CINTA DALAM 3 BULAN

CINTA DALAM 3 BULAN
Tragedi Memalukan


__ADS_3

24


Amanda tidak tau kalau di belakangnya ada Daniel. Setelah selesai, Amanda berdiri dan membalikkan tubuhnya. Alhasil Amanda dan Daniel bertabrakan.


Amanda mundur ke belakang beberapa langkah. Amanda melihat Daniel dari atas sampai bawah.


Karan baru mandi, Daniel hanya menggenakan jubah mandinya. Pesona Daniel bebenar kuat jika telah mandi. Apalagi dengan menggunakan jubah mandi yang tingginya di atas lutut, bagian dada bidang Daniel tidak tertutupi. Sehingga membuat Amanda bisa melihat dada bidangnya. Ditambah dengan rabutnya yang basah, membuat Daniel terlihat sangat menggoda.


Amanda terpana oleh pesona Daniel. Dia terus memandang Daniel.


"Apakah sudah puas memandangku?" Daniel menggoda Amanda.


"Ekhem.." Amanda berdehem kecil kemudian dia membuang wajahnya.


"Apakah pesonaku begitu kuat? Hingga kau tak berkedip menatapku" tanya Daniel menjadi-jadi.


"Aku tidak menatapmu" sangkal Amanda.


"Benarkah?" Daniel mendekatkan tubuh serta wajahnya pada Amanda.


Perlahan Amanda mundur ke belakang karna Daniel maju ke depan. Wajah Daniel semakin dekat dengan wajah Amanda.


Amanda ingat, Daniel juga pernah mepakukan ini padanya. Amanda tidak mau lagi mempermalukan dirinya sendiri di depan Daniel. Jadi Amanda segera mengambil handuk dan pakaiannya yang sudah disiapkannya di atas tempat tidur.


Sebelum Daniel semakin dekat oada Amanda, dia terlebih dahulu pergi dari hadapan Daniel. Amanda masuk ke dalam kamar mandi.


Amanda menutup pintu dan menguncinya. Dalam kamar mandi, Amanda terus memikirkan Daniel. Perbuatan Daniel membuatnya salah sangka.


"Ih,, kenapa aku memikirkannya? Ayolah,, jangan memikirkannya lagi" gumam Amanda.


Saat sedang memikirkan Daniel tiba-tiba ada seseorang yang mengetuk pintu kamar mandi.


"Satu-satunya orang yang ada di kamar ini selalin aku, yaitu tuan Daniel. Untuk apa dia mengetuk pintu? Apa yang akan dia lakukannya?" pikir Amanda dalam hati.

__ADS_1


Benar saja, orang yang mengetuk pintu kamar mandi adalah Daniel. Daniel berdiri di depan pintu kamar mandi. Ada sesuatu yang ingin dia sampaikan pada Amanda.


"Amanda, barangmu ada yang jatuh" ucap Daniel.


"Apa?" tanya Amanda.


"Aku yakin, dia hanya berpura-pura. Dia sengaja mengatakan itu agar aku ke luar dari kamar mandi. Dengan begitu, dia bisa melihatku dengan keadaan tel*nj*ng. Mungkin dia adalah seorang voyeur (orang yang mendapatkan kesenangan dengan menonton orang lain telanjang)" pikir Amanda.


"Coba kau periksa apa yang telah kau kau jatuhkan" ucap Daniel.


Amanda memeriksa pakaiannya sesuai dengan yang dikatakan oleh Daniel. Amanda menyadari kalau salah satu pakaiannya memang tidak ada. Dan mungkin, telah ditemukan oleh Daniel. Pakaian Amanda yang jatuh adalah pakaian dalammya.


Daniel membawakan pakaian dalam Amanda.


"Ini" ucap Daniel di balik pintu.


Amanda membuka pintu kamar mandi sedikit. Daniel memberikan pakaian dalam Amanda sambil tertawa terbahak-bahak.


