CINTA DALAM 3 BULAN

CINTA DALAM 3 BULAN
Amanda dan Daniel


__ADS_3

112


Amanda bingung dengan apa yang terjadi. Dia baru menyadari kalo dia tidak berada di kamarnya. Dia berada di kamar Daniel. Amanda ingat apa yang terjadi semalam. Dia juga ingat saat dia mulai kepanasan dan menggoda Daniel. Amanda menghawatirkan sesuatu.


"Sayang,, kenapa kau melamun?" tanya Daniel.


Amanda tak menghiraukan Daniel. Dia segera berjalan menuju cermin. Dia melihat tubuhnya dari pantulan cermin.


"Baju masih utuh" gumam Amanda.


"Tidak ada bekas kemerahan" Amanda melihat lehernya.


"Aku tak merasa sakit di area selangkanganku. Itu berarti hal itu tidak terjadi" gumam Amanda yakin.


Amanda lega mengetahui ketiga hal itu tidak terjadi padanya.


Dari belakang, Daniel datang dan memeluk pinggang Amanda. Amanda kaget oleh sikap Daniel.


"Ada apa denganmu? Apa kau merasa sakit di area tertentu?" tanya Daniel menaruh kepalanya di tengkuk Amanda.


"Apa yang kau katakan? Tidak ada hal yang seperti itu antara kita semalam" balas Amanda.


"Apa maksudmu? Kau tidak ingat?"


"Aku ingat semuanya. Dan hal yang kau maksud tidak pernah terjadi"


"Hei,, kau lupa? Begitu mudahnya kau melupakan semua itu"


Daniel membalikkan tubuh Amanda. Kini mereka saling berhadapan.


"Ha,, tuan. Sudahku bilang, tidak ada hal seperti itu antara kita" rengek Amanda mulai menangis. Dia kembali khawatir.


"Hei,, kenapa kau menangis?" Daniel menghapus air mata Amanda.


"Sudah kubilang tidak terjadi hal itu,, aku tidak merasakan sakit didaerah mana pun.."


Daniel menyentil kening Amanda.


"Awh.." Amanda mengaduh kesakitan.

__ADS_1


"Apa yang kau pikirkan?" tanya Daniel.


Amanda mengelus keningnya yang sakit.


"Maksudku, apa kepalamu terasa sakit? Kau bilang semalam kau sedikit meminum minuman yang Gabby berikan. Mungkin kau akan merasa sakit kepapa" jelas Daniel.


"Lalu apa maksudmu begitu mudahnya aku melupakan semua itu?"


"Kau lupa semalam kau sudah membalas perbuatan Gabby dengan berlipat-lipat. Itu maksudku. Kau tidak boleh melupakan itu begitu saja"


"Em,, aku pikir apa" gumam Amanda mengerucutkan bibirnya.


Daniel tersenyum melihat Amanda. Dia senanh rencananya menjaili Amanda berhasil.


"Memang apa yang kau pikirkan? Apa kau menginginkan aku melakukan sesuatu?" tanya Daniel menggoda Amanda.


"Ti-tidak. Aku tidak berpikir seperti itu" sangkal Amanda.


Daniel menarik tubuh Amanda agar menempel padanya. Wajah Daniel semakin dekat pada Amanda. Mengikis jarak antara mereka. Daniel menempelkan bibirnya di bibir Amanda. Daniel mel*mat bibit mungil itu dengan lembut. Tak ada perlawanan atau pun balasan dari Amanda.


Setiap kali Daniel menc*umnya dengan lembut, Amanda tidak bisa untuk tidak membalas c*uman Daniel. Seperti saat ini, perlahan tapi pasti Amanda mulai membalas l*matan Daniel. Keduanya saling meny*s*p satu sama lain.


"Dengar, aku tidak akan melakukan itu tanpa persetujuan darimu. Aku tidak mau merusakmu. Aku ingin kita melakukannya atas keinginan kita sendiri dan juga dalam keadaan sadar" jelas Daniel.


"Kau mengerti?" tanya Daniel menatap Amanda.


Amanda menganggukkan kepalanya.


Daniel menatap Amanda sambil tersenyum.


