CINTA DALAM 3 BULAN

CINTA DALAM 3 BULAN
Amanda, Kau Di Mana


__ADS_3

13


Diva, Oliv dan Daniel sedang duduk di ruang tv. Mereka sedang menonton tv bersama. Sebenarnya Diva dan Oliv lah yang menonton tv. Sedangkan Daniel pokus pada handphonenya.


Oliv melihat jam dinding yang berukuran besar di rumahnya. Jam itu menunjukan pukul 11.25, namun Amanda masih belum pulang juga.


"Tan, kenapa Amanda belum pulang juga ya?" tanya Oliv yang sengaja mengeraskan suaranya agar terdengar oleh Daniel.


"Tante juga gak tau. Mungkin dia punya pekerjaan sampingan" jawab Diva.


"Benar juga ya tan. Tapi apa pekerjaan sampingan Amanda di malam hari?" tanya Oliv menjadi-jadi.


"Mungkin dia melayani kliennya" jawab Diva.


"Benar juga ya tan. Aku penasaran apa pekerjaan sampingan Amanda sampai sudah semalam ini belum pulang" balas Oliv.


Daniel tau kalau ibu dan adik sepupunya hanya mengatakan bualan semata. Daniel tidak memperdulikan itu. Tapi dia juga merasa heran kenapa Amanda masih belum pulang. Padahal ini sudah lebih dari jam kantor. Bahkan karyawan biasa lembur pun tidak akan semalam ini.


"Sayang,, apa kamu benar tidak mau memutuskan pertunanganmu dengan gadis kampung itu?" tanya Diva.


"Tidak bu. Aku sudah berjanji pada kakek" tolak Daniel.


"Tapi kenapa? Liat, sudah jam berapa ini? Kenapa dia belum pulang juga? Dia itu wanita tidak baik. Mana ada wanita baik akan pulang selarut ini" bujuk Diva. "Kamu pikir-pikir lagi ya. Di luar sana masih banyak wanita yang lebih baik, lebih cantik dan lebih pantas untuk kamu. Kenapa kamu mau bertunangan dengannya?" Diva terus membujuk Daniel.


"Hm.." Daniel menghembuskan nafas pelan kemudian dia menaruh handphonenya. "Kenapa tidak ibu saja yang berbicara pada kakek secara langsung?" tanya Daniel.


"Kenapa harus ibu? Kamu saja. Kamu kan tau, kakek kamu itu tidak suka pada ibu. Dari dulu ibu sudah mengusulkan wanita pilihan ibu untuk kamu. Tapi dia tidak menyetujuinya. Dia malam memilih gadis kampung seperti Amanda untuk menjadi istrimu" jawab Diva. "Kakekmu itu keras kepala seperti ayahmu. Dia selalu memutuskan sesuatu dengan kehendaknya sendiri tanpa memperdulikan orang lain" keluh Diva.


"Bu,, sebelum perjodohan ini ditetapkan, aku sudah berbicara terlebih dahulu pada kakek. Tapi kakek tidak menerima penolakanku. Sekarang, kita hanya bisa menunggu sampai waktu 3 bulan. Setelah 3 bulan, perjodohan ini akan dibatalkan" jelas Daniel.


"Tapi itu terlalu lama Daniel" protes Diva.


"Coba deh, ibu bicara pada kakek dengan baik-baik. Kakek pasti akan mendengarkan ibu" usul Daniel.


"..." Diva diam tak menjawab. Dia tidak bisa jika harus berbicara dengan kakeknya Daniel baik-baik.


"Ibu juga tidak bisakan melakukan itu? Sudahlah.." ucap Daniel.

__ADS_1


Daniel naik ke lantai 2 di mana kamarnya berada. Daniel melihat ada sms masuk pada handphonenya. Sms itu berisikan minta tololong.


"Nomor tidak dikenal mengirimku sms? Ah,, paling sms nyasar" ucap Daniel.


Daniel tidak menghiraukan sms itu.


Daniel berbaring di atas kasur sambil memejamkan matanya. Daniel berpikir kenapa Amanda belum pulang sampai sekarang.