Amanda itu pemalu dalam hal seperti ini. Kini wajahnya sudah merah padam kana merasa malu. Setelah menerima pakaian dalamnya, Amanda menutup pintu kamar mandi. Sebelum pintu tertutup rapat, Daniel dapat melihat sudut bibir Amanda naik ke atas. Yang itu menandakan Amanda tersenyum. Daniel sangat terpana oleh senyuman diwajah Amanda.


Amanda mengunci pintu kamar mandi.


"Ah,, malunya aku.." ucap Amanda menutupi wajahnya.


"Kenapa pakaianku harus jatuh,, kenapa juga harus dia yang menemukannya.." rengek Amanda. "Ah,, aku malu sekali.." geram Amanda.


Amanda tidak mau larut terus dalam rasa malunya. Amanda segera mandi. Selesai mandi, Amanda ke luar.


Amanda melihat Daniel yang sedang duduk di sofa sambil memainkan ponselnya. Amanda melewati Daniel dan naik ke atas tempat tidurnya.


"Aku akan tidur. Sebaiknya tuan juga tidur. Besok tuan harus pergi ke kantor" ucap Amanda.


Daniel menyimpan ponselnya dan beralih menatap Amanda.

__ADS_1


"Apa maksudmu,, kau mengundangku untuk tidur bersama?" goda Danil.


Daniel menyalah artikan ucapan Amanda. Dan untuk yang ke-2 kalinya, Daniel menggoda Amanda. Tapi sebenarnya Daniel tau apa maksud Amanda. Hanya saja,, Daniel sengaja ingin menggoda Amanda. Daniel senang saat melihat wajah Amanda yang sedang malu.


"Apa yang kau katakan? Aku tidak bermaksud mengatakan itu. Kau narsis sekali tuan, sampai kau mengartikan ucapanku sebagai ajakan" elak Amanda.


"Aku tidak narsis, kau memang mengatakan seperti itu" ucap Daniel. "Dengar, lagi pula aku tidak tertarik pada bodymu yang rata seperti setrika itu" ejek Daniel.


Amanda marah mendengar ucapan Daniel. Amanda berdiri sambil berkacak pinggang dengan wajah marah yang terlihat sangat menggemaskan. Amanda mengembungkan pipinya.


"Kau bilang aku rata seperti setrika?" tanya Amanda sambil membusungkan dadanya.


Daniel tidak menjawab.


"Sekarang, pergi kau dari kamarku" usir Amanda dengan marah.


Tanpa perlawanan Daniel pergi dari kamar Amanda. Daniel sudah tidak tahan melihat wajah Amanda yang menggemaskan. Jika dia terus berlama-lama di dalam sana, bisa-bisa dia menerkam Amanda karna saking gemasnya.


Daniel ke luar dan pergi ke dalam kamarnya dengan sosok Amanda yang masih ada di benaknya.


Setelah Daniel ke luar, Amanda melemparkan bantal ke arah pintu sebagai luapan kekesalannya. Amanda merutuki Daniel dengan kesal. Setelah puas, Amanda memilih untuk tidur.


Keesokan harinya, Amanda bangun dan mendapati kamarnya terasa kosong dan sepi. Amanda mendudukkan tubuhnya dan berpikir.


"Apa mungkin aku salah paham pada tuan Daniel? Apa aku salah jika aku merasa tuan Daniel memiliki fantasi tentangku? Apakah tuan Daniel mengharapkan perjodohan ini berhasil? Apakah dia tidak menginginkan perjodohan ini dibatalkan?" pikir Amanda.


Setelah cukup lama berpikir, Amanda segera mandi dan bersiap untuk pergi ke perusahaan.


Sesampainya di perusahaan, Amanda langsung dipanggil oleh Mayang.


"Amanda.." panggil Mayang dengan berteriak.


"Haduh,, baru juga datang udah dipanggil. Apakah dia tidak bosan terus memanggilku?" gumam Amanda.

__ADS_1


__ADS_2