
55
Amanda dan Daniel memasuki ruang VIP. Begitu mereka duduk, Amanda langsung bertanya pada Daniel.
"Em,, tuan, apa aku boleh bertanya?" tanya Amanda.
"Tanyakan saja" jawab Daniel.
"Apa kau dan tuan Farrel saling kenal?" tanya Amanda.
"Ya. Dulu kami tetangga. Kami pun bersahabat sampai sekarang" jawab Daniel.
"Kalian dulu bertetangga?" tanya Amanda.
"Ya. Tapi dia pindah entah kemana. Setelah 2 tahun, ini pertama kalinya kami bertemu lagi" jawab Amanda.
"Ooh.." balas Amanda menganggukkan kepalanya.
Amanda sengaja bertanya pada Daniel untuk memastikan identitasnya tersembunyi. Karna Farrel tau identitas Amanda yang sebenarnya.
Tapi dengan pertanyaan Amanda membuat Daniel curiga.
"Kenapa kau tiba-tiba bertanya tentang Farrel?" tanya Daniel penuh selidik.
"Em, tidak papa. Aku hanya tau Farrel itu selebriti terkenal. Aku heran kenapa dia bisa kenal dengan orang sepetimu" jawab Amanda.
"Orang sepertiku? Apa maksudmu?" tanya Daniel memincingkan matanya.
"Maksud ku, tidak ada orang seprtimu yang begitu baik dan dermawan tuan" jawab Amanda.
"Akhirnya kau menyadarinya juga" ujar Daniel.
Amanda menggunakan berbagai alasan agar Daniel tidak curiga padanya.
__ADS_1
Amanda dan Daniel mulai melihat-lihat menu yang tersedia. Amanda tidak brlerniat untuk memesan makanan. Pikirannya terus pada Farrel.
"Kau mau pesan apa?" tanya Daniel.
"Kau saja yang pesan tuan. Aku akan memakan apapun yang kau pesan" jawab Amanda.
"Baiklah.." gumam Daniel.
Daniel memesan banyak makanan yang disukai oleh Amanda. Makanan yang Daniel pesan, semua makanan pedas. Meskipun Daniel tidak suka makan pedas, tapi demi Amanda dia rela memesan makanan pedas, karna Amanda suka makanan pedas.
"Bagaimana ini? Kenapa Farrel ada di sini? Bagaimana dia mengatakan siapa aku sebenarnya?" pikir Amanda.
Amanda sangat menghawatirkan soal Farrel. Alasannya, karna Amanda tidak mau kalo Farrel mengatakan siapa bos sebenarnya yang berada di belakang perusahaan Farrel. Amanda lah bos yang ada di belakang perusahaan Farrel.
Amanda bangkit daru duduknya.
"Tuan, aku mau ke toilet dulu" izin Amanda.
"Mau ku antar?" tawar Daniel.
Amanda lergi ke toilet karna perutnya sedikit terasa sakit.
Saat Amanda sampai di toilet, dia melihat Farrel ada di sana. Farrel juga melihat Amanda. Farrel segera mendekat ke arah Amanda.
"Kenapa kau menghindariku?" tanya Farrel. "Aku mengirim banyak email padamu, tapi satu email pun tidak kau balas. Kenapa kau melakukan itu? Aku sangat khawatir padamu" lanjut Farrel.
"Aku tidak menghindarimu" jawab Amanda. "Aku mengganti emailku. Emailku yang dulu sudah terlalu penuh. Jadi aku tidak tau kalo kau mengirim email" Amanda mencari alasan.
"Kenapa kau tidak mengabariku? Bukankah kau bisa mengabariku dulu? Apa kau masih belum menyadari perasaanku padamu?" tanya Farrel.
"Ah,, Farrel. Sudahku bilang, aku menganggapmu sebagai teman baikku. Hanya itu" balas Amanda.
Amanda hanya menganggap Farrel sebagai teman baik saja, tidak lebih dari itu. Amanda dan Farrel tidak mungkin bisa menjadi sepasang kekasih.
__ADS_1
Farrel memandang Amanda. Saat dia memandang Amanda, dia teringat pada 2 tahun lalu. Di mana Amanda langsung berinvestasi saat keluarga Farrel mengalaki krisis ekonomi. Saat itu, Amanda tidak memikirkan soal kerugian dan keuntungan yang akan didapat. Amanda dengan suka rela membantu keluarga Farrel.
Setelah mendapat dukungan dari Amanda, perusahaan Farrel berkembang. Dan Amanda menjadi bos di balik perusahaan Farrel.
"Jelaskan padaku, kenapa kau dan Daniel bisa bertunangan?" tanya Farrel menuntut penjelasan dari Amanda.
"Aku dan tuan Daniel dijodohkan" jawab Amanda.
"Dijodohkan? Apa kau menerima perjodohan ini?" tanya Farrel.
"A--" belum sempat Amanda menjawab, Farrel sudah memotong ucapannya.
"Kenapa kau menerima perjodohan ini? Kau kan tau, sudah lama aku mencintaimu. Aku ingin menikah denganmu. Kenapa kau tidak menerima cintaku? Kau malah menerima cinta orang asing seperti Daniel. Apa hebatnya Daniel? Cintaku lebih besar dari cinta yang Daniel berikan padamu" ucap Farrel memutarakan cintanya.
"Huh.." Amanda menghembuskan nafas lelah. "Sudah kubilang, aku hanya menganggapmu sebagai teman saja. Tidak lebih. Aku tidak akan pernah jatuh cinta padamu. Dan kita tidak akan bisa saling mencintai" jawab Amanda menolak Farrel secara langsung.
Farrel terlihat tidak senang saat mendengar penolakan dari Amanda.
"Kau tau, tuan Daniel itu tidak seburuk yang kau kira. Meskipun aku baru mengenalnya, tapi aku tau kalo dia itu bukanlah orang jahat" lanjut Amanda.
Setelah menunggu lama, Daniel keluar untuk menyusul Amanda, karna Amanda tak kunjung kembali. Saat Daniel berjalan ke toilet, dia melihat Amanda dan Farrel sangat dekat.
Hm.. kira-kira gimana ya reaksi Daniel?🤔
Untuk yang minta visualnya, harap sabar ya
Author lagi nyari sosok yang pas
Author takut kalo sosoknya gak sesuai sama karakter Amanda dan juga Daniel
Terima kasih sudah mampir😊
Jangan lupa tinggalkan jejak😁
__ADS_1
Terus dukung Amanda sama Daniel ya😉
Salam hangat dari author😆