CINTA DALAM 3 BULAN

CINTA DALAM 3 BULAN
Amanda Vs Mayang


__ADS_3

78


Amanda terkejut saat melihat Mayang ada di belakangnya. Amanda segera menghindar ketika Mayang hendak mend*rongnya.


"Apa yang kau lakukan Mayang?" tanya Amanda kesal.


"Sudahku bilang. Aku akan mengirimmu pada yang di atas" jawab Mayang.


"Kau masih belum jera juga" ujar Amanda.


"Aku tidak akan berhenti sampai kau pergi dari dunia ini" balas Mayang.


Mayang sudah seperti orang depresi. Mungkin dia memang depresi karna rencanya menc*lakai Amanda selalu gagal.


"Kau sudah g*la" ucap Amanda.


"Ya, aku memang g*la. Aku akan menunjukkan seberapa g*lanya diriku" balas Mayang tersenyum mengerikan.


"Jika kau berusaha menyakitiku, ingat, aku tidak akan tinggal diam" Amanda memberi peringatan.


"Silahkan saja" balas Mayang.


"Baiklah. Aku tidak akan segan padamu" ucap Amanda.


Mayang mengepalkan tangannya karna sudah tidak sabar. Mayang maju ke arah Amanda.


Mayang mulai melayangkan p*kulan pada Amanda. Namun Amanda dengan cepat menghindar dan menangkis p*kulan dari Mayang.


Mayang teru saja menghujani Amanda dengan berbagai p*kulan. Tapi usaha Mayang sia-sia. Amanda tidak terluka sama sekali.


Mayang marah akan hal itu.


Jika kalian pikir Amanda tidak melawan, ya. Amanda bukan tidak mau atau tidak bisa melawan. Dia hanya sedang menunggu Mayang kehabisan tenaga saja.


"S*alan!" umpat Mayang. "Rupanya kau mempermainkanku" ucap Mayang marah.


Mayang sadar kalo Amanda hanya menunggunya kehabisan tenaga. Mayang tambah marah.


"Amarah hanya akan memberikan kekalahan nona Mayang" balas Amanda tersenyum mengejek.


Mayang mengeluarkan pisau dari balik bajunya. Pisau itu terlihat sangat t*jam.


Amanda membuka matanya lebar-lebar saat melihat pisau itu.

__ADS_1


"Kenapa? Aka kau takut?" tanya Mayang meluhat ekpresi Amanda.


"Heh, aku tidak takut. Aku hanya terkejut karna kau sudah mempersiapkan pisau untuk memb*nuhku" jawab Amanda tersenyum. "Aku sarankan, gunakanlah pisau itu sebaik mungkin. Kesempatan seperti ini tidak akan datang dua kali" lanjut Amanda menantang Mayang.


Mayang marah mendengar ucapan Amanda.


Mayang berlari ke arah Amanda. Dia meluapkan ketidak bahagiaannya pada Amanda. Mayang sudah seperti orang kesetanan. Dia terus meny*rang Amanda dengan bertubi-tubi.


"Kau akan m*ti ditanganku" ucap Mayang.


"Mimpi saja kau" balas Amanda.


Bugh,,


Amanda mem*kul Mayang tepat di wajah mulusnya. Mayang terlembar ke belakang.


Amanda mengatur nafasnya yang hampir kehabisan.


"Rupanya dia tidak main-main" gumam Amanda.


Sudut bibir Mayang berd*rah. Mayang mengusap bibirnya yang terluka.


"Apa enak?" tanya Amanda.


"Apa hanya segini kemampuanmu?" Ke luarkan semua kemampuanmu. Jangan menahannya" Amanda tersenyum mengejek pada Mayang.


Mayang bangkit dan kembali meny*rang Amanda. Mayang mengerahkan seluruh kekuatannya.


Lagi-lagi Amanda berhasil menghindari ser*ngan Mayang. Amanda juga membalas ser*ngan Mayang dengan tangan dan juga kakinya.


