
2 bulan setelah pernikahan, Daniel dan Amanda pergi honeymoon di Italia. Selama di Italia, mereka bertemu dengan Zain dan Natali. Mereka menghabiskan waktu kurang lebih 2 minggu.
Setelah dari Italia, pasangan pengantin baru itu melanjutkan honeymoon mereka ke negara ginseng yaitu Korea. Amanda mempunyai keinginan untuk menonton konser idola k-kpop nya yaitu BTS.
Amanda sangat senang karna karna dia bisa menonton konser BTS. 2 bulan mereka di negri ginseng.
Setelah puas berbulan madu, Amanda dan Daniel pulang ke negri tercinta yaitu indonesia.
Saat ini Daniel dan Amanda sedang berada di dalam kamar mereka. Daniel dan Amanda memilih tinggal di rumah Daniel.
"Terima kasih sudah memenuhi keinginanku" ucap Amanda.
"Apa pun untukmu" balas Daniel.
"Ah,, aku sangat senang. Aku bisa bertemu dengan Suga. Dia sangat menggemaskan. Pantas saja orang menyebutnya sebagai kucing. Rasanya aku ingin memiliki kucing bangtan itu. Aku ingin membawanya" Natali mulai mengoceh tentang BTS lagi.
"Sayang,, sudah lah,, jangan membicarakan mereka" tegur Daniel yang mulai jengah.
"Aku juga ingin membawa Jimin. Dia sangat kyuut..." gemas Amanda yang tidak memperdulikan teguran Daniel.
"Aku tidak tau yang kau maksud orang yang mana. Yang jelas bagiku mereka sama saja. Semuanya Suga" balas Daniel.
Amanda terus saja bercerita tentang BTS. Danie sudah sangat bosan. Tiba-tiba saja Daniel naik ke atas tubuh Amanda dan menahan tubuhnya dengan kedua tangannya.
"Akh.." pekik Amanda. "Tuan, apa yang kau lakukan?" tanya Amanda kaget.
"Tuan? Kita menikah sudah hampir 3 bulan, dan kau masih memanggilku tuan? Biasanya kau tidak memanggilku tuan" keluh Daniel.
"Iya maaf ya suamiku.. Tadi aku reflek aja" balas Amanda.
"Kau harus mendapat hukuman"
Amanda terdiam. Sampai sekarang, setiap kali Daniel mengatakan dia harus mendapat hukuman, Amanda selalu was-was.
"Kali ini, jika kau memberiku hukuman, maka aku juga akan memberimu hukuman. Aku tidak akan memberimu jatah selama 1 bulan" ujar Amanda.
"Ouh.. jadi sekarang kau yang mau memberiku hukuman.. iya benar.." Daniel menyeringai licik.
Amanda menjadi kikuk. Dia merasa terintimidasi oleh Daniel.
Daniel memajukan wajahnya pada Amanda.
"Maafkan aku. Aku salah bicara" ucap Amanda.
"Terlambat sayang.." balas Daniel.
Daniel langsung menenggelamkan kepalanya di dada milik Amanda. Tangannya sambil menggelitiki perut Amanda.
__ADS_1
"Ahahah... geli.. geli... sayang.." Amanda tidak bisa menahan tawanya.
1 bulan kemudian.
Daniel dan Amanda kembali ke rutinitas biasa mereka. Daniel kembali menjalankan bisnisnya dan juga bisnis bagas. Sementara Amanda menjalankan sebagian bisnis Darma. Sebagiannya lagi Daniel yang memegangnya. Amanda akan kewalahan jika harus mengurus bisnis Darma seorang diri. Oleh sebab itu Daniel membantunya.
Sudah beberapa hari ini Amanda merasa tidak enak badan. Tubuhnya sering cepat lelah. Nafsu makannya juga berkurang. Setiap kali dia hendak makan sesuatu, dia akan merasa mual dan memuntahkan isi perutnya. Daniel sangat khawatir pada kondisi Amanda.
Malam hari.
Amanda dan Daniel sedang makan malam bersama di rumahnya. Namun belum ada satu makanan pun yang berhasil turun ke dalam perut Amanda. Amanda terus saja bulak-balik ke kamar mandi. Daniel sangat cemas melihat Amanda.
"Sayang.. kita ke dokter aja yuk.." ajak Daniel.
