CINTA DALAM 3 BULAN

CINTA DALAM 3 BULAN
Rapat Tanpa Naskah


__ADS_3

37


Sonia kesal pada Amanda yang tidak mau pergi dari ruangan Daniel.


Amanda memandang Sonia dengan tatapan menantang. Amanda ingin melihat siapa yang akan keluar dari ruangan ini. Apakah itu Sonia? Atau dia?


Detik berikutnya Daniel membuka mulutnya dan mengeluarkan suara dengan kalimat perintah.


"Sonia, sebaiknya kau keluar dari ruanganku. Aku akan memeriksa proposal itu sendiri" us*r Daniel.


Sonia merasa geram pada Daniel. Dia sudah menggunakan proposa sebagai alasan untuk bisa bersama Daniel. Tapi Daniel malah mengusirnya begitu saja.


"Nona Sonia, apa kau tidak mendengar apa yang dikatakan oleh tunanganku?" ejek Amanda.


Amanda sengaja mengejek Sonia. Dia senang saat melihat Sonia yang kesal karna cemburu padanya. Amanda memberikan tatapan mengejek pada Sonia.


Tanpa berkata-kata lagi, Sonia berjalan menuju pintu untuk keluar dari ruangan Daniel.


"Daniel,, aku pergi dulu. Aku akan melanjutkan pekerjaanku lagi" ucap Amanda pada Daniel.


Amanda sengaja berucap seperti itu pada Daniel sebelum Sonia benar-benar pergi dari ruangan Daniel.


Sonia membalikkan tubuhnya saat mendengar Amanda berucap pada Daniel.


Amanda melepaskan pelukaannya dan saling berhadapan dengan Daniel.


"Ingat, jangan terlalu capek dalam bekerja. Kau harus memperhatikan kesehatanmu. Kau tidak boleh terlambat makan. Kau mengerti?" ucap Amanda sambil membenarkan dasi serta jas Daniel.


Sonia kesal melihat adegan mesra di depannya. Ya,, meskipun adegan itu hanya sandiwara belaka saja. Sonia segera membalikkan tubuhhya dan melanjutkan langkahnya. Sonia pergi dengan wajah marahnya.


"Aku pergi ya.." pamit Amanda.


Daniel menganggukkan kepalanya.


Daniel sangat senang Amanda bersikap seperti itu padanya. Meskipun Daniel tau kalau Amanda hanya pura-pura. Namun kepura-puraan Amanda adalah berkah untuk Daniel.


Amanda melanglah keluar dari ruangan Daniel. Amanda tau Sonia mendengar semua yang dikatakannya pada Daniel.


Saat di luar ruangan Daniel, Amanda bertemu dengan Sonia. Rupanya Sonia sengaja menunggu Amanda keluar ruangan.


"Eh,, nona Sonia, kau masih di sini? Aku pikir kau sudah pergi" tanya Amanda berpura-pura kaget.


Sonia menatap Amanda dengan penuh keb*nc*an.


Amanda melewati Sonia dan berjalan. Sonia ikut berjalan bersama Amanda. Dia menyetarakan langkahnya dengan Amanda. Amanda berjalan tanpa mau melirik Sonia.

__ADS_1


Sonia berniat menyandung Amanda. Namun Amanda dengan cepat menghindar. Amanda menatap Sonia. Kini mereka saling bertatapan dengan sengit.


"Sungguh menyedihkan" ucap Amanda menggeleng-gelengkan kepalanya.


Sonia menatap taj*m Amanda.


"Sudah jelas kalah, tetap saja berusaha menjatuhkanku. Tapi usahamu sia-sia. Sekeras apa pun kau berusaha, kau tidak akan bisa menjatuhkanku" Amanda kembali mengejek Sonia.


Sonia sudah mencapai puncak kemarahannya.


"Benari sekali kau Amanda. Kau sudah mengh*naku di depan Daniel. Aku tidak akan membiarkan kau berada di sisi Daniel untuk waktu yang lama. Lihat saja, kau akan segera dius*r dari perusahaan ini dan juga dari hidup Daniel" ucap Sonia marah sambil berteriak.


