
76
Sonia memapah Daniel.
Daniel menyadari wanita yang didepannya terasa asing baginya. Dia bukan seperti tari. Tapi Daniel berhasil tertipu oleh Sonia.
Sonia membantu Daniel masuk ke dalam mobil. Sonia melajukan mobilnya menjauhi daerah gunung. Sonia membawa Daniel ke rumahnya. Yang dimaksud kerumahnya adalah ke rumah Sonia, bukan ke rumah Daniel.
Diperjalanan Daniel tidak bisa diam. Dia terus meneriaki nama Tari.
"Tari,, Tari,, Tari.." ucap Daniel dengan lembut. Daniel ingin menarik perhatian Tari, yang sebenarnya adalah Sonia.
Daniel berusaha memegang tangan Sonia agar Sonia lebih memperhatikannya.
"Daniel, diam lah. Aku sedang menyetir. Bagaimana jika kita kecelakaan?" ucap Sonia.
"Eum,, aku tidak mau kecelakaan.." balas Daniel.
Daniel mendiamkan tangannya dan bersandar di jok mobil.
"Aku akan diam. Aku tidak mau berpisah lagi denganmu" lanjut Daniel.
"Bagus, kalo begitu diam" balas Sonia.
Sonia tersenyum senang melihat Daniel yang bisa diatur olehnya.
"Tapi,, ke mana saja kau selama ini? Kenapa kau baru muncul sekarang?" tanya Daniel penasaran.
"Eum,, aku berada disuatu tempat yang sangat jauh" jawab Sonia agak gugup.
"Di mana tempat itu? Kenapa kau tidak memberitahuku? Jika kau memberitahu lokasimu padaku, aku akan menjemputmu" tanya Daniel.
"Tempatnya sangat jauh. Kau tidak akan bisa menemukanku" balas Sonia.
"Seberapa pun jauhnya tempat itu, akan ku datangi jika kau yang memanggilku" ucap Daniel.
__ADS_1
Sonia terkejut dengan apa yang Daniel katakan.
"Apakah ini rasanya dicintai oleh Daniel? Dia akan rela menempuh jarak yang begitu jauh hanya untuk bisa bersama dengan orang yang dia cintai?" pikir Sonia. "Aku akan menjadi orang itu Daniel. Kau akan selalu mengingatku. Bukan yang lain" lanjut Sonia.
"Apa kah,, kesulitan bernafas di sana?" tanya Daniel.
"Apa! Apa yang kau katakan?" Sonia bingung dengan apa yang Daniel tanyakan.
"Sepertinya tempat kau berada tidak terdapat banyak oksigen. Kulitmu keriput karma kekurangan oksigen" jawab Daniel.
Daniel mengatakan hal yang aneh-aneh pada Sonia. Mungkin ini karna dia sedang m*b*k.
Sonia menepikan mobilnya di pinggir jalan. Sonia bercermin pada spion yang ada di dalam mobil.
"Keriput?" gumam Sonia. "Aku tidak keriput. Dia mengatakan hal konyol. Aku masih cantik, kulitku tidak ada yang keriput" Sonia kesal pada ucapan Daniel.
"Benarkan apa yang aku katakan?" tanya Daniel.
"Sudah diam. Kita lanjutkan perjalannya" balas Sonia.
Sonia memilih diam mendengar ucapan Daniel.
Setelah sampai di rumah Sonia, Daniel dibantu Sonia untuk turun dari mobil dan masuk ke dalam rumah. Sonia membawa Daniel ke kamarnya.
...***...
Di sisi lain.
Setelah ke luar dari studio, Amanda dan Daniel pergi makan bersama. Saat hendak pulang, Amanda bilang ada sedikit pekerjaan di perusahaan. Amanda diantar Daniel kembali ke perusahaan.
Daniel hendak menunggu Amanda, tapi Amanda menolaknya. Amanda bilang akan pulang sebelum pukul 11.00 malam. Daniel pun pulang ke rumah duluan.
