
71
Pada saat ini, Daniel datang ke dalam studio. Dia berjalan masuk ke dalam kerumunan Amanda dan yang lainnya. Semua orang masih belum menyadari kedatangan Daniel. Hanya Gabby lah yang pertama menyadari kedatangan Daniel.
"Pas sekali tuan Daniel datang. Aku bisa memanfaatkan dia" ucap Gabby dalam hati.
"Bukan aku yang melakukannya. Amanda lah yang sengaja melakukannya. Dia yang menggunting kancing gaun itu dan menuduhku. Dia sengaja melakukannya untuk menunda proses syuting. Dia tidak ingin aku yang menjadi Brand ambasador perhiasan ini. Itu sebabnya dia melakukan semua ini" tuduh Gabby dengan berteriak.
Semua orang menatap Gabby.
"Kenapa dia tiba-tiba berteriak? Dia bisa kan berbicara dengan biasa saja" pikir Amanda.
Amanda melihat ke arah pintu masuk studio. Dia melihat Daniel yang berjalan masuk.
"Ooh,, pantas saja. Rupanya sang alva datang ke sini. Dia mencoba menjatuhkanku dihadapan tuan Daniel" gumam Amanda. "Lihat saja, aku akan membalikkan keadaan" lanjut Amanda.
"Ada apa ini?" tanya Daniel.
Semua orang kaget akan kedatangan Daniel. Mereka menundukkan kepala mereka karna takut dimarahi oleh Daniel. Ya,, meski pun mereka tau mereka tidak bersalah.
"Tuan Daniel.." rengek Gabby.
Gabby mendekat pada Daniel.
"Lihat.." Gabby menunjuk gaun yang sedang dipegang Amanda.
"Kenapa? Apa yang terjadi?" tanya Daniel bingung.
"Kancing gaun itu hilang. Dan Amanda menuduh aku lah yang sudah menghilangkannya. Dia telah berlaku tidak adil padaku. Dia sengaja memperlambat proses syuting" adu Gabby.
Daniel melihat gaun yang sedang dipegang oleh Amanda.
__ADS_1
"Bagaimana kancingnya bisa lepas? Aku rasa Amanda tidak mungkin melakukan kesalahan sebesar ini. Dia tidak akan sengaja menunda syuting ini. Pasti Gabby lah yang berbohong" pikir Daniel.
Gabby terus berakting sedih di hadapan Daniel dan juga semua orang. Dia ingin semua orang mempercayainya, bukan Amanda.
"Betapa menyedihkannya nasibku. Sudah bertahun-tahun aku bekerja di dunia hiburan, baru kali ini aku mendapat perlakuan seperti ini. Aku sangat sedih sekali" ujar Gabby.
Semua orang menatap Gabby yang sedang berdialog.
"Coba kalian pikir, untuk apa aku melakukan semua ini? Aku tidak mungkin melakukan hal yang merugikan untukku. Sangat mustahil kalo aku yang sengaja memotong kancing itu dan memperlambat proses syuting. Hal ini tak menguntungkan sama sekali untukkku. Yang ada aku mendapat kerugian saja" ujar Gabby pada semua orang.
Amanda sudah tidak tahan pada sikap Gabby. Dia terus mengelak apa yang dia lakukan.
"Cukup Gabby. Hentikan sandiwara ini. Tidak ada benang pada kain ini. Sudah jelas kancing ini dipotong dengan sengaja. Ada seseorang yang sengaja memotong kancing gaun ini" ujar Amanda.
"Tapi itu tidak membuktikan aku pelakunya" bantah Gabby dengan tegas
"Tapi hanya kau dan managermu yang menyentuh gaun ini" balas Amamda tak kalah tegas. "Harus pada siapa lagi aku curiga? Pada Farrel? Tuan Albert? Pada siapa lagi?" lanjut Amanda.
"Saat aku membawa gaun itu, kancingnya masih utuh. Kemudian aku menyerahkan gaun itu pada kalian. Lalu kau ingin mengganti pakaianmu dengan gaun itu. Tak lama kau ke luar dan berkata kancing gaun itu hilang. Siapa yang sudah menghilangkannya? Yang mendapat kesempatan menghilangkan kancing itu hanya kau" jelas Amanda.
"Bukan aku yang melakukannya. Kau terus saja menuduhku" sangkal Gabby.
"Aku tidak menuduhmu. Memang kau yang sudah menghilangkan kancing itu"
"Sudahku bilang bukan aku. Kau tidak punya bukti. Jadi kau tidak bisa menyalahkanku"
Semua orang hanya menjadi penontong pert*ngkaran antara Amanda dan Gabby.
"Bukti? Kau mau bukti? Akan ku berikan" ucap Amanda.
"Kalo begitu tunjukkan padaku dan semua orang bahwa akulah yang telah memotong kancing gaun itu" tantang Gabby.
__ADS_1
"Baiklah. Tapi jangan menyesali apa yang kau katakan" Amanda menerima tantangan Gabby.
Amanda mengambil tas miliknya, kemudian dia mengambil sebuah surat. Rupanya surat itu adalah sertifikat kepemilikan gaun.
"Lihat ini" ujar Amanda.
"Apa itu Amanda?" tanya Farrel.
"Ini adalah sertifikat gaun itu" jawab Amanda.
"Apa gunanya sebuah sertifikat. Toh gaun ini KW, pasti sertifikatnya juga ikut KW" ujar Gabby.
"Sertifikat ini asli. Dalam sertifikat ini, tertulis kancing gaun itu sudah dilapisi dengan bahan khusus yang bisa membuat warna kancing itu berubah dengan mengganti warna lampu. Bahkan tangan yang sudah memegang kancing pun juga akan memancarkan warna yang sama. Hal ini ditujukan untuk membuat gaun itu lebih indah pada lampu tertentu" jelas Amanda.
Wajah Gabby menjadi gugup. Dia mengepalkan tangannya dengan erat. Namun dia menutupi kagugupannya dengan mengh*na Amanda.
"Alah,, itu sertifikat palsu. Kalian jangan mudah percaya. Jaman sekarang barang KW pun bisa mendapat sertifikat" ejek Gabby.
Amanda menatap Gabby. Dia tersenyum miring.
"Penata cahaya, sorot tangan Gabby" titah Amanda.
Gabby membulatkan matanya mendengar ucaoan Amanda.
Terima kasih sudah mampir😊
Jangan lupa tinggalkan jejak😆
Terus dukung Amanda sama Daniel ya😉
Salam hangat dari author😁
__ADS_1