CINTA DALAM 3 BULAN

CINTA DALAM 3 BULAN
Terbukti


__ADS_3

43


"Ini akan mememberikan bukti yang menunjukkan kau bersalah nona Mayang" ucap Hana.


Hana memutar rekaman yang ada di pena itu.


"Bi, aku mau kau melakukan sesuatu untukku" ucap Mayang.


"Melakukan apa non?" tanyaHana.


"Aku ingin kau mengganti desain proyek pada dokumen yang ada di ruang Amanda" jawab Mayang.


"Apa? Tidak non. Saya tidak mau" tolak Hana.


"Kenapa? Ini hanya pekerjaan mudah. Bibi bisa mepakukannya dengan cepat tanpa ada yang mengetahuinya" ucap Mayang.


"Bagaimana jika ketahuan?" tanya Hana takut.


"Tidak akan. Semuanya akan berjalan lancar" balas Mayang.


Hana terdiam sebentar.


"*Aku akan memberimu uang" ujar M*ayang


"Uang?" ulang Hana.


"Iya. Aku tau bi, kau sedang membutuhkan uang" jawab Mayang.


"Non Seius?" tanya Hana tak percaya.


"Aku serius. Uang itu akan menjadi milikmu jika kau menuruti perintahku" jawab Mayang.


Lagi-lagi Hana terdiam.


"Dengar bi, kesempatan tidak akan datang 2 kali" ujar Mayang.


"Baiklah, aku akan melakukan apa yang kau suruh" setuju Hana.


"Bagus. Dan ingat, besok bibi harus mengundurkan diri dari perusahaan ini. Dan juga, bibi harus pulang ke kampung bibi" ucap Mayang.


"Baik non" setuju Hana.

__ADS_1


Rekaman pun berakhir.


"Bohong! Itu semua bohong!" sangkal Mayang.


Semua orang menatap Mayang.


"Tuan, itu tidak benar. Rekaman itu palsu. Itu pasti editan. Aku berani bersumpah tuan" ucap Mayang.


"Sumpah? Kau tidak takut kena azab nona Mayang? Ingat, azab itu nyata" ucap Amanda.


"Diam kau!" tegas Mayang.


Mayang melihat ke arah Daniel dengan tatapan memohon.


"Tuan, tolong percaya padaku. Aku tidak melalukan itu. Itu semua bohong tuan. Aku telah difitnah tuan. Mereka sudah merencanakan ini, mereka sudah bekerja sama" bujuk Mayang.


"Hah,, aku bingung harus menjelaskan apa lagi padamu" Amanda menghembuskan nafas panjang. "Apa kau tidak malu? Bukti sudah ada di depan mata, tapi kau masih mau menyangkalnya?" tanya Amanda.


"Itu bukan bukti. Itu editan" ucap Mayang.


"Editan? Kupingmu bud*g ya? Apa kau tidak mengenali suaramu sendiri?" tanya Amanda.


"Itu editan. Itu bukan suaraku" tegas Mayang.


Amanda memperlihatkan bukti itu pada Daniel. Setelah itu dia memperlihatkan bukti itu pada Mayang.


"Masih mau menyangkal?" tanya Amanda.


"..." Mayang terdiam.


"Bukti ini sudah sangat jelas. Kau menggunakan rekening ayahmu untuk membayar bi Hana. Apa kau masih mau menyangkalnya?" tanya Amanda.


Mayang menatap Amanda dengan marah.


"Tega sekali kau Mayang. Kau sampai mempertaruhkan proyek berharga hanya karna urusan pribadi. Aku tau kau tidak pernah suka padaku. Tapi jangan campurkan dengan masalah pekerjaan. Jika kau mempunyai masalah denganku, katakan di depanku. Tidak perlu kau melampiaskannya pada pekerjaan" ucap Amanda.


"Diam kau! Dasar wanita mur*h*n!" bent*k Mayang. "Kau ada di perusahaan ini hanya karna tuan Daniel. Kau tidak pantas ada di perusahaan ini. Wanita sepertimu lebih pantas berada di r*njang h*ngat pria hidung belang" ucap Mayang berteriak di depan semua orang.


"Dasar J*la.." Mayang hendak meneriaki Amanda lagi,, namun Daniel segera memotongnya.


"DIAM!" bent*k Daniel pada Mayang. "Akhirnya aku mengetahui sikap asli darimu. Karyawan sepertimu tidak pantas berada di perusahaanku" ucap Daniel.

__ADS_1


Mayang menatap Daniel dengan takut.


"Berani sekali kau m*ngh*na Amanda di hadapanku. Apa kau lupa kalo Amanda adalah tuanganku? Aku tidak ingin mendengar satu katapun lagi dari mulut kotormu itu" ucap Daniel. "Kau dipecat" ucap Daniel.


Mayang membuka matanya lebar-lebar.


Mayang tidak menyangka dia akan dipecat oleh Daniel. Mayang tidak mau dipecat dari perusahaan Daniel.


Mayang hendak berucap, namun tim investigasi malah membawanya pergi.Mayang ditar*k keluar secara p*ks* oleh tim investigas.


"Rasakan itu Mayang. Siapa suruh kau berperang denganku. Aku tidak akan masuk jebakanmu. Kau lah yang sudah masuk ke dalam jebakanku. Sekali kau masuk jebakan, kau tidak akan bisa keluar Mayang. Sekarang nikmatilah jebakan di atas jebakan yang ku buat" ucap Amanda dalam hati.


Kini hanya tersisa beberapa orang di dalam ruang konferensi.


"Ingat, aku tidak mau hal ini terulang kembali di masa depan" ucap Daniel.


"Baik tuan" balas semua orang.


"Amanda, kau ikut ke ruanganku" ucap Daniel.


Setelah mengatakan itu, Daniel pergi duluan ke ruangannya.


"Ah,, aku kira udah selesai. Tapi kenapa tuan Daniel memanggilku? Aku mencium bau yang tidak beres" pikir Amanda. "Aku tidak mau ke ruangannya" rengek Amanda pada dirinya sendiri.


Sesuai ucapan author🙂


Author up lagi😃


Amanda sama Daniel mau Vote dan Like nih🥺


Kalo mereka dapet Vote dan Like yang banyak, mereka pasti akan kasih adegan romantis☺


Kalo gak percaya, coba deh Vote dulu 😌


Besok author kasih adegan romatis Amanda dan Daniel 🥵


Terima kasih sudah mampir😁


Jangan lupa tinggalkan jejak😆


Terus dukung author😉

__ADS_1


Salam hangat dari author😄


__ADS_2