
64
Amanda pergi ke ruangan Daniel. Sebenarnya Amanda malas bertemu dengan Daniel. Tapi dia tetap bertemu dengan Daniel.
Tok,, tok,, tok, Amanda mengetuk pintu ruangan Daniel.
"Masuk" saur Daniel dari dalam.
Amanda masuk ke dalam.
Amanda melihat Daniel yang sedang pokus pada layar komputernya. Amanda terkesima melihat ketampanan Daniel. Entah kenapa Daniel terlihat sangat tampan dan menawan. Mungkin karna beberapa hari ini Amanda jarang melihat Daniel dengan jelas, jadi Amanda sedikit merindukan wajah Daniel. Tapi Amanda tidak mengakui hal itu.
"Memang benar, pria yang sedang bekerja lebih damagenya lebih kuat" gumam Amanda dalam hati.
5 menit Amanda menunggu Daniel bertanya padanya. Namun Daniel tak kunjung berucap.
"Ekhem.." Amanda berdehem.
Daniel melihat ke arah Amanda yang berdehem.
"Pagi ini kau pergi ke mana? Kau tidak meminta cuti dan asal pergi saja. Itu pun tanpa memberitahu siapa pun" tanya Daniel.
"Maaf tuan, saya buru-buru. Jadi saya lupa mengambil cuti" jawab Amanda.
"Saya? Kenapa dia berbicara formal sekali? Biasanya juga aku kamu" gumam Daniel dalam hati.
"Dari mana kau?" tanya Daniel.
"Saya pergi ke perusahaan tuan Albert untuk menunjukkan sampel perhiasan proyek" jawab Amanda.
"Bagaimana tanggapan Albert?" tanya Daniel.
"Tuan Albert sangat suka dengan sampel itu" jawab Amanda.
Daniel terus saja bertanya pada Amanda. Dia berusahaa mencari kesalahan Amanda, agar dia tidak terlalu merasa bersalah. Namun jawaban yang Amanda berikan terlalu sempurna. Daniel tidak menemukan kesalahan sedikitpun.
Kini mereka membahas Brand ambasador perhiasan.
"Siapa yang akan menjadi Brand ambasador?" tanya Daniel.
"Yang akan menjadi Brand ambasador wanita adalah pacar tuan Albert, yaitu nona Gabby" jawab Amanda.
__ADS_1
"Gabby?" tanya Daniel.
"Ya, tuan. Dia adalah seorang aktris terkenal" jawab Amanda.
"Lalu siapa Brand ambasador prianya?" tanya Daniel.
"Tuan Farrel" jawab Amanda.
Mendengar Farrel sebagai Brand ambasador proyeknya, Daniel menjadi sangat marah. Dia menatap Amanda dengan t*j*m. Amanda membuang wajahnya ke sembarang arah.
"Kenapa harus Farrel? Apa tidak ada selebriti lain selalin Farrel? Di luar sana masih banyak selebriti selain Farrel" tanya Daniel marah.
Amanda diam tak menjawab.
"Ah,, aku tau. Kau pasti memilih Farrel demi kepentingan pribadimu" tebak Daniel dengan nada s*ndiran.
"Farrel itu memiliki beberapa kelebihan yang tidak dimiliki oleh selebriti lainnya. Dia selalu memprioritaskan pekerjaannya daripada urusan pribadinya. Dia tidak pernah mencampurkan urusan pekerjaan dan pribadi" ucap Amanda memberikan alasan dengan ringan.
Daniel masih menatap Amanda dengan t*j*m.
"Tidak sepertimu" lanjut Amanda dengan sangat pelan. Namun Daniel masih bisa mendengarnya.
"Tidak" jawab Amanda. "Saya masih banyak pekerjaan tuan. Saya pamit" ucap Amanda kemudian meninggalkan ruangan Daniel, karna dia mulai mencari masalah lagi.
Daniel tidak suka dengan alasan Amanda memilih Farrel sebagai Brand ambasador. Dia merasa ters*ndir dengan alasannya.
Amanda memilih untuk bekerja lembur demi memenghindari Daniel. Dia masih tidak mau bertemu dengan Daniel.
Saat sedang bekerja, tiba-tiba Amanda mendapat panggilan dari kakeknya, yaitu Darma. Amanda sangat senang saat Darma menelponnya. Karna sejak Amanda pergi ke rumah Daniel, dia belum berbicara lagi dengan Darma. Tapi rasa senangnya terhalangi oleh masalah yang menimpanya.
Amanda membalikkan tubuhnya menghadap tembok untuk menjawab telpon dari Darma.
"Hallo sayang" sapa Darma dengan semangat.
"Hallo kek" balas Amanda dengan lesu.
"Kamu kenapa sayang? Kok kayak lesu gitu?" tanya Darma.
"Kakek,, kenapa kakek memilih tuan Daniel untukku? Dia sama sekali tidak cocok denganku" keluh Amanda.
"Kalian pasti akan cocok" balas Darma.
__ADS_1
"Kakek, tuan Daniel itu pemarah, tidak sabaran, tidak punya hati, tidak punya perasaan. Dia tidak peka kek.." Amanda mengeluhkan Daniel pada Darman.
"Kamu ini, baru juga tinggal sebentar sama Daniel, udah ngeluh aja" ujar Darma.
"Ya emang itu kenyataannya" balas Amanda.
"Kamu harus hidup rukun sama Daniel. Nanti kamu juga akan terbiasa dengan sikap dan wataknya" ucap Darma memberi wejangan.
"Hm.." balas Amanda.
"Sekarang kamu istirahat. Jaga kesehatan kamu" ucap Darma.
"Iya kek, sebentar lagi aku pulang" balas Amanda.
"Memangnya sekarang kamu ada di mana?" tanya Darma heran.
"Perusahaan" jawab Amanda.
"Kamu lembur?" tanya Darma kaget.
"Iya" jawab Amanda.
"Sekarang pulang, udah malem" titah Darma.
"Baik kek" balas Amanda.
Panggilan pun berakhir.
"Huh..." Amanda menghembuskan nafas panjang.
Amanda membalikkan badannya dan menghadap pintu. Betapa terkejutnya Amanda saat melihat Daniel yang sedang berdiri di depan pintu ruangan Amanda. Daniel mendengar semua keluhan yang diucapkan Amanda pada Daniel.
Maaf kemarin tidak up🙏🏼
Terima kasih sudah mampir😊
Jangan lupa tinggalkan jejak😆
Terus dukung Amanda dan Daniel ya😉
Salam hangat dari author😁
__ADS_1