"Kenapa Amanda belum pulang? Ini sudah tengah malam. Pergi ke mana dia? Seharusnya, jika dia tidak akan pulang, dia memberitahuku. Dia kan tinggal di rumahku. Bagaimana jika terjadi sesuatu padanya? Aku yang akan dimarahi oleh kakeknya dan kakekku" pikir Daniel.


Beberapa detik kemudian, Daniel sadar kalau sms itu dari Amanda.


"Si*l. Ini kan dari nomor Amanda. Kenapa aku tidak menyadari itu" gerutu Daniel sambil melihat ponselnya.


Daniel lupa tidak menyimpan nomor Amanda, oleh sebab itu Daniel tidak mengetahui siapa yang mengirimkan sms.


Daniel pergi ke perusahaan secepat kilat.


Saat sampai di perusahaan, Daniel tidak melihat ada lampu yang menyala. Ternyata, di perusahaan mati lampu karena ada kabel listrik yang bermasalah.


"Eh, tuan Daniel. Ada apa tengah malam ke sini? Apakah ada pekerjaan penting?" tanya security itu yang agak kaget.


"Apakah Amanda masih di dalam?" bukannya menjawab, Daniel malah bertanya hal berbeda.


"Em,, setau saya nona Amanda belum ke luar tuan" jawab security itu.


"Apa kamu yakin?" tanya Daniel memastikan.


"Iya tuan. Soalnya saya tidak ke mana-mana. Dari tadi saya terus berjaga di sini" jawab security itu dengan yakin.


"Lalu kenapa tidak ada lampu yang nyala?" tanya Daniel heran.


"Itu karna sambungan kabelnya bermasalah tuan. Jadi mengakibatkan mati lampu. Besok pagi baru bisa diperbaiki" jawab security dengan gugup.


"Kenapa kau tidak melihat kondisi Amanda? Bagaimana jika dia terluka?" tanya Daniel dengan marah.


"Maaf tuan. Saya tidak terpikir hal itu" balas security itu dengan takut.

__ADS_1


"Lalu apa yang kau pikirkan?" tanya Daniel tambah marah.


Security itu tidak menjawab karna dia terlalu takut.


"Ah.." Daniel berteriak marah.


Nyali secyrity itu menjadi ciut ketakutan.


"Saya mau, besok pagi harus sudah diperbaiki. Bukan baru akan diperbaiki kabel yang bermasalah" titah Daniel.


"Ta-tapi tuan, tengah malam begini.." security hendak memprotes namun segera dipotong oelh Daniel.


"Saya tidak mau tau bagaimana caranya. Apa yang saya katakan, harus dilalukan secepatnya" tekan Daniel. "Jika tidak,, maka kamu tidak perlu datang ke kantor saya lagi" anc*m Daniel.


"Ba-baik tuan" patuh security itu.


Tiba-tiba Daniel teringat gosip kalau Mayang sengaja mempersulit pekerjaan Amanda. Sehingga Amanda bekerja lembur.


"Tunggu, aku dengar, Mayang selalu menyusahkan Amanda sehingga dia bekerja lembur. Jika benar ini ulah Mayang, aku tidak akan melepaskannya begitu saja. Dia harus menerima konsekuensi dari ulahnya" ucap Daniel dalam hati.


Dengan cepat Daniel masuk ke dalam perusahaan. Dia mencari keberadaan Amanda.


"Amanda.." panggil Daniel mengecek ke ruangan lobi.


Daniel takut kalau Amanda sedang ada di lobi.


"Amanda.." panggil Daniel di depan lift.


Daniel tambah takut kalau Amanda akan terjebak di lift. Namun sepertinya tidak.


Daniel berlari ke arah tangga untuk menuju ke lantai 2. Daniel juga memanggil Amanda. Namun sepertinya tidak ada.


"Amanda,, di mana kau? Aku harap kau baik-baik saja. Aku tidak harus menjelaskan apa jika kau kenapa-napa" ucap Daniel mulai prustasi.


Akhirya Daniel sampai di lantai 3 tempat Amanda bekerja. Daniel mengedarkan pandangannya. Namun dia tidak melihat ada orang di sana. Daniel berjalan ke arah meja Amanda.


Saat Daniel melihat ke meja kerja Amanda, menemukan Amanda di bawah meja kerjanya. Daniel menemukan Amanda dengan keadaan wajah yang pucat dan badan yang gemetar.

__ADS_1


__ADS_2