CINTA DALAM 3 BULAN

CINTA DALAM 3 BULAN
Pelukan Tulus


__ADS_3

15


Daniel sangat tersentuh oleh perkataan Amanda. Agar menjaga dirinya supaya tidak salting, Daniel memutuskan untuk ke luar dari kamar Amanda. Amanda aneh melihat tingkah Daniel seperti itu.


"Huh, awas saja kau Mayang. Kau sudah keterlaluan. Kali ini aku tidak akan melepaskanmu begitu saja. Aku akan membalas apa yang telah kau lakukan padaku" geram Amanda dengan marah setelah kepergian Daniel.


Amanda mengatur nafasnya.


"Berani sekali dia. Dia pikir dia siapa? Jangan karna dia lebih tinggi dariku, jadi dia berhak memperlakukanku seperti ini. Aku akan membuat dia menyesali perbuatannya" lajut Amanda dengan amarah yang masih ada.


Setelah berdialog sendiri, Amanda berdiri dan pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Selesai mandi, Amanda terlihat lebih segar dari sebelumnya.


Amanda memakai pakaian kantor yang biasa dia pakai. Setelah siap, Amanda pergi ke bawah untuk sarapan.


Amanda melihat di meja makan sudah ada Daniel, Diva dan Oliv. Amanda sarapan dengan tenang. Namun sepertinya Oliv dan Diva tidak bisa membiarkan Amanda hidup tenang, meskipun sedang makan.


"Kak, kakak semalam ke mana?" tanya Oliv.


"Iya sayang, semalam kamu pergi ke mana? Kenapa kamu pergi tidak bilang dulu?" tanya Diva.


"Semalam aku ada urusan penting. Jadi tidak sempat memberitahu kalian" jawab Daniel.


"Oh,, baiklah. Tapi lain kali, kau harus memberitahu kamu dulu" balas Diva dan diangguki oleh Daniel.


"Hei kau, gadis kampung. Semalam kau pergi ke mana? Aku tau kau pasti punya pekerjaan sampingan kan?" tanya serta tebak Oliv.


"Benar. Kau itu seharusnya tau kau tinggal di rumah siapa. Bagaimana jika ada orang yang melihatmu dan mereka menyebarkan berita kalau tunangan Daniel Aiden selalu ke luar malam setiap hari" timpal Diva.


"Tante,, Oliv,, kalian tidak perlu tau aku pergi ke mana dan bersama siapa. Yang jelas, di mana aku berada, di situlah tuan Daniel berada" jawab Amanda kemudian melihat ke arah Daniel dan tersenyum. "Kalian tidak perlu tau apa yang aku lakukan bersama tuan Daniel" lanjut Amanda sambil tersenyum pada Oliv dan juga Diva.


"Apa ini? Kenapa dia berkata seperti itu? Memang apa yang kita lakukan semalam?" tanya Daniel dalam hatinya.


"Ehkem,, aku sudah selesai" ucap Daniel. "Amanda aku berangkat duluan. Kau selesaikan lah dulu sarapanmu. Aku akan menyuruh orang untuk mengantarmu ke perusahaan" lanjut Daniel.


Amanda mengangguk patuh.


"Terima kasih tuan" ucap Amanda sambil tersenyum dan dianggukki oleh Daniel.


Daniel melangkah meninggalkan meja makan. Namun baru beberapa langkah, Amanda memanggilnya.

__ADS_1


"Tuan, tunggu" panggil Amanda.


"Ada apa?" tanya Daniel.


"Kau ini bagaimana sih? Tuan, kau ini pemimpin perusahaan besar. Kau harus memperhatikan penampilanmu" jawab Amanda.


Amanda membenarkan dasi di leher Daniel. Daniel memperhatikan wajah Amanda yang sedang membenarkan dasinya.


"Cantik" ucap Daniel dalam hati.


"Tuan, sekali lagi aku berterima kasih padamu atas semalam. Aku tidak tau jika kau tidak ada.." Amanda tidak melanjutkan kata-katanya.


"Sudahlah. Yang terpenting, sekarang kau selamat" balas Amanda.


Amanda tidak bisa lagi mengungkapkan ucapan terima kasih pada Daniel. Sebagai gantinya, Amanda memeluk Daniel dengan tulus.


Diva dan Oliv membulatkan mata mereka saat melihat Amanda dan Daniel berpelukan. Mereka merasa sangat marah.


Sesaat kemudian, pelukan itupun berakhir. Daniel pun melanjutkan kembali langkah yang terhenti. Amanda pun melanjutkan makannya.


Diva dan Oliv menatap Amanda dengan tajam. Amanda tau kalau dia sedang ditatap oleh ke-2 wanita itu. Namun Amanda mengacuhkannya.