Pukul 22.15, Amanda sudah menyelesaikan pekerjaan. Dia pulang ke rumah Daniel. Saat Amanda masuk ke dalam, dia tidak melihat Daniel. Padahal Daniel bilang dia akan menunggunya pulang.
"Dia bilang akan menungguku, tapi mana? Dia tidak ada" ucap Amanda.
__ADS_1
Amanda melihat jam ditangannya.
"Apa aku teralu lama? Aku rasa tidak terlalu. Mungkin dia sudah tidur" gumam Amanda.
Amanda beranggapan mungkin Daniel sudah tidur. Akhirnya Amanda pergi ke kamarnya untuk membersihkan diri dan berganti baju. 10 menit kemudian, Amanda ke luar kamar untuk mengambil minum.
Saat sedang mengambil minum, dia penasaran apakah benar Daniel sudah tidur. Tapi Amanda tidak melihat mobil Daniel di garasi. Agar rasa penasarannya hilang, Amanda memutuskan untuk mengecek ke kamar Daniel.
"Tuan Daniel.." ucap Amanda pelan. "Tuan Daniel.." ucap Amanda lagi. "Dia tidak ada di kamar. Apa mungkin dia belum pulang?" pikir Amanda.
Saat Amanda masuk ke dalam kamar Daniel, dia tidak melihat Daniel. Dia ke luar dan melihat garasi. Benar saja, Daniel belum pulang. Amanda menyangka mungkin Daniel ada urusan penting. Jadi dia belum pulang.
"Ah,, rupanya dia belum pulang. Ke mana dia sebenarnya? Sudah larut malam begini masih belun pulang" gumam Amanda.
Amanda memutuskan untuk menunggu Daniek pulang di ruang tengah sambil mengerjakan pekerjaan untuk besok.
Amanda menelpon seseorang untuk menanyakan kemajuan proyek dan hasil syuting hari ini. Amanda mendiskusikan berbagai hal. Dia juga mencatat beberapa hal yang harus dilakukan untuk syuting besok.
Pukul 1 dini hari, Amanda baru selesai berdiskusi. Tapi dia belum melihat Daniel pulang. Amanda menjadi khawatir akan hal itu. Dia takut terjadi sesuatu pada Daniel. Amanda memutuskan untuk memnelpon Daniel.
...***...
Sonia membaringkan tubuh Daniel. Dia juga membantu melepas jaket milik Daniel. Sonia ikut naik ke atas tempat tidur. Dia mulai memeluk dan menc**m Daniel. Sonia naik ke atas tubuh Daniel. Sungguh, sonia tersihir oleh pesona Daniel. Sonia terus menc**mi Daniel sesuka hatinya.
Sonia sudah bersiap untuk melanjutkan kelangkah berikutnya. Sonia mulai membuka kancing kemeja milik Daniel. Daniel merasa terganggu dengan apa yang dilakukan Sonia. Dia merasa aneh melihat Tari yang sebenarnya adalah Sonia bersikap seperti itu padanya.
Daniel melihat Sonia dengan tatahan heran. Kemudian Daniel mend*rong Sonia pergi dan menjauh darinya. Daniel berusaha bangun tapi dia terjatuh lagi ke tempat tidur karna dia sudah terlalu m*b*k.
Sonia terhuyung ke belakang. Dia terkejut dengan sikap Daniel.
Tiba-tiba suara ponsel berdering menandakan panggilan masuk. Sonia mencari ponsel yang berdering. Rupanya ponsel itu milik Daniel. Sonia mengambil ponsel Danel dan melihat siapa yang menelpon. Rupanya Amanda yang menelpon Daniel. Sonia dengan senang hati menjawab panggioan Amanda pada ponsel Daniel.
Gimana bab ini menurut kalian,, seru gak? ☺
Up ketiga nanti malem ya😊
__ADS_1