"Sekarang, cepat kau mandi. Aku akan membuatkanmu sarapan terenak" ucap Daniel.


"Kau bilang semalam akan mengajakku memakan seblak" ujar Amanda.


"Nanti siang kita akan makan seblak.


"Janji nanti kita makan seblak"


"Iya, janji. Tapi sekarang aku akan membuatkan sarapan istimewa untukmu"

__ADS_1


"Wah,, benarkah? Aku tidak sabar untuk makan. Kalo begitu aku mandi"


"Hm,, ya"


Daniel keluar dari kamarnya dan menuju ke dapur. Seperti yang sudah dia katakan, dia akan memasak untuk Amanda.


Amanda sangat bersyukur bisa bersama dengan Daniel. Daniel adalah pria yang baik. Dia melindungi kehormatannya meskipun Amanda tau, pasti sangat sulit untuk seorang laki-laki menahan hasrat yang bergejolak. Amanda berharap, Daniel tidak mengingat Tari lagi. Dengan begitu, dia akan selalu bersama Daniel.


Setelah sarapan, keduanya berangkat ke kantor bersama. Dan seperti yang sudah Daniel janjikan, dia akan membawa Amanda memakan seblak.


Amanda sangat antusias memakan seblak yang super pedas dan nikmat itu. Dia begitu bersemangatnya sampai menambah 3 porsi seblak. Daniel tertegun melihat Amanda yang sangat suka pedas. Jika Amanda sudah habis 4 porsi, lain halnya dengan Daniel. Dia 1 porsi pun belum habis.


Setelah selesai memakan seblak, Rio menelpon Daniel. Rio mengatakan dia masih belum menemukan petunjuk siapa dalang yang sudah membuat lampu jatuh. Daniel heran mendengar hal itu. Tapi Daniel akan terus berusaha siapa yang sudah membuat lampu itu jatuh.


Amanda dan Daniel yakin itu bukan kerjaan orang biasa. Pasti orang dalang ini mempunyai pengaruh yang kuat.


...***...


2 bulan berlalu. Amanda dan Daniel sudah tinggal selama 3 bulan. Banyak masalah yang menimpa mereka. Namun mereka mengatasi masalah itu dengan bersama-sama. Mereka sudah menjadi satu kekuatan yang tidak bisa dihancurkan oleh siapa pun.


Hubungan keduanya kian hari semakin dekat. Memang banyak rintangan, tapi mereka bisa mengatasi rintangan itu dengan mudah.


Jika kalian bertanya bagaimana nasib Mayang dan Gabby, maka jawabannnya hancur. Mayang divonis masuk penjara dan Gabby karirnya hancur. Sementara Sonia masih bebas berkeliaran.


Proyek perhiasan yang Amanda tangani berkembang pesat. Setelah perhiasan itu dijual dipasaran, banyak yang mengincarnya. Bahkan selebriti Dunia juga menyukai perhiasan itu.


Namun Daniel masih gelisah. Pasalnya Amanda masih belum menjawab perkataannya dahulu. Amanda hanya memberikan Daniel kesempatan agar bisa melupakan Tari. Selama 2 bulan ini Daniel juga terus berusaha agar Amanda bisa mencintainya. Daniel juga tidak pernah mengungkit Tari lagi. Meski dalam hatinya masih terukir nama Tari. Dia masih yakin kalo Amanda adalah Tari. Tapi Daniel belum mendapat jawaban pasti dari Amanda. Setiap Dia bertanya, Amanda akan selalu menjawab tunggu sampai 3 bulan ini berakhir. Baru dia akan menjawabnya.


Dan penantiannya akan segera berakhir. Amanda akan menjawab pertanyaan Daniel. 2 hari lagi mereka akan resmi tinggal selama 3 bulan. Setelah itu Amanda akan kembali ke rumahnya dan tinggal bersama kakeknya.


Daniel sangat berharap Amanda akan menerimanya. Daniel sungguh tulus mencintai Amanda.


Author cepetin ya


Terima kasih sudah mampir


Jangan lupa tinggalkan jejak


Terus dukung Amanda dan Daniel

__ADS_1


Salam hangat dari author


__ADS_2