
54
"Tidak tuan, aku tidak mau. Aku ingin beristirahat lebih cepat tuan" tolak Amanda.
"Beristirahat lebih cepat, aku tau kau mau berkencan bersama aktor arogan itu. Sekarang kau mulai lebih mementingkan urusan pribadimu, daripada urusan perusahaan" ujar Daniel.
Amanda menatap Daniel dengan kesal.
"Berkencan? Apa dia pikir ajakan makan malamnya sebagai ajakan berkencan? Yang benar saja. Jika kau bukan bosku, sudah aku cak*r wajahmu" geram Amanda dalam hati.
"Baiklah. Aku akan lembur" setuju Amanda.
Karna Daniel bosanya, Amanda terpaksa menuruti perintahnya.
"Baguslah" balas Daniel. "Sekarang kau telpon aktor arogan itu, dan katakan padanya kau tidak bisa pergi berkencan dengannya" titah Daniel.
"Itu bukan kencan tuan. Dia hanya mengajakku makan malam biasa" jelas Amanda.
"Ya,, terserahlah.." balas Daniel.
Amanda menekan tombol panggilan pada nomor Gavin. Amanda menyalakan speaker handphonenya.
"Hallo Gavin" ucap Amanda.
"Ya, kak? Sepertinya kau sudah tidak sabar untuk nanti malam" ujar Gavin.
Daniel menyipitkan matanya dengan taj*m dan menatap Amanda.
"Em,, tidak" balas Amanda.
"Lalu apa?" tanya Gavin.
"Aku tidak bisa makan malam denganmu" jawab Amanda.
"Apa! Tapi kenapa? Bukankah tadi kau sudah setuju?" tanya Gavin tak terima.
"Maafkan aku. Ada pekerjaan yang harus aku kerjakan dengan cepat. Jadi aku tidak bisa makan malam denganmu" jelas Amanda.
"Pekerjaan? Kenapa kau mendapat pekerjaan tiba-tiba?" tanya Gavin.
"Tidak tiba-tiba, pekerjaan ini memang sedang aku kerjakan" jawab Amanda.
"Ah,, aku tau. Pasti si tukang es itu tidak mengizinkanmu. Dia tidak mau kau berduaan denganku" tebak Gavin.
"Tukang es? Siapa dia?" tanya Amanda merasa aneh.
"Itu bosmu, siapa lagi kalo bukan tuan Daniel" jawab Gavin dengan sebal.
Daniel membulatkan matanya saat mendengar jawaban Gavin.
Amanda menahan tawa saat melihat Daniel tampak kesal.
"Kau tidak boleh seperti itu Gavin. Aku tau kalo tuan Daniel itu dingin, sombong, pemarah, arogan, anggkuh, tidak punya hati, tidak punya perasaan, tidak perduli pada orang lain dan juga dia so tampan. Tapi kau tidak boleh bicara seperti itu. Karna bagaiman pun juga, dia adalah bosku" ucap Amanda mendeskripsikan sosok Daniel.
Daniel tambah membuka matanya setelah me dengar ucapan Amanda.
Amanda berusana menahan agar tidak tertawa karna melihat ekspresi Daniel. Kapan lagi Amanda bisa menjelekkan Daniel di depan secara langsung.
__ADS_1
"Hm,, kau benar juga kak. Baiklah, tidak papa rencana nanti malam gagal. Tapi lain kali tidak akan gagal" ucap Gavin.
Panggilan pun berakhir.
"Sudah tuan. Aku sudah menelpon Gavin" ucap Amanda kembali ke ekspresi normal.
Amanda pergi dari ruangan Daniel tanpa permisi. Amanda kembali ke ruangannya. Daripada Amanda pusing memikirkan Daniel, lebih baik dia menyelesaikan hasil rapat proyeknya. Amanda bekerja keras untuk menyelesaikan laporan itu.
Baru 30 menit Amanda bekerja, dia sudah dipanggil oleh Daniel. Amanda pun kembali lagi ke ruangan Daniel. Amanda masuk ke dalam ruangan Daniel.
"Dari mana saja kau? Aku sudah menunggumu selama 30 menit. Tapi kau tidak datang juga" omel Daniel. "Sekarang, mana laporan yang ku minta" pibta Daniel.
Daniel terlihat sangat tidak sabar.
"Maaf tuan, tapi laporan itu belum selesai" balas Amanda.
"Bagaimana belum selesai?" tanya Daniel marah.
"Dasar bos bod*h. Bagaimana mungkin aku bisa mengerjakan laporan itu hanya setengah jam?" mak* Amanda dalam hati.
"Masih ada yang belum lengkap tuan" jawab Amanda.
"Kau ini bagaimana! Pokoknya, aku ingin hari ini laporannya sudah selesai" ujar Daniel.