Amanda menggaruk kupingnya yang tak gatal.


"Ah,, sudahlah,, percuma kau berteriak. Kau akan kehilangan tenagamu dengan sia-sia" balas Amands.


Sonia mengepalkan tangannya.


"Mia,, Mia.." panggil Amanda pada rekannya yang seorang asisten khusus.


"Ya, nona Amanda" balas Mia.


"Tolong antar nona Sonia keluar. Aku takut dia tidak tahu pintu keluar dari perusahaan ini. Aku tidak mau dia tersesat" pinta Amanda.


"Kau tidak perlu mengantarku" tolak Sonia dengan marah.


Amanda dan Mia menatap Sonia.


"Aku bisa pergi sendiri" ucap Sonia kemudian berjalan pergi meninggalkan Amanda dan Mia.


Amanda dan Mia memperhatikan kepergian Sonia.


"Nona Amanda, saya permisi dulu" pamit Mia dan diangguki oleh Amanda.


"Huuh.." Amanda membuang nafas pelan. "Ck,, ck,, ck,, kasihan sekali" gumam Amanda.


Amanda kembali ke departemen sekretaris. Amanda melanjutkan pekerjaannya yang terhenti.


Baru 10 menit Amanda duduk, dia sudah mendapat telpon.


"Cepat datang ke ruang konferensi" ucap Mayang.


Ya, yang menelpon Amanda adalah Mayang.


"Untuk apa?" tanya Amanda bingung.

__ADS_1


"Datang saja cepat" jawab Mayang.


"Baiklah" balas Amanda.


Amanda menutup telponnya.


Amanda membereskan dokumen yang sedang dikerjakannya. Setelah itu Amanda pergi ke ruang konferensi.


Saat Amanda tiba di ruang konferensi, di sana sudah ada Daniel, Mayang, Mona (kalo kalian lupa, Mona ada di bab 16) dan perancang proyek atau klien Daniel. Semua perhatian tertuju pada Amanda.


Karna tidak ada yang memberitahu Amanda soal rapat ini, jadi dia terlambat menghadiri rapatnya.


Amanda duduk di kursi yang kosong dan itu berada di sebelah Daniel dan Mayang.


Tak berapa lama, rapat pun dimulai.


"Baiklah tuan, mari kita mulai rapat ini" ucap Mayang.


Daniel menganggukkan kepalanya.


"Nona Amanda, silahkan jelaskan proyek yang akan dibahas" ucap Mayang.


Mayang sengaja mempersulit Amanda dengan menyuruhnya memperkenalkan proyek tanpa naskah.


Amanda mencondongkan tubuhnya ke arah Mayang.


"Nona Mayang, aku belum melakukan persiapan apa pun untuk rapat ini. Aku bahkan tidak mendapatkan pemberitahuan mengenai rapat ini" ucap Amanda pada Mayang.


"Aku tidak perduli. Yang jelas, sekarang cepat kau jelaskan tentang proyek ini" balas Mayang.


Amanda bingung dengan ucapan Mayang. Bagaimana bisa dia menjelaskan proyek yang belum dia pelajari. Itu pun harus tanpa naskah.


Tapi Amanda tau, hal ini tidak bisa mengganggu berjalnnya rapat. Rapat ini akan terus berjalan dengan atau tanpa naskah proyek. Amanda juga sadar, tindakan yang akan diambilnya dapat mempengaruhi reputasinya di depan Daniel dan semua orang.


Amanda berdiri dari duduknya. Dengan pembawaan tenang dan percaya diri, Amanda akan menjelaskan proyek yang akan dibahas.


Apa bisa Amanda memperkenalkan proyek tanpa naskah? Semua orang menantikan hal itu. Mereka ingin melihat bagaimana aksi Amanda.


Terima kasih sudah mampir😊


Jangan lupa tinggalkan jejak😉


Terus dukung author ya😄


Kalo bab yang ini rame dan banyak yang like, ya,, minimal 50 like, nanti malem author bakalan up lagi😆

__ADS_1


__ADS_2