Amanda berpikir dia harus memisahkan pisau dari tangan Mayang.


Amanda memegang tangan Mayang dengan niatan merebut pisau itu. Mayang tau maksud Amanda. Mayang mempertahankan pisau yang ada di tangannya.


"Lepaskan Amanda" titah Mayang.


"Kau yang lepaskan"


"Ini pisauku. Kau tidak akan bisa mer*butnya" tukas Mayang dengan marah.


Amanda tidak mendengarkan ucapan Mayang. Amanda terus berusaha mengambil pisau dari tangan Mayang.


Setelah melalui peroses r*but mer*but pisau, Amanda lah yang menang. Amanda berhasil memisahkan pisau dari Mayang. Mayang murka akan hal itu.

__ADS_1


Tanpa Amanda sadari, Mayang mendorong Amanda ke danau. Amanda terkejut, namun dia bisa menghindar dan berbalik ke samping. Amanda tajuh ke tepi danau.


Sementara Mayang lah yang tercebur ke danau karna ulahnya sendiri. Mayang tercebur ke danau yang cukup dalam.


"Tolong,, tolong.." Mayang melambaikan tangannya.


Amanda berdiri melihat Mayang yang tercebur.


"Jangan berpura-pura Mayang. Aku tidak percaya jika kau tidak bisa berenang" balas Amanda.


"Tolong,, tolong,, Amanda, tolong aku. Aku tidak bisa berenang"


"Terus saja berakting"


"Tolong..."


"Apa benar dia tidak bisa berenang?" gumam Amanda.


Di sekitar tempat itu tidak ada seorang pun. Hanya ada Amanda dan Mayang yang sedang berusaha bertahan hidup.


"Jika benar dia tidak bisa bernang. Aku akan biarkan dia sampai dia menyadari kesalahannya. Dia juga harus merasakan p*nderitaan yang dia berikan padaku" ujar Amanda.


Amanda membiarkan Mayang di atas air. Dia ingin Mayang tau arti pepatas senjata makan tua. Kini dia terkena jebakannya sendiri. Tapi Amanda tidak ada niatan untuk membuat Mayang m*ti tenggelam. Dia hanya ingin memberi pelajaran pada Mayang.


Tiba-tiba, Oliv dan Sandra keluar dari semak-semak. Mereka menuduh Amanda sebagai pemb*nuh.


"Pemb*nuh. Dasar kau pemb*nuh" teriak Oliv.


Amanda melihat ke arah Oliv.


"Oliv? Sandra? Bagaimana kalian bisa ada di sini?" tanya Amanda bingung.


"Itu tidak penting. Yang jelas, kau adalah seorang pemb*nuh. Kau berusaha memb*nuh Mayang" jawab Oliv.


"Apa yang kalian katakan? Pemb*nuh? Siapa? Aku?" tanya Amanda heran.


"Iya. Kami melihat dengan mata kepala kami sendiri. Kau berusaja memb*nuh Mayang" jawab Sandra.


"Benar. Dan kami berdua adalah saksinya" timpal Oliv.


Awalnya Oliv tidak mengerti saat Sonia mengirinnya pesan singkat. Tapi saat dia ke sini, dan dia melihat Amanda dan Mayang, dia mengerti apa yang Sonia maksud. Sonia juga melihat Mayang membawa pisau, dia jadi tau kalo Mayang ingin memb*nuh Amanda dengan pisau itu.


"Dengar, terserah apa yang kalian katakan. Yang jelas aku tidak ada niatan untuk memb*nuh Mayang. Malah di sini akulah yang menjadi korbannya. Bukan Mayang" balas Amanda.

__ADS_1


Amanda berjalan maju menjuku ke air di mana Mayang masih ada di sana untuk bertahan hidup. Mayang hampir tidak terlihat, dia hampir tenggelam di air.


__ADS_2