"tukang es gil*. Dia pikir aku robot apa? Dia memang tidak punya perasaan. Bisa-bisanya dia menganggap mudah pekerjaanku. Jika aku yang menjadi bosnya, akan ku marahi dia sepuasnya" Amanda memarahi Daniel dalam hati.
"Baik tuan. Saya akan menyelesaikan laporannya dengan segera" balas Amanda.
Amanda keluar dari ruangan Daniel. Amanda kembali menyusun laporan itu.
Pukul 20.00 WIB, Amanda kembali ke ruangan Daniel untuk menjelaskan kesimpulan rapat yang dimintanya.
"Tuan, seperti yang telah kau ketahui, kalau-" ucapan Amanda langsung dipotong oleh Daniel.
"Aku tidak mengetahui apapun" potong Daniel.
Amanda mengatur nafasnya menahan kekesalan pada Daniel.
"Seperti yang telah kau ketahui, ke-" lagi-lagi Daniel memotong ucapannya.
"Aku bilang aku tidak mengetahui apapun" potong Daniel untuk kedua kalinya.
"Tuan, bisakah kau tidak memotong pembicaraanku?" tanya Amanda yang mulai emosi.
Daniel diam.
"Seperti yang telah kau ketahui, tadi siang aku sudah rapat dengan tuan Albert" ucap Amanda menekan kata-katanya. "Tuan Albert senang dengan hasil proyek kita. Dia minta, agar proyek terbaru kita segera diluncurkan ke pasaran" jelas Amanda.
Daniel terus mempersulit Amanda. Tapi Amanda tetap menjelaskan dengan kesabaran yang besar.
Di tengah penjelasan, Daniel tiba-tiba bertanya hal lain pada Amanda.
"Apa kau sudah makan?" tanya Daniel.
Amanda diam tidak menjawab. Amanda berpikir, apakah dia sudah makan atau tidak? Amanda sendiri lupa akan hal itu.
"Belum tuan" jawab Amanda.
__ADS_1
"Kenapa belum? Kau sampai melupakan makanmu. Bagaimana jika kau sakit?" tanya Daniel.
"Aku sibuk sepanjang sore. Aku tidak punya waktu untuk makan" jawab Amanda.
"Ck, kau ini" ucap Daniel.
Amanda hanya memutar bola matanya malas.
"Ayo kita makan malam" ajak Daniel.
"Bagaimana dengan laporannya?" tanya Amanda.
"Laporan bisa menunggu besok" jawab Daniel.
"Lalu kenapa kau menyuruhku untuk menyelesaikannya hari ini juga?" geram Amanda dalam hati.
Belum mendapat persetujuan dari Amanda, Daniel sudah menarik tangan Amanda.
Amanda hanya bisa pasrah pada apa yang dilakukan Daniel. Karna sejujurnya dia juga sudah lapar.
Daniel membawa Amanda kesebuah restoran kalangan orang kaya. Manager restoran itu menyambut mereka dengan semangat 45. Tapi manager itu juga sedikit kaget saat melihat Daniel membawa seorang perempuan. Karna dulu Daniel tidak pernah membawa perempuan.
Daniel dan Amanda masuk ke dalam lift untuk menuju ruangan yang sudah dipesan. Saat pintu lift terbuka, Amanda dan Daniel keluar dari lift itu. Saat Amanda keluar, dia melihat Farrel.
Farrel adalah seorang selebriti terkenal yang sudah mendunia. Dia juga orang yang pernah melamar Amanda.
Amanda cukup terjut dengan kehadiran Farrel. Namun dia segera menstabilkan wajahnya kembali menjadi tenang.
Daniel dan Farrel dulunya adalah tetangga. Bahkan.mereka bisa dikatakan sebagai sahabat. Mereka pun saling menyapa.
"Hai, lama tidak bertemu" sapa Farrel.
"Ya, kau sangat sibuk hingga kau tidak bisa menemuiku" balas Daniel.
"Hahah,, kau yang terlalu sibuk" balas Farrel.
Daniel dan Farrel sama-sama tertawa.
"Ah iya, perkenalkan. Ini Amanda, dia tunanganku" Daniel memperkenalkan Amanda.
Amanda tersenyum dengan formal dan berjabatan dengan Farrel.
"Amanda" ucap Amanda.
"Farrel" balas Farrel.
Amanda pura-pura tidak mengenal Farrel.
Maaf ya, kemarin tidak up🙏🏼
Hari ini author bakalan up 2. Up ke-2 sekitar sore ya.🙂 Kalo bisa, author akan up sampai 3 bab😃
Tapi author gak janji bakalan 3 bab ya🙃
Terima kasih sudah mampir😊
Jangan lupa tinggalkan jejak😁
__ADS_1
Terus dukung Amanda sama Daniel ya😉
Salam hangat dari author😆