
41
Amanda sudah bertekad untuk melawan siapa saja yang berusaha menjatuhkannya. Dan sekarang Mona dan Mayang akan menjadin target Amanda. Amanda tidak melakukan itu atas dengan sesuka hati. Sebelun Amanda membalas perlakuan seseorang, Amanda akan melihat seberapa jauh dan bagaimana orang itu menjatuhkannya. Dengan begitu, Amanda akan membalas orang itu lebih dari apa yang diberikan pada Amanda.
"Apa yang ingin kau katakan?" tanya Daniel penasaran.
"Tuan, ada seseorang yang berusaha menjebakku" jawab Amanda.
"Menjebakmu? Apa maksudmu? Katakan dengan jelas" tanya Daniel tidak mengerti.
"Tuan, ada orang yang sengaja menghilangkan desain perhiasan proyek ini" jawab Amanda.
"Ada orang yang sengaja menghilangkan desain? Heheh,, Amanda dengar, apa susahnya sih mengaku? Emang seberat itu ya, mengaku? Kamu tinggal mengatakan yang sebenarnya pada tuan Daniel kalo kamu emang udah ngilangin desain perhiasan itu. Jangan limpahkan kesalahan kamu oada orang lain" cib*r Mayang.
Mayang merasa dirinyalah yang paling sempurna, hingga dia bisa leluasa menjelekkan Amanda di hadapan Daniel.
"Ya, nona Mayang. Aku sudah berusaha untuk mengatalan itu. Apa susahnya sih mengaku atas apa yang kita perbuat? Emang susah mengakui kesalahan sendiri? Katakan semuanya di depan tuan Daniel. Jangan ada yang disembunyikan" Amanda membalikkan kata-kata Mayang.
Mayang diam dan menatap Amanda.
"Nona Mayang, katakan sekarang, atau aku yang akan mengatakannya sendiri" lanjut Amanda.
"Katakan apa? Tidak ada yang perlu dikatakan nona Amanda" jawab Mayang berusaha mengelak.
"Katakan sekarang, atau akau yang akan mengatakamnya sendiri" Amanda mengulangi ucapannya.
"Heheh,, aku bingung apa yang kau maksud Amanda. Tidak ada yang perlu dikatakan. Aku juga tidak mau mengatakan apapun" balas Mayang sambil tertawa hambar.
"Baiklah. Kalo begitu, biar aku yang mengatakannya pada tuan Daniel" ujar Amanda.
Kini Mayang sangat gugup. Dia berusaha menutupi rasa gugupnya. Mayang menatap Amanda yang penuh dengan rasa percaya diri.
"Apa ini? Apakah dia tau yang sebenarnya? Dia tidak mungkin tau yang sebenarnya. Aku harus segera pergi dari sini" pikir Mayang dengan panik.
__ADS_1
Mayang mulai gelisah, dia tidak tenang ditatao oleh semua orang.
"Em,, tuan, ada pekerjaan yang harus segera aku selesaikan. Aku permisi" pamit Mayang hendak pergi.
"Kenapa kau ingin cepat pergi? Apa kau tidak mau tau kebenaran yang akanku katakan?" tanya Amanda menghentikan langkah Mayang.
"Kali ini aku tidak akan melepaskanmu Mayang. Aku sudah bersabar atas semua sikapmu. Hari ini, waktunya pembalasan atas apa yang kau perbuat padaku. Jangan salahkan aku jika apa yang aku lakukan menimbukan kerugian padamu" gumam Amanda dalam hati.
"Tuan, Mayang lah yang sudah menjebakku" ucap Amanda dengan tegas.
Mayang menbalikkan tubuhnya an membuka matanya lebar-lebar.
"Amanda, kamu tidak bisa menuduh orang sembarangan" ucap Mona.
"Iya, Mona benar. Harus ada bukti kuat yang menunjukkan Mayang bersalah" timpal Daniel.
"Aku punya buktinya tuan" ucap Amanda.
Daniel menatap Amanda dengan tenang. Daniel tau kalau tatapan Amanda tidak berbohong. Itu sebabnya Daniel memanggil orang untuk mebyelidikinya.
Saat mendengar Daniel akan menyelidiki bukti yang Amanda punya, tiba-tiba saja Mayang menjadi panik tidak karuan.
"Tidak tuan. Aku sama sekali tidak melakukan itu. Bukan aku yang melakukan itu tuan. Aku tidak bersalah" sangkal Mayang.
Mayang menatap Daniel dengan wajah memelasnya.
"Aku sudah difitnah oleh Amanda tuan. Amanda sudah memutar balikkan fakta. Amanda tidak bisa menerima kesalahannya sendiri. Itu sebabnya dia menuduhku melakukan ini. Aku tidak akan pernah melakukan sesuatu yang membuag perusahaan rugi tuan. Aku berani bersumpah tuan" jelas Mayang.
Mayang segera menyangkal tuduhan Amanda agar menghilangkan bukti yang dimiliki oleh Amanda.
"Sumpah? Hahah,, dasar wanita munaf*k. Di depan bertaka apa, di belakang berkata apa. Dasar si muka dua" ejek Amanda.
"Tuan, percayalah padaku. Aku tidak melakukan itu" ucap Mayang memperkuat pembelaannya.
__ADS_1
Daniel tidak menggubris perkataan Mayang. Daniel sibuk berpikir tentang Mayang.
"Apa alasan Mayang melakukan itu? Dia bukanlah orang yang dengan mudah akan merugikan perusahaan. Kalau pun benar dia pelakunya, untuk apa dia melakukan itu? Apa manfaat yang dia dapat karna melakukan kejah*tan ini?" Daniel terus berpikir apa alasan Mayang melakukan semua ini.
"Nona Mayang aku tegaskan padamu, tolong jangan menganggu penyelidikkan. Jika kau berusaha mengganggu penyelidikan, itu artinya kau memang benar pelakunya. Dan kau memang mengaku bersalah" ucap Amanda menyer*ng Mayang.
Mayang menatap Amanda dengan taj*m.
"Silahkan saja, aku tidak takut. Lagi pula memang bukan aku yang melakukannya. Aku tidak akan menghalangi proses penyelidikan" balas Mayang.
"Bagus lah kalo begitu" ujar Amanda.
Mayang menyilangkan tangannya di depan dada dan menaikkan dagunya ke atas dengan penuh kesombongan.
"S*alan. Bagaimana jika mereka menemukan bukti lain? Dasar Amanda tidak berguna. Dia sudah berani melawanku secara terang-terangan" Mayang mengomel sendiri di dalam hatinya.
"Aku ingin memeriksa monitor desainnya" ujar Amanda.
"Tidak bisa. Alat itu rusak" balas Mayang.
"Rusak? Kenapa alat itu bisa rusak?" tanya Daniel.
"Tadi monitor desainnya tersenggol oleh OB yang sedang bekerja. Jadi jatuh dan akhirnya rusak" jawab mayang.
Setelah mendengar penjelasan Mayang, Daniel memutuskan untuk memanggil tim investigas untuk menyelidiki dan memperbaiki alat monitor desain yang rusak.
Sesuai ucapan author ya😁
Tapi maaf up nya udah malem gini☺
Terima kasih sudah mampir😊
Jangan lupa tinggalkan jejak😄
__ADS_1
Novel Amanda dan Daniel butuh vote, like dan juga dukungan dari reader semua😆
Salam hangat dari author🤗