Amanda sengaja bersikap seperti itu pada Daniel di hadapan Oliv dan Diva. Tapi ucapan dan pelukan yang Amanda berikan pada Daniel itu tulus. Dia tidak bermaksud untuk membuat Diva dan Oliv marah.


Sebenarnya Amanda tidak suka bersikap seperti ini. Namun apalah daya, Amanda juga tidak mau jika dirinya terus dihina oleh Oliv dan Diva.


10 menit kemudian, Amanda sudah selesai dengan sarapannya. Amanda hendak pergi, namun dia lupa membawa tasnya. Alhasil, Amanda pergi ke kamar untuk membawa tasnya.


"Ih,, tante. Aku sungguh tidak suka pada gadis kampung itu" keluh Oliv setelah Amanda pergi ke kamar.


"Tante juga tidak suka padanya" balas Diva.


"Kenapa sih, laki-laki sempurna seperti kak Daniel harus menikah dengan gadis kampung seperti Amanda? Apa gak ada gadis selain Amanda?" geram Oliv. "Tante,, coba bicara pada kakek dong. Jelasin sama kakek, masa gadis kampung kayak Amanda mau jadi keluarga Aiden" pinta Oliv.


"Tante juga mau Oliv. Tapi kamu tau sendirikan, gimana sikap kakekmu itu. Kalau dia suruh A maka harus A. Kalau dia mau B pasti harus B. Daniel saja tidak bisa membujuk kakekmu, apalagi tante?" balas Diva.


"Cih.." Oliv berdecih sebal.


Amanda turun dengan membawa tasnya dan langsung menuju pintu ke luar. Amanda menuju mobil yang di luarnya terdapat sopir untuk mengantar Amanda.

__ADS_1


"Nona, mari saya antar. Tuan Daniel memerintahkan saya untuk mengantar nona" ucap sopir itu.


Amanda menganggukkan kepalanya. Sang sopir membukakan pintu untuk Amanda, namun saat Amanda hendak masuk, tiba-tiba dari arah belakang Diva menghentikannya.


"Tunggu" cegah Diva.


Amanda membalikkan badannya.


"Pak, cepat antar saya ke mall" titah Diva.


"Tapi nya.." sopir hendak menolak, namun Amanda memotongnya.


"Apa? Kamu mau membantah saya? Kalo kamu membantah saya, saya akan pecat kamu" anc*m Diva.


Sang Sopir bingung harus berkata Apa. Apakah dia harus menuruti perintah ibu tuannya? Atau menuruti perintah tuannya?


Amanda dapat melihat kebingungan sang sopir. Amanda tidak mau kalau ada orang yang kehilangan pekerjaannya hanya karna dirinya.


"Pak, tolong antar tante Diva ke mall. Aku akan naik taxi untuk pergi ke perusahaan" potong Amanda.


"Baik nona" balas sopir.


Sang sopir senang karna Amanda pengertian padanya.


Diva tersenyum mengejek pada Amanda, kemudian dia masuk ke dalam mobil. Tak lama, mobil pun pergi dari kawasan rumah. Amanda tak mau cari masalah dengan Diva. Biarlah untuk saat ini dia mengalah.


Amanda sudah mendapatkan taxi dan kini dia sedang berada di dalam taxi untuk menuju ke perusahaan Daniel. Di perjalanan, Amanda melihat seekor anjing di pinggir jalan. Timbul keinginan untuk memelihara anjing itu. Amanda menyuruh supir taxi itu untuk berhenti di tepi jalan.


Sejak Amanda masih kecil, Darma sudah memelihara banyak anjing liar. Hal itu menyebabkan Amanda juga suka pada Anjing. Meskipun itu anjing liar.


Saat Amanda berjalan ke arah anjing itu, tiba-tiba ada sebuah mobil yang akan menabrak anjing itu. Tanpa berpikir panjang, Amanda segera berlari dan melompat menyelamatkan anjing liar itu.


"Aaa.." teriak Amanda.


Pemilik mobil ke luar dari mobilnya dan memarahi Amanda.


"Hei, apa kau tidak punya mata? Kenapa kau tiba-tiba melompat? Dengar, jika kau bosan hidup dan ingin mati, itu urusanmu. Tapi jangan jangan libatkan aku dalam kematianmu" ucap pengemudi mobil itu memarahi Amanda.


Setelah puas memarahi Amanda, pengemudi mobil itu masuk kembali ke dalam mobilnya dan pergi entah ke mana.

__ADS_1


Amanda hanya bisa menatap dan mendengarkan pengemudi yang memarahinya. Amanda merasa pamiliar pada wajah pengemudi mobil itu. Amanda merasa pernah melihat melihat orang itu sebelumnya.


"Siapa dia? Aku merasa pernah bertemu dengannya. Tapi di mana?" pikur Amanda.


__ADS_2