda lah yang menunjukkan sebuah video.
Amanda memutar video itu.
"Mayang? Sedang apa kau di sini?" tanya Amanda aneh.
__ADS_1
"Mengirimmu pada yang di atas" jawab Mayang.
Mayang mencoba mend*rong Amanda ke danau. Amanda segera menghindar ketika Mayang hendak mend*rongnya.
"Apa yang kau lakukan Mayang?" tanya Amanda kesal.
"Sudahku bilang. Aku akan mengirimmu pada yang di atas" jawab Mayang.
"Kau masih belum jera juga" ujar Amanda.
"Aku tidak akan berhenti sampai kau pergi dari dunia ini" balas Mayang.
Mayang sudah seperti orang depresi. Mungkin dia memang depresi karna rencanya menc*lakai Amanda selalu gagal.
"Kau sudah g*la" ucap Amanda.
"Ya, aku memang g*la. Aku akan menunjukkan seberapa g*lanya diriku" balas Mayang tersenyum mengerikan.
"Jika kau berusaha menyakitiku, ingat, aku tidak akan tinggal diam" Amanda memberi peringatan.
"Silahkan saja" balas Mayang.
"Baiklah. Aku tidak akan segan padamu" ucap Amanda.
Mayang mengepalkan tangannya karna sudah tidak sabar. Mayang maju ke arah Amanda.
Mayang mulai melayangkan p*kulan pada Amanda. Namun Amanda dengan cepat menghindar dan menangkis p*kulan dari Mayang.
"Kalian sudah melihatnya kan! Bukan aku yanh ingin menc*lakai Mayang. Tapi dia lah yang berusaha menc*lakaiku. Dia menuduhku ingin memb*nuhnya, padalah dia sendirilah yang berusaha memb*nuhku" ucap Amanda menahan Amarah yang hampir tidak terkendali.
"Ha,, apa itu benar?"
"Jika itu benar, berarti selama ini kita sudah dibodohi oleh nona Mayang"
"Kau benar. Aku mulai meragukan nona Mayang"
"Aku tidak menyangka dia tega melakukan itu pada nona Amanda"
__ADS_1
Semua orang mulai meragukan Mayang. Mereka mulai mempercayai Amanda. Mereka mulai berpihak dan mendukung Amanda.