
100
Amanda dan Daniel masuk ke ruangan di mana konferensi pers itu berlangsung. Semua orang menatap kedatangan Amanda dan Daniel. Mereka berdua terlihat serasi.
Amanda berdiri di tengah-tengah panggung dan memulai konferensi pers.
"Terima kasih untuk kalian semua yang sudah meluangkan waktu untuk hadir di konferensi pers ini. Di sini saya akan memperkenalkan perhiasan keluaran terbaru perusahaan kami. Perhiasa. ini kami namakan DARAY. Perhiasan ini mengusung tema rasa cinta. Bisa dilihat dari bentuknya" jelas Amanda.
Di depan sudah ada layar monitor yang menampilkan perhiasan DARAY.
Amanda memutar Video iklan di hadapan semua orang. Semua orang pokus menatap layar.
Video itu menunjukkan perhiasan bisa berubah warna. Yang awalnya berwarna putih, menjadi lebih hangat jika terkena cahaya lampu.
"Seperti yang kalian lihat. Perhiasan ini memiliki ciri dan bentu yang unik. Perhiasan ini bisa berubah warna jika terkena cahaya lampu"
Penonton terkejut saat melihat perhiasan berubah warna saat terkena sinar matahari pagi.
"Keunikan lainnya yaitu perhiasan ini bisa berubah warna ketika terkena sinar matahari pagi. Dan warnanya juga berbeda. Warna yang dihasilkan berbeda dengan saat disoroti lampu. Ini adalah hal teristimewa dari perhiasan ini"
Semua orang kagum melihat perhiasan DARAY. Sekilas mereka tampak sangat suka pada perhiasan itu. Amanda bisa melihat dari raut wajah mereka.
"Nona, kami dengar desai perhiasan ini sangat mirip dengan desain perhiasan dari perusahaan lain" ujar salah seorang reporter.
Semua orang mulai berbisik.
"Benar, aku dengar juga seperti itu"
"Aku dengar, dia seorang plagiat"
"Dia itu mencuri desain perusahaan lain hanya untuk membuat perusahaannya berkembang"
"Sepertinya dia tidak tau hukum"
"Seharusnya dia ditangkap dan dihukum karna sudah mencuri desain orang lain"
"Tak kusangka, dia itu seperti orang yang berpendidikkan. Tapi ternyata seperti itu sifat aslinya"
"Dia hanya mementingkan gaya saja. Dia ingin dilihat seperti orang berpendidikkan"
Banyak orang yang berbisik. Dan bisikan mereka bisa didengar oleh Amanda.
"Cih,, sudah kuduga akan seperti ini" gumama Amanda.
"Dengar.." ucap Amanda.
Semua orang diam. Perhatian mereka tertuju pada Amanda.
"Aku tidak melakukan plagiarisme. Rumor yang beredar itu tidak benar" jelas Amanda.
__ADS_1
"Bagaimana kau bisa tau rumor itu tidak benar? Kami tau kebenarannya. Kaulah yang sudah melakukan plagiarisme"
"Hm.." Amanda menghembuskan nafas panjang.
"Aku sendiri yang membuat desain ini. Tidak ada campur tangan orang lain. Dengan tangan inilah aku membuat desain perhiasan ini" ucap Amanda mengangkat tangannya sebatas telinga.
"Kami butuh bukti. Dengab hanya melihat tanganmu saja, itu belum cukup"
"Jika kau mau kami percaya padamu, maka buktikanlah"
"Kami juga mau saksi. Percuma ada bukti tapi tidak ada saksi"
"Aku yakin dia tidak akan bisa memberikan bukti dan membawakan saksi ke sini. Dia itu hanya seorang plagiarisme. Hahah..."
"Hahah..." Semua orang mulai tertawa.
"DIAMMM!" teriak Daniel yang sedari tadi hanya menjadi pendengar. Daniel berusaha menahan amarahnya agar konferensi pers ini tidak kacau dan berjalan dengan lancar.
Seketika tidak terdengar tawa satu orang pun.
Farrel maju ke depan dan berdiri di samping Amanda. Sebenarnya dari awal Farrel sudah hadir dikonferensi pers itu. Hanya saja Farrel duduk di bawah panggung.
"Aku adalah Farrel. Aku sebagai saksi. Aku sudah cukup lama mengenal Amanda. Dan aku melihat bagaimana pembuatan perhiasan itu dengan mata kepalaku sendiri. Jadi kalian tidak bisa mengatakan Amanda tidak memiliki saksi" ucap Farrel.
Farrel mulai ditanyai oleh lara reporter. Namun Farrel bisa menjawabnya dengan sangat baik.
Setelah melakukan sesi tanya jawab bersama Farrel, dia kembali duduk di tempat sebelumnya.
"Tidak. Kami belum puas. Satu saksi saja belum cukup. Setidaknya kami butuh 2" jawab reporter.
"Hm,, baiklah"
Amanda meminta Albert naik ke atas panggung. Albert juga ada di sana. Albert dengan senang hati akan menjadi saksi untuk Amanda dan mendukungnya.
"Saya Albert. Saya rekan bisnis nona Amanda. Nona Amanda sama sekali idak melakukan plagiarisme. Dia membuat desai perhiasan di depan mata saya. Saya menyaksikan secara langsung pembuatan desain itu. Tidak diragukan lagi, rumor yanh beredar adalah hoax. Palsu" jelas Albert.
Albert kembali ke tempat dudukknya.
Amanda menatap semua orang.
"Bagaimana?"
"Oh,, sudah ada 2 saksi. Dan buktinya kalian masih helum lihat kan? Jadi aku akan memperlihatkan buktinya sekarang"
Amanda memutar video dari polisi yang menunjukkan proses syuting iklan di danau.
"Ini adalah proses syuting iklan. Banyak hambatan yang terjadi. Jika benar saya melakukan plagiat, saya tidak akan rela membuang waktu saya untuk melakukan hal semacam ini. Untuk apa saya membuang waktu saya?" jelas Amanda.
Penjelasan Amanda membuat para reporter terdiam memb*su.
__ADS_1
Tak,, tak,, tak,,
Dikeheningan terdengar suara langkah kaki yang sedang berjalan. Tiba-tiba seorang perempuan datang ke tengah-tengah konperensi pers. Semua orang menatap ke arahnya. Termasuk juga Amanda.
Hai,, maaf ya author jarang up🙏🏼
Kemarin-kemarin author down🥺
Jadi author gak semanggat buat nulis☹
Tapi sekarang author udah happy lagi😁
Dan untuk yang minta visual, khusus up ke 100 ini author hasih visualnya. Author pilih visual ini berbulan-bulan lho,, ☺
Jadi semoga kalian suka sama visualnya😊
Daniel Aiden
Usia 27 tahun
Pengusaha muda yang sukses
Bucinnya Amanda
Amanda Batari
Usia 24 tahun
Desainser, sekretaris dan pengusaha
Bucinnya Daniel
Farrel
Usia 27 tahun
Aktris
Hayo,, yang satu lagi kira-kira siapa ya?
Kalian komen ya satu lagi siapa
__ADS_1
Masa kalian gak inget sih?
Author gak akan kasih tau sebelum up selanjutnya