"Gak usah. Mungkin ini cuma masuk angin aja. Nanti juga sembuh"
"Kamu gak akan sembuh kalo gak makan. Kamu makan dulu ya"
"Aku gak mau makan. Selera makanku hilang"
Amanda kembali berlari ke kamar mandi. Lagi-lagi dia memuntahkan isi perutnya. Saat dia berjalan ke arah Daniel, tiba-tiba tubuhnya roboh. Amanda pingsan.
"Amanda.." pekik Daniel yang kaget.
"Amanda,, sayang,, bagun,, kamu kenapa?" Daniel menepuk-nepuk pipi Amanda.
Daniel segera mengangkat tubuh Amanda dan membawanya ke dalam kamar. Daniel membaringkan tubuh Amanda di atas tempat tidur. Daniel pun menelpon Adi untuk mengecek Amanda.
"Apa yang terjadi padanya?" tanya Adi.
"Entahlah. Belakangan ini dia tidak sehat. Dia sering pusing, nafsu makannya menurun, dia juga sering mual dan muntah" jelas Daniel.
"Kenapa kau tidak mengajaknya ke rumah sakit untuk diperiksa?"
"Dia selalu menolak. Dia tidak mau"
"Baiklah aku akan memeriksanya"
10 menit Adi memeriksa Amanda. Setelah diperiksa pun Amanda sadar dari pingsannya.
"Sayang kau sudah bangun.." ujar Daniel.
"Eum.." legung Amanda. "Dokter Adi, kau di sini?" tanya Amanda.
"Ya, aku di sini. Daniel memanggilku untuk memeriksa keadaanmu" jawab Adi.
"Adi, bagaimana kondisi Amanda? Apakah dia mengalami penyakit yang serius?" tanya Daniel.
__ADS_1
"Ya kau benar. Maafkan aku. Amanda mengalami penyakit yang serius. Dan aku tidak bisa mengobati penyakit ini. Bahkan penyakit ini sangat mustahil disembuhkan" jawan Adi.
"Adi! Bicaralah yang jelas. Penyakit apa? Tidak mungkin istriku memiliki penyakit ini. Dia selalu menerapkan pola hidup sehat. Aku juga selalu menjaganya" bantah Daniel.
"Itu sebabnya. Karna kau ada, penyakit ini pun juga ada"
"Apa yang kau katakan? Jadi kau pikir aku penyebab Amanda mempunyai penyakit?"
"Memang itu kenyataannya"
Daniel dan Adi terus berdebat. Amanda sudah sangat pusing dengan perdebatan mereka berdua.
"Cukul hentikan! Kalian berdua tolong diam. Kepalaku tambah pusing" lerai Amanda.
Daniel dan Adi terdiam.
"Dokter Adi, memang aku mengidap penyakit apa?" tannya Amanda.
"Kehamilan" jawab Adi.
"Apa!" Daniel dan Amanda sama-sama terkejut.
"Selamat, kalian berdua sebentar lagi akan menjadi orang tua" lanjut Adi.
"Kau bilang penyakit ini karnaku" ucap Daniel.
"Tentulah karnamu. Kau adalah suami Amanda. Mana mungkin Amanda hamil karna pria lain. Gila kau" balas Adi.
Daniel tersenyum pada Amanda. Mereka sangat tidak menyangka akan mendapat kebahagiaan seperti ini. Daniel memeluk Amanda dengan erat.
"Terima kasih. Terima kasih sayang. Kau sudah memberiku kebahagiaan yang tidak ternilai" ucap Daniel.
Daniel dan Amanda menangis bahagia.
"Untuk lebih lanjut, aku sarankan kalia pergi ke dokter kandungan. Itu akan lebih baik bagi Amanda" Adi memberi saran.
Daniel melepaskan pelukannya dengan Amanda dan menghadap Adi.
"Selamatya" ucap Adi tersenyum.
"Terima kasih banyak" balas Daniel.
Daniel dan Adi berpelukan untuk sesaat. Setelah itu Adi pergi dari rumah Daniel.
Daniel dan Amanda kembali saling menatap. Mereka adalah orang yang paling bahagia di muka bumi ini.
Author come back
__ADS_1
Maaf ya extra partnya lama banget.
Author harap ini bisa menghilangkan rindu kalian pada Amanda dan